
Agrif berlari dengan semangat sementara baby sisternya memperingati agar hati-hati, takut jika anak itu akan terjatuh dan dirinya yang akan kena amuk Daniel.
"Papah!"
"Kakak cantik!"
Daniel dan Lea yang sudah turun dari mobil di sambut dengan suara menggelegar milik Agrif.
Agrif langsung menghampiri Lea, bukan papahnya.
"Yey, kakaka cantik datang. Agrif kira kakak cantik nggak bakalan datang." Tentu saja Lea langsung mematung saat Agrif memeluknya dengan erat seakan-akan tidak ingin melepaskannya.
Baby sister Agrif sudah masuk lebih dulu, sementara Daniel masih memperhatikan tangan milik anaknya itu memeluk erat Lea.
"Kakak cantik. " Agrif mendongakkan kepalanya karna tidak mendapatakan respon dari Lea.
"Eh iya.... " Lea baru tersadar dari lamunannya. "Kakak bakalan datang kok, itu kan permintaan kamu," balas Lea sembari tersenyum kearah Agrif membuat anak itu kembali memeluk erat Lea.
"Agrif," panggil Daniel yang sedari tadi menjadi penonton antara Lea dan juga Agrif.
Padahal, mereka berdua baru kenal kemarin dan Agrif sudah menyukai Lea.
"Kenapa pah?" tanya anak itu sehingga dia melirik Daniel.
"Sekarang kita masuk sarapan, lepas itu berangkat sekolah. " Lepas mengucapakan kata itu pada Agrif, Daniel langsung berjalan lebih dulu untuk masuk kedalam rumah.
"Yuk, kakak cantik kita sarapan," ajak Agrif menggandeng tangan Lea. Itu semua tidak luput dari mata Lea, Lea menyungkirkan senyuman tipisnya.
Saat ini, mereka bertiga sudah berada didepan meja makan, dengan Lea duduk di samping Daniel atas permintaan Agrif, dan Agrif duduk di depan Lea dan juga Daniel.
Daniel sudah lebih dulu mengambil lauk di dalam piringnya sementara Lea dan Agrif baru-baru saja ikut bergabung.
"Kakak cantik," panggil Agrif sehingga Lea dan Daniel langsung melihat kearah Agrif yang memanggil Lea.
"Kamu butuh apa?" tanya Daniel, melihat kearah putranya. Bukan Lea yang menjawab melainkan Daniel.
Agrif menggelengkan kepalanya kuat. "Agrif manggil kakak cantik, bukan papah," kata Agrif kepada Daniel.
"Iya kenapa?" tanya Lea sedikit grogi. Ini pertama kalinya dia sarapan bersama orang lain yang baru dia kenal kemarin.
__ADS_1
"Ambilin Agrif telur sama nasi," pintah Agrif kepada Lea dengan penuh harap tak lupa senyuman manis di wajahnya menatap Lea penuh harap.
"Agrif." Permintaan Agrif tentu saja tidak di setujui oleh Daniel, bukan maksud apa-apa, dia merasakan tidak enak pada Lea karna dia di perintah oleh Agrif, apa lagi mereka baru kenal kemarin.
setiap Agrif ingin sesuatu di meja makan, pasti dia akan meminta pada dirinya.
Agrif melirik Daniel sang papah. "Agrif juga mau ngerasain gimana rasanya di berikan makan sama mamah," kata anak itu sedikit lirih membuat hati Lea terenyuh.
Daniel terdiam mendapatakan balasan seperti itu oleh Agrif.
Daniel dan Lea saling memandang satu sama lain, Lea memutuskan kontak mata lalu tanganya bergerak mengambil telur dadar kemudian dia berikan pada piring Agrif. Agrif tersenyum lebar melihat Lea memberikannya nasi dan juga telur sesuai dengan permintaannya.
Senyuman Agrif membuat mata Daniel tak berhenti memandangnya, ini pertama kalinya dia melihat Agrif senyum semerekah ini, setiap pagi dia memberikan anaknya lauk namun belum pernah dia melihat Agrif sesenang ini.
"Makasih kakak cantik," kata Agrif dan dibalas anggukan kepala oleh Lea.
"Sama-sama, sayang."
Daniel melanjutkan makannya, begitupun dengan Agrif makan dengan lahap dan jangan lupa anak itu makan sembari tersenyum manis memakan makanannya. Itu semua tidak luput dari penglihatan Daniel.
Agrif makan dengan lahap hal yang tidak pernah Daniel lihat saat makan bersama dengan putranya. Setelah sarapan pagi mereka bertiga berjalan keluar rumah untuk mengantarkan Agrif ke sekolah.
"Sekalian saya antar pulang," kata Daniel dengan suara tegasnya membuat Lea kikuk dengan suara milik Daniel.
Lea hanya mengangguk mengiyakan perkataan Daniel.
Daniel sudah berada di kursi kemudi.
Lea membuka pintu mobil tentu saja dia sedikit terkejut melihat Agrif berada di belakang bukan di depan bersama papahnya.
"Agrif duduk dibelakang, kakak cantik duduk di depan yah," pinta Agrif membuat Lea mau tidak mau mengikuti kemauan anak itu.
Pada akhirnya Lea kembali duduk di depan bersama dengan kutub es.
***
Sementara Rifal sudah menatap Nando dengan tajam, Nando sudah bangun beberapa menit yang lalu, dia menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur.
"Saya beneran sakit, Fal," kata Nando dengan lesuh, karna dia masih sakit.
__ADS_1
"Yang bilangin lo pura-pura sakit siapa?" tanya balik Rifal membuat Nando tersenyum masam kearah Rifal.
"Kemarin kan kamu bilang kalau saya pura-pura sakit," balas Nando.
"Karna kemarin lo emang pura-pura sakit," kata Rifal membuat Nando cengengesan kearah Rifal dengan wajah sedikit pucat karna dia sedang sakit.
"Makan dulu, Nan," kata Valen memberikan mangkok berisi bubur pada Valen.
Nando hanya menatap mangkok berisi bubur yang diberikan oleh Valen. Lalu kemudian dia nenatap Valen yang masih memegang mangkok.
"Saya lagi sakit, nggak bisa makan sendiri," kata Nando tersenyum kecil kearah Valen. "Suap dong," lanjutnya membuat bola mata Rifal hampir keluar dari matanya mendengar permintaan Nando yang kelewat santai.
Berbeda dengan Valen yang tertawa, menurutnya ini sangat lucu. Rifal langsung mengambil mangkok berisi bubur tersebut yang di pegang oleh Valen.
"Sini gue yang suapin lo," ketus Rifal mengaduk-aduk bubur tersebut sembari menatap Nando begitu tajam.
Seakan-akan siap menerkam Nando.
"Saya cuman bercanda," kata Nando membuat Rifal langsung memasukkan bubur tersebut kedalam mulut Nando tanpa aba-aba.
"Astaghfirullah, saya sedang sakit, Fal," keluh Nando karna Rifal menyuapinya seperti mempunyai dendam tersendiri kepada dirinya.
"Playboy cap buaya, lo," desis Rifal membuat Nando terdiam dan berhenti mengunyah. Raut wajahnya langsung berubah menjadi sedih.
Julukan playboy cap buaya itu adalah julukan yang diberikan Lea untuknya. Dan Rifal sudah tau jika tetangganya itu memberikan nama tersebut untuk Nando yang memang cocok untuknya.
"Lea kemana?" tanya Nando sehingga Valen melirik kearah Rifal.
"Lea kemana?" tanya Rifal baru sadar jika semalaman Lea berada di sini.
"Lea udah pergi pagi tadi," kata Valen mengingat jika gadis itu pagi-pagi sangat pergi dari apartment.
Rifal menyeritkan alisnya, pantas saja suara gadis itu tidak terdengar pagi-pagi begini jika dia berada disini ternyata dia sudah pergi.
"Lea pergi kemana?" Rifal dan Nando bertanya secara bersamaan sehingga mereka berdua saling melirik lalu kemudian menatap Valen menunggu jawabannya. Sementara Valen tersenyum kecil melihat Nando dan juga Rifal menatapnya seperti anak kecil.
"Lea kerumah, Agrif.".
" Agrif siapa?" tanya Rifal yang baru mendengar nama tersebut.
__ADS_1
Sementara Nando hanya tersenyum masam saat Valen mengucapakan nama Agrif.