Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Mengunjungi Elga


__ADS_3

Tiga hari kemudian, di mana sudah tiga hari Adelia sudah menjalankan kemonya dan sudah tiga hari pula Daniel belum bangun membuat Lea dan Agrif selalu setia menunggu Daniel bangun.


Elga telah di masukkan kedalam penjara, belum ada keputusan berapa lama Elga di tahan karna Daniel belum sadarkan diri.


Sudah tiga hari juga Kayla dan Rara terpuruk, saat mendapatkan kabar jika Elga di tahan entah berapa lama, mereka sisa menunggu kabar dari pihak polisi berapa lama Elga di penjara.


“Kali ini aku nggak bisa lakuin ini.”


Kata-kata tersebut terus saja menghiasi kepalanya Rara, saat mendapatkan kabar jika Elga di tahan, Rara langsung menyampaikannya kepada Frezan menyuruh suaminya untuk membantu Elga keluar dari penjara.


Namun, respon Frezan tidak sesuai dengan yang di inginkan oleh Rara karna Frezan menolaknya.


“Biarkan polisi yang memutuskan berapa lama Elga di penjara, aku nggak bisa bantu orang yang salah, Ra. Kamu tau kembaran kamu itu salah, udah buat Daniel masuk rumah sakit dan belum sadarkan diri.”


Itulah di katakan oleh Frezan kepada Rara saat istrinya menyuruh Frezan menghubungi pengacara. Rara hanya menangis, dia sungguh kasihan dengan nasib Elga di penjara.


Bahkan Frezan tidak ingin membantunya karna yang salah di sini adalah Elga sendiri yang menghajar Daniel habis-habisan sampai pria itu tidak sadarkan diri.


Rara melihat kearah balkon kamarnya, sudah tiga hari dia tidak mendengar suara Elga tidak melihat wajah Elga.


Frezan biasa mengajak Rara untuk menemui Elga di kantor polisi, namun Rara selalu menolaknya, dia tidak tahan jika melihat saudaranya berada di penjara memakai baju tahanan.


Air mata Rara jatuh begitu saja, dia tau jika saudara kembarnya itu yang salah.


“Semogah dengan kejadian ini, pikiran Elga terbuka,” kata Frezan yang melihat Rara di balkon kamar. “Supaya dia bisa berpikir sebelum bertindak, jika tidak semua masalah harus di selesaikan dengan otot, tapi juga menggunakan akal dan pikiran,” kata Frezan bijak.


Sementara Rara hanya diam saja.


Huft


Frezan menghembuskan nafasnya berat. “Maafin aku sayang, kali ini keinginan mu tidak aku kabulkan,” kata Frezan memeluk Rara dari belakang.


Frezan membalikkan tubuh Rara lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang.


“Karna perbuatan Elga, sampai sekarang Daniel belum juga sadar,” kata Frezan sembari memeluk Rara.


***


Rambutnya yang berantakan serta mengenakan baju tahanan, tak lupa pula pandanganya dia alihkan kepada wanita di hadapannya.


“Dyta selalu nyariin kamu sama Dyra,” ucap Kayla lalu Elga melihat tatapan mata Kayla.

__ADS_1


Tatapan kecewa wanita di hadapnya membuat Elga tidak bisa menahan air matanya, di rasa air matanya ingin turun dia mengusap matanya dengan kasar.


“Apa kamu bilang aku di tahan sama polisi?” Tanya Elga.


Kayla menggelengkan kepalanya, lalu mengusap air matanya. “Dyta selalu menangis cari kamu, aku selalu bilang ke dia kalau kamu sedang keluar negeri kerja,” kata Kayla membuat Elga tersenyum miris.


Bagaiamana jika kedua anaknya tau, jika papahnya di tahan sama polisi.


“Besar kemungkinan aku bakalan mendekam di penjara,” kata Elga. “Kurang lebih 15 tahun lamanya,” sambungnya.


“Apa harus berbohong sama anak-anak jika aku keluar negeri kerja selama itu? Dan tidak pernah pulang, atau tidak aku di penjara seumur hidup,” pasrah Elga membuat air mata Kayla menetes.


Kayla tidak bisa berkata lagi.


“Apa kamu mau nungguin aku selama itu?” Tanya Elga menatap manik mata perempuan di hadapnya.


“Aku yakin kamu bakalan bebas,” kata Kayla membuat Elga tersenyum miris.


“Tidak semudah itu, Kay,” kata Elga. “Tentunya Frezan nggak bakalan bantu aku, karna kamu taukan, Daniel adalah orang kepercayan Frezan. Mereka sudah kenal sejak SMA,” kata Elga.


“Gimana dengan aku, El? Gimana dengan anak-anak kita terutama Dyta? Aku bertiga butuh kamu,” isak Kayla membuat Elga langsung menggenggam tangan Kayla diatas meja.


“Gue nyesel, Kay!” Elga tidak bisa menahan air matanya, dia menangis sembari menggenggam tangan Kayla.


“Gue bodoh, Kay. Dan gue menyesal mukulin Daniel sampai kritis!” Elga sudah mengakui kesalahnya.


“Maafin aku, Kay!”


Kayla tidak bisa berkata lagi saat Elga menangis dan menyesali perbuatannya. Kayla tau, jika Elga benar-benar telah menyesali perbuatannya.


“Waktunya sudah habis,” kata polisi.


Elga melepaskan tanganya dari Kayla, lalu polisi mengambil tanganya, Kayla menangis melihat Elga sekarang ini.


“Jaga diri kamu Kay, jaga anak-anak,” kata Elga lalu Elga di bawa oleh polisi untuk kembali ke dalam penjara.


Sementara Kayla langsung terduduk di bawah lantai, hatinya sakit.


***


Smenetara Agrif sedari tadi menangis di dekat bansal Daniel.

__ADS_1


“Kakak cantik, papah lama banget tidurnya,” kata Agrif sembari menangis membuat Kayla mengusap air matanya.


Kondisi Daniel semakin hari semakin melemah.


“Papah, kok nggak bangun-bangun? Papah nggak mau anterin Agrif ke sekolah yah?” Tangis anak itu.


“Kakak cantik, bangunin papah, kakak cantik kan perawat pasti kakak cantik bisa,” pinta Agrif.


Dokter saja tidak bisa menjamin kondisi Daniel, apa lagi dirinya hanya calon perawat remehan.


“Kita berdoa aja yah,” kata Lea dengan lembut. “Semogah papah kamu cepat sadar,” lanjutnya mengusap rambut Agrif.


“Kapan?” Tanya anak itu.


“Kakak juga nggak tau,” jawab Lea membuat Agrif semakin menangis.


“Om itu jahat, dia buat papah nggak bangun-bangun, Agrif benci om itu!” tangisnya membuat Lea hanya bisa menangis.


***


Sementara Adelia sedang berbaring diatas bansal tempatnya di rawat, sudah tiga hari dia menjalankan kemoterapi.


Dia berusaha menggerakkan tanganya agar bisa menggapai rambutnya. Dengan susah payah, akhirnya dia bisa memegang rambutnya dan menarik rambutnya.


Dia menangis saat melihat di tanganya rambutnya rontok begitu banyak.


Ceklek


Ruangan Adelia di buka oleh dokter Kiki, dokter Kiki membawa nampan berisi makanan dia terkejut melihat Adelia menangis.


“Del, kamu kenapa?” Tanya Dokter Kiki namun Adelia hanya menangis saja.


Hingga matanya jatuh kepada tangan Adelia, dia menutup mulutnya saat melihat banyak sekali rambut di tangan Adelia.


Dokter Kiki langsung meletakkan makanan Adelia di atas nakas, dia langsung saja memeriksa rambut Adelia, sudah banyak rambut yang sudah rontok hingga nampak nyata.


Dokter Kiki langsung saja memeluk Adelia, kondisi Adelia semakin buruk, hari-hari kemarin rambutnya tidak rontok namun sekarang rambut Adelia sudah rontok dan banyak sekali.


“Kamu yang sabar,” kata dokter Kiki mencium kening Adelia.


Dokter Kiki tidak bisa berkata-kata lagi, apakah Adelia bisa sembuh atau tidak. Namun melihat kondisi Adelia membuat Dokter Kiki berpikir besar, jika Adelia tidak bisa bertahan lama.

__ADS_1


__ADS_2