Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Saya suaminya


__ADS_3

Sedari tadi Valen memikirkan kejadian pagi tadi. Kejadian pagi tadi yang kedua kalinya terjadi. Karna dia mencium punggung tangan Rifal yang kedua kalinya.


Valen menyungkirkan senyum tipisnya sembari mengusap air matanya kasar, Apapun takdir yang Tuhan berikan, gue harap bisa melewatinya.


"Lo kuat," kata Valen kepada dirinya sendiri. Dia berusaha menguatkan dirinya untuk menerima ini semuanya.


Apapun skenario tuhan tentang takdirnya, dia akan menerimanya dengan lapang dada.


Valen bersiap-siap untuk bertemu dengan kedua sahabatnya. Siang ini dia dan kedua sahabatnya bertemu direstoran untuk makan siang bersama.


Jika dipikir-pikir dia tidak pernah lagi kumpul bertiga untuk makan bersama. Untung saja jadwal untuk Valen dirumah sakit malam hari, sehingga dia tidak khawatir meninggalkan pekerjaannya untuk bersama dengan kedua sahabatnya.


Setelah bersiap-siap Valen mengendarai mobil sendiri untuk segera ke restoran untuk menemui kedua sahabatnya.


Dia menggunakan dres berwarna biru dengan rambut dia biarkan tergerai indah begitu saja.


Sekitar dua puluh menit mengendarai mobil kini Valen tengah sampai direstoran. Dia melangkahkan kakinya untuk segera masuk kedalam restoran menemui kedua sahabatnya.


"Valen!" panggil Kayla dengan melambaikan tangannya kearah sahabatnya itu.


Rara juga ikut melambaikan tangannya kearah Valen yang sedang berjalan kearahnya.


"Untung aja gue nggak punya jadwal siang, jadi bisa makan bareng sama kalian," kata Valen setelah duduk dikursi bersama dengan kedua sahabatnya.


Rara tertawa kecil. "Takdir kita ketemu," kata Rara dan dibalas anggukan kepala oleh kedua sahabatnya.


"Gimana hubungan lo dengan Rifal, Vs?" tanya Rara membuat Valen tersenyum kecil.


"Gue juga nggak ngerti," kata Valen dan dibalas anggukan kepala oleh Rara.


"Gue minta maaf yah, Va," ucap Kayla membuat Valen menggelengkan kepalanya kearah Kayla.


"Bukan salah lo, Kay," kata Valen sembari tersenyum agar sahabatnya itu tidak merasa bersalah.


Sementara Rara mengerutkan keningnya dalam-dalam karna tidak mengerti dengan arah pembicaraan kedua perempuan dihadapannya.


"Kalian ngomongin apa sih?" tanya Rara membuat Valen dan Kayla melirik Rara.


"Kepo!" Kayla dan Valen bersamaan mengucapakan kata tersebut membuat Rara mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Aku serius nanya, kalian bahas apa sih?" tanya Rara lagi .


"Makan dulu, kita 'kan kesini buat makan siang," kata Valen saat pelayan restoran telah datang membawa makanan yang mereka pesan tadi.


Kayla mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Valen. Ada baiknya mereka makan terlebih dahulu karna mereka juga sangat lapar.


Berbagai macam makanan yang dipesan oleh Kayla telah sampai dimeja makan.


"Yang traktir siapa nih, pesan makan banyak bener," canda Valen karna melihat berbagai macam makanan telah full diatas meja tempat mereka.


"Gue yang teraktir," kata Kayla membuat Rara mengangguk mengiyakan perkataan Kayla.


"Mentang-mentang bang Elga udah dapat kerja, jadi traktir kita," kata Rara membuat Valen tertawa kecil.


Valen sudah tau jika Elga sudah mendapatkan pekerjaan. Valen juga tidak mengerti dengan pemikiran kedua orang tua Rara tidak memberikan perusahaan kepada Elga. Padahal, Alvi dan Kevin orang berada tidak memungkinkan jika dia tidak memberikan warisan untuk Elga.


Namun, tidak ada yang tau alasan dibalik semua ini!


Rara yakin, orang tuanya melakukan semua ini ada alasannya. Mereka berdua kembar, jadi tidak mungkin jika mereka membedakannya. Hanya saja, Kevin ingin membiarkan Elga belajar kepada Frezan dulu.


Setelah berbincang-bincang kecil, mereka bertiga langsung makan karna mereka juga sudah sangat lapar.


Ting


Deg


Mata Valen dan pria mengenakan jas tersebut bertatapan dengan mata Valen. Bahkan Valen tidak jadi memasukkan makanannya kedalam mulutnya.


Kursi yang mereka duduki tidak jauh dari tempat pengunjung restoran datang.


"Kak Rifal!" Rara langsung memanggil Rifal dengan melambaikan tangannya kearah pria tersebut.


Yah, pria itu adalah Rifal dengan Nando berada disampingnya mendampingi dirinya.


Mata Rifal terarah kepada Rara dengan wajah sumringah melambaikan tangannya. Rifal menggelengkan kepalanya, ternyata perempuan itu tidak banyak berubah.


"Sini!" lanjutnya masih setia melambaikan tangannya kearah Rifal.


Nando mendongakkan kepalanya melihat asal tersebut karna sedari tadi dia memainkan handphonenya.

__ADS_1


"Mangsa baru nih," takjub Nando melihat wajah milik Rara yang sangat cantik menurutnya.


Rifal melirik Nando yang tengah melirik Rara. "Jangan macam-macam lo, Nan. Dia adik gue!" peringat Rifal kepada Nando sehingga Nando melirik Rifal yang tengah meliriknya.


"Adik atau hmmm," ucap Nando membuat Rifal berdesis.


"Dia udah punya suami, suaminya lebih seram daripada gue," kata Rifal mengingat wajah sangar milik Frezan membuat Nando meneguk Saliva nya susah payah.


Dalam benak Nando, mengapa cowok bermodel datar selalu saja mendapatkan wnaita yang cantik bin imut.


Rifal melangkahkan kakinya kearah Rara membuat Valen mengambil tisu membersihkan bibirnya dari sisa makanan saking tidak percayanya melihat Rifal ada disini.


Apa begitu cepatnya dia melaksanakan rapat? Mengapa dia tidak makan ditempat mereka rapat tadi? Mengapa harus makan disini?


"Duduk dulu," kata Rara mempersilahkan Nando dan Rifal untuk duduk terlebih dahulu.


"Kenalin, nama saya Fernando, asisten pribadi Rifal," kata Nando menjulurkan tangannya kearah Rara membuat Rara tersenyum ingin menyambut tangan Nando.


"Saya suaminya." Rara langsung saja terkejut, saat dia ingin menyambut tangan Nando tangan kekar seseorang lebih dulu menyambut tangan milik Nando.


Nando meneguk Saliva nya Inikan orang yang bekerja sama dengan Rifal tadi. Benar kata Rifal, bahkan dia lebih menyeramkan. Nando hanya bisa membatin melihat Frezan menatapnya dengan santai namun sorot matanya yang tajam dengan tangannya masih beradu dengan tangan Frezan saat ini.


Frezan langsung melepaskan tangannya lalu melirik Rara yang cengengesan kearahnya namun tidak dengan jantungnya berdetak kencang melihat tatapan Frezan.


Ternyata aura Frezan sangat berbeda jika dirumah.


"Habis makan langsung pulang, aku tunggu di rumah," bisik Frezan ditelinga Rara membuat bulu kuduk Rara meremang dengan bisikan yang sangat ngeri dari Frezan.


Sementara Daniel hanya menatap kearah Nando membuat Nando menggelengkan kepalanya. Entah mengapa akhir-akhir ini dia bertemu dengan orang-orang yang sangat berbeda dengan manusia yang biasa dia temui.


Daniel mengikuti langkah kaki Frezan keluar dari restoran sementara Kayla menatap punggung kokoh milik Daniel yang sudah pergi.


Dia nggak ngelirik gue sama sekali?


Rifal melirik kembali Nando menyungkirkan senyum tipis. "Gue kan udah bilang," kata Rifal membuat Nando memutar bola matanya malas kearah Rifal.


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi, kalau suaminya yang itu," kata Nando menekan setiap perkataannya kearah Rifal.


Pembawaan Frezan yang sangat tenang mampu membuat hati Nando memanas.

__ADS_1


"Makanya jangan jelalatan jadi cowok!" kini Kayla yang angkat bicara kepada Nando.


"Jangan sok kenal kamu," balas Nando membuat Kayla melototkan matanya kerah Nando.


__ADS_2