
Saat ini Valen dan Rifal sedang berada di kamar, sementara Anna sedang tidur, karna sudah larut malam.
Sementara Nando? Pria itu sedang tidur di kamar tamu. Dia sangat malas pulang ke apartemennya yang akan menbuatnya jadi kesepian.
Tetangga Valen akan segera menikah. Gadis yang Nando sukai tidak lama lagi akan melepas masa lajangnya.
“Mom Rina sama Dad Aska belum kamu kasi tau, kalau ada aku udah ketemu?” tanya Valen yang tengah duduk di depan cermin.
Ia sedang memakai masker wajah yang lembut untuk wajahnya. Meski sudah mempunyai anak dan suami, ia tetap melakukan rutinitasnya sebagai wanita yang rajin perawatan.
Bisa saja, kan, Rifal akan tergoda oleh wanita bening di luaran sana.
“Besok aku akan kasi kabar bahagia ini untuk mereka. Mereka akan datang kesini dan menjaga Anna.”
Valen menatap garang kearah Rifal, menbuat pria itu hanya tertawa saja. “Sekalian nitip Anna di panti asuhan!” kesal Valen.
“Kamu halangan lagi?”
Valen membalikkan tubuhnya menghadap Rifal, seraya menggeleng tanda ia tidak halangan.
''Terus kalau kamu nggak halangan, kenapa marah hampir setiap hari?'' Rifal menaikkan alisnya sebelah menggoda Valen membuat Valen memutar bola mata malas.
''Semenjak ada, Anna. Aku seperti anak kecil yang menjadi pelampiasan kemarahan kamu.''
Rifal melakukan dramatis membuat Valen menghembuskan nafas berat.
''Katanya mau punya banyak anak. Masih satu udah ngeluh,'' cibir Valen membuat Rifal menggeleng.
''Tidak. Satu anak cukup.''
Rifal tersenyum masam, dulu ia sangat memimpikan mempunyai banyak anak. Baru ia mempunyai satu anak, kedudukannya sudah di geser oleh Kianna.
''Len. Acara ulang tahun Nando kita mau siapin apa?'' tanya Rifal dengan serius membuat Valen berdiri lalu menghampiri Rifal yang duduk diatas tempat tidur.
''Mungkin menyiapkan kado sebagai ulang tahun untuk Nando akan menyenangkan. Hadiah yang tidak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun.'' Valen tertawa, membuat Rifal juga tertawa dengan apa yang barusan Valen katakan.
''Aku serius, Len. Nando nggak akan mau kalau kita mencarikan wanita untuk dirinya.'' Rifal berkata serius agar Valen menanggapinya dengan serius juga.
''Mengajak Nando liburan?''
Rifal menggeleng tanda tidak setuju dengan saran Valen.
‘’Memberikan jabatan tinggi di kantor mu,'' lanjut Valen membuat Rifal menatapnya dengan tatapan datar.
''Kamu mau Nando jadi bos di perusahaan aku?'' Rifal tak habis pikir.
Jabatan Nando di kantor itu sangat tinggi, hanya selangkah lagi dia bisa sejajar dengan dirinya.
__ADS_1
‘’Terus....Kita mau kasi hadiah seperti apa.''
Rifal tersenyum penuh arti. ''Hadiah ulang tahun Nando, kita gagalkan pernikahan Lea dan Nathna.''
Valen melotokan matanya tidak percaya dengan apa yang Rifal ucapkan dengan gamang.
''Kamu udah gila!'' desis Valen dengan memukul lengan Rifal.
Jangan sampai suaminya gila dan melakukan hal bodoh itu.
''Aku cuman bercanda, Len. Aku nggak akan mungkin lakuin itu semua. Aku nggak mau ikut campur urusan mereka.'' Jujur saja, Rifal hanya bercanda ingin menggalkan pernikahan Nathan dan Lea.
Mana mungkin ia menggalkan pernikahan Nathan. Padahal pernikahan Nathan merupakan hal yang ia tunggu, agar pria itu tidak mengganggu istrinya.
''Jadi keputusannya apa?'' Rifal berkata dengan pelan.
Takut-takut jika Valen akan memukul dirinya kembali. ''Bagaimana jika kita menyiapkan konsep perayaan ulang tahun Nando lebih dulu. Jika konsepnya udah siap, kita sisa memikirkan hadiah apa yang akan kita berikan untuk Nando.''
Rifal mengangguk setuju dengan ucapan Valen.
''Ulang tahun Nando sisa berapa hari lagi?'' tanya Valen santai.
''Besok.''
Valen langsung melototkan matanya, Rifal menjawab begitu santai seakan-akan ia mengucapkan kata-kata santai.
''Kenapa baru sekarang kamu bilang, Fal? Ini sangat mendadak.''
''Berikan ponsel ku diatas meja, aku akan menelfon seseorang untuk menyiapkan ini semua.'' Valen berjalan mengambil ponsel Rifal diatas nakas lalu memberikanya kepada suaminya.
Rifal langsung menekan nama seseorang di ponselnya, lalu ia menyuruh orang tersebut untuk menyipakan dekor ulang tahun untuk Nando besok.
''Ngadainya dimana?'' tanya Valen.
‘’Hotel. Aku boking untuk hari ini sampai besok, dan menyuruh mereka mendekor dengan sebaik mungkin.''
Rifal tersenyum jenaka, ia sedang menyiapkan suprise untuk Nando. Ia akan mengundang seluruh mantan Nando untuk datang di acara ulang tahun Nando besok.
Dia sengaja menggunakan hotel untuk merayakan ulang tahun Nando. Biar di aula hotel nanti semua mantan Nando akan berkumpul dan memberikan hadiah untuk Nando.
Dan Semogah saja salah satu dari mereka ingin balikan kepada Nando, dan mereka akan menikah.
Rifal sudah tidak sabar untuk hari esok.
Rifal dan Valen sudah mengetahui, kapan pernikahan Nathan dan Lea akan di langsungkan. Satu minggu lagi Nathan dan Lea akan segera menikah di hotel milik Frezan.
Rifal dan Valen akan datang dan memberikan Mereka semua kejutan. Jika ia datang bersama istri yang mereka pikir sudah tidak ada di dunia ini lagi.
__ADS_1
***
Rara sedang mengupas buah mangga diatas meja makan. Tegar dan Farel merengek padanya untuk di kupaskan mangga.
''Bund, acara pernikahan om Nathan kapan?'' tanya Tegar dengan penasaran.
''Sisa satu minggu lagi,'' jawab Rara.
‘’Bang Nathan nikah di rumah mbak Rara?'' tanya Farel seraya memakan mangga yang sudah di kupas oleh Rara.
Rara menggeleng.''Bang Nathan akan menikah di hotel kak Eza.''
''Apa baju baru sudah ada, Bun?'' tanya Tegar lagi.
Farel menunggu jawaban dari Rara.
''Bajunya tidak lama lagi akan selesai. Mungkin besok lusa sudah siap.''
Rara menjawab seraya mencuci tanganya. Ia berjalan kedapur untuk mencuci tanganya menggunakan sabun pewangi.
''Bunda.'' Hasya datang mengekori Rara masuk kedalam dapur.
''Kenapa, Sya?'' tanya Rara masih sibuk mencuci tanganya.
''Hasya juga mau mangga, sama kayak kak Tegar dan om Farel.''
''Mangganya udah habis sayang. Kamu makan apel saja, ya. Bunda akan mengambilkan untukmu di kulkas.'' Rara berjalan menuju kulkas untuk mengambil buah Apel untuk Hasya.
''Hasya mau mangga, bun.''
''Mangganya sudah habis sayang.''
Rara mensejajarkan tingginya dengan anaknya yang sedari tadi mengekori dirinya meminta mangga. Rara mengusap rambut Hasya.
''Kalau mau makan mangga, nanti ajak ayah ke supermarket beli mangga. Stok mangga habis sayang.''
''Ayah pulang jam berapa, bun?'' tanya anak itu dengan suara menggemaskan.
''Tidak lama lagi. Lebih baik Hasya siap-siap. Nanti kalau ayah udah ada, Haysa tinggal ngajak ayah pergi.''
Rara mencium pipih, Hasya. ''Apa ayah mau, bun?''
''Ayah pasti mau, jika kamu yang meminta.''
''Mbak, Rara. Farel dan Tegar ikut, yah,'' pintah Farel dan dibalas anggukan kepala oleh Rara.
''Dyra juga ikut!'' sahut Dyra membawa bonekanya menuju Rara.
__ADS_1
Rara memperhatikan Dyta, karna anak itu tidak mengeluarkan suara.
''Dyta mau ketemu papah.''