Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Mabuk


__ADS_3

Nando sudah memberikan kabar kepada Daniel jika dia sudah menemui kedua pria itu. Untungnya saja ada yang membantu Nando membawa Rifal dan juga Elga kedalam mobil sehingga dia tidak terlalu kesusahan.


Di tambah lagi dia sudah loyo karna sudah hampir subuh dia belum juga tidur karna mencari keberadaan Rifal.


Nando langsung menjalankan mobilnya, sementara dia sudah mengabari Daniel untuk menjemput Elga di apartemen miliknya. Terlebih dahulu Nando tidak turun dari mobilnya guna menunggu kedatangan Daniel agar pria itu tidak susah lagi menjemput Elga.


Mobil milik Daniel telah sampai, dia langsung berjalan kearah mobil Nando.


Daniel berpikir tidak asing dengan tempat ini, dia baru ingat jika dia pernah menjemput gadis yang sering di sebut oleh putranya, yaitu kakak cantik. Ternyata Nando juga tinggal di apartemen ini, itulah dalam pikiran Daniel saat ini.


"Terimakasih," kata Daniel kepada Nando.


"Sama-sama."


"Kalau begitu saya permisi," pamit Daniel lalu pergi meninggalkan mobil milik Nando sembari merangkul Elga yang sudah tidak sadarkan diri.


Nando tersenyum melihat kepergian Daniel.


"Bos sama tangan kanan sama aja, sama-sama beribaawa," puji Nando sembari mengingat wajah Frezan dan sikap Daniel yang dewasa.


Lepas itu Nando langsung merangkul tubuh Rifal juga untuk segera naik ke apartemen, dia juga butuh istirahat apa lagi besok dia akan kerja karna sudah dua hari ini dia libur kerja karna sakit dan menemani Lea ke taman bermain.


Huft


Akhirnya Daniel berhasil memasukkan Elga kedalam mobil, dia mrlajukan mobilnya untuk segera menuju rumah Frezan membawa Elga, lepas itu dia akan istirahat karna dia sedang kecapean butuh istirahat.


Daniel sudah mengirimkan SMS kepada Frezan jika dia sudah menemukan Elga dalam keadaan mabuk bersama dengan sahabatnya yaitu Rifal.


Mobil milik Daniel langsung memasukkan pekarangan rumah mewah milik Frezan, salah satu satpam membantu Daniel membawa Elga kedalam rumah sementara Frezan berada di pintu utama melihat kelihaian seorang Daniel.


Satpam tersebut membaringkan Elga di atas sofa.


"Terimakasih, Niel. Sudah membantu saya mencari dia," kata Frezan sembari melirik Elga yang tengah berbaring diatas sofa dengan satpam melepaskan sepatu milik Elga dan juga jas kerja yang masih melekat di tubuhnya.


"Sama-sama , pak," balas Daniel kepada Frezan.


"Yaudah, sekarang kamu boleh pulang dan istirahat," kata Frezan sembari melirik jam di pergelangan tangannya sudah pukul tiga subuh, dia hanya tidur sebentar saja sementara Daniel belum pernah tidur sama sekali.

__ADS_1


"Besok kamu nggak usah masuk kerja, kamu istirahat," lanjutnya kepada Daniel.


"Tap-" Daniel ingin membantah namun Frezan langsung memotong pembicaraannya.


"Ini perintah," kata Frezan kepada Daniel.


"Baiklah," kata Daniel final lalu lepas itu dia langsung pergi untuk segera pulang.


Jika Daniel nekad untuk ke kantor dia pasti akan tidak fokus juga karna kelelahan dan kekurangan tidur akibat mencari Elga.


Frezan langsung membaringkan tubuhnya didekat Rara lalu memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang, besok dia akan menyelesaikan seluruh pekerjaannya karna dia akan ke Bali bersama dengan Rara untuk liburan.


Apa lagi istrinya itu sudah membeli segala perlengkapan untuk ke Bali, saking semangatnya dia ingin liburan ke Bali.


Frezan langsung memejamkan matanya, lalu tidur.


***


Sementara Valen bangun dari tidurnya karna mendengar suara derap kaki sedang memasuki apartment. Valen bangun dari tempat tidurnya lalu membuka pintu kamar dia sudah melihat Nando membaringkan Rifal diatas sofa.


"Rifal mabuk?" tanya Valen dengan suara khas bangun tidurnya lalu menghampiri Nando.


"Kenapa nyonya Valen belum tidur? Nanti bos Rifal bakalan marah," kata Nando.


Valen duduk di dekat Rifal yang tengah tertidur, bau alkohol langsung menyengat di hidung milik Valen, dia yakin suaminya itu benar-benar mabuk sekarang jadi seperti ini.


"Seharusnya saya yang marah sama, Rifal," kata Valen kepada Nando. "Karna dia mabuk, dia nggak tau apa kalau saya sedang hamil, sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah Namum kebiasaan buruknya belum dia tinggalkan," kesal Valen membuat Nando meneguk salivannya, dia seperti sedang di ceramahi padahal bukan dia yang berbuat salah.


"Bos Rifal hanya mabuk sedikit saja," kata Nando, meski nyatanya pria itu mabuk berat karena sampai tidak sadarkan diri.


"Kalau mabuk dikit nggak bakalan kayak gini," kata Valen.


Tangan milik Rifal bergerak membuat Valen melihat kearah suaminya itu, Rifal membuka matanya lalu melihat wajah milik Valen yang sangat cantik dia lihat.


Kesadarannya belum terkumpul semua.


"Sayang." Rifal langsung mengucapakan kata sayang kepada Valen membuat Nando tersenyum masam. Dia yakin sebentar lagi Bosnya itu akan bicara orang bodoh atau sebaliknya.

__ADS_1


"Etsss!!!!". Valen langsung berdiri dari sofa yang dia duduki saat Rifal ingin memeluk dirinya, sungguh Valen tidak ingin di peluk jika Rifal sedang mabuk. Bisa-bisa bau alkohol tersebut menempel di tubuhnya.


"Nggak ada peluk-peluk! " peringat Valen kepada Rifal membuat pria setengah sadar dan mabuk itu memanyunkan bibirnya membuat Nando dan Valen bergedik ngeri melihat ekspresi Rifal tidak seperti biasanya.


"Jijik! " kata Nando yang tidak di gubris oleh Rifal karna dia sibuk memperhatikan istirnya.


"Sayang, aku ingin peluk," kata Rifal dengan suara manja membuat Valen ingin muntah saja, andaikan Rifal tidak mabuk mungkin dia akan baper dengan suaminya yang sedang manja ini.


Sementara Nando merasa perutnya sedang di klitik karna geli mendengar suara manja milik Rifal.


"Nggak ada peluk-peluk, Fal. Kamu sedang mabuk, aku nggak mau anak aku mabuk cium bau alkohol di tubuh kamu itu,' kata Valen membuat mulut Nando terbuka lebar karna apa yang dikatakan Valen sukses membuatnya cengo.


"Apakah bayi dalam perut nyonya Valen bisa mencium bau alkohol bis Rifal?" tanya Nando sembari menggelengkan kepalanya.


"Bayi nyonya Valen belum tumbuh hidungnya," kata Nando membuat Valen menatapnya sinis karna Nando menertawainya.


"Saya bisa mual kalau Rifal peluk saya, itu berarti anak saya menolak itu semua," kata Valen dengan angkuh membuat Nando berpikir keras dengan apa yang dikatakan oleh Valen.


"Aku mau peluk! "


"Nggak! "


"Mau peluk! "


"Nggak aku izinin."


Valen langsung berlari menuju kamarnya karna Rifal langsung bangun dari duduknya mengejar dirinya yang ingin di peluk.


"Aku ingin memeluk mu! "


"Nggak mau! "


Brak


Valen langsung menutup kamarnya dengan cepat karna Rifal hampir saja memeluknya.


Sementara Nando langsung memijit pelipisnya.

__ADS_1


"Bos Rifal peluk saya aja, saya ikhlas walaupun kamu bau alkohol," kata Nando membuat pergerakan tangan Rifal yang mengetuk pintu kamar Valen terhenti.


__ADS_2