
Pukul sebelas malam Lea terbangun dari tidurnya karna tidak nyaman tidur diatas sofa. Gadis itu mengucek matanya lalu melihat kearah Nando yang Tengah tertidur lelap.
Dia mengambil bantal yang dia pakai tadi diatas sofa lalu dia simpan didekat Nando. Gadis itu mengambil bantal panjang lalu menyimpannya di tengah mereka berdua perbatasan antara Lea dan juga Nando.
"Awas aja macam-macam," ancam Lea kepada Nando yang tengah tertidur lelap. Dia membelakangi Nando lalu memeluk bantal guling yang wanginya identik dengan Nando.
Lea baru bisa tertidur nyenyak diatas kamar milik Nando. Mereka berdua tidur bersama dengan Lea membelakangi Nando dengan bantal guling ditengah-tengah mereka.
Sementara Rifal dan Valen sudah berada di alam mimpi mereka berdua. Mereka berdua tidur dikamar tamu.
Valen membuka matanya karna perutnya bunyi menandakan jika dia sedang lapar. Selama dia hamil dia selalu lapar dan ingin makan terus menerus.
"Fal," Valen membangunkan Rifal dengan suara pelan. Dia ingin menyuruh Rifal untuk membuatkanya makanan. Dia ingin kedapur tapi rasa mager itu menghampiri dirinya jadi dia membangunkan Rifal.
"Fal, aku lapar," rengek Valen. Ini yang kedua kalinya Valen membangunkan Rifal setelah perihal kunci tadi.
"Apa lagi, Len?" tanya Rifal hampir prustasi. Dia merasakan ketidkanyamanan selama dia tidur disini, apa lagi Valen selalu merengek kepadanya.
"Aku lapar," kata Valen lagi membuat Rifal berusaha membuka matanya meski matanya selalu ingin tertutup.
"Fal," rengek Valen lagi karna Rifal ingin kembali menutup matanya.
"Iya Len, ini aku bangun," kata Rifal lalu berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Rifal membasuhi wajahnya dengan air kran sehingga matanya sudah tidak sayu lagi. Jika satu minggu dia seperti ini dia yakin akan menjadi stress.
Dia keluar dari kamar mandi dan melihat Valen sedang berbaring sedang menatapnya.
"Mau makan apa?" tanya Rifal dengan suara khas bangun tidur.
"Kok nanya kayak gitu sih?" protes Valen yang melihat wajah Rifal hanya datar saja. Bagaimana tidak jika dia baru saja bangun tidur dengan cara paksa.
Rifal tersenyum kearah Valen. "Mau makan apa?" tanya Rifal membuat Valen tersenyum tipis.
__ADS_1
"Nasi goreng," jawab Valen.
"Ok, kamu tungguin aku disini," kata Rifal lalu melenggang pergi.
"Jangan lama-lama, Fal. Aku udah lapar," kata Valen dan dibalas anggukan kepala oleh Rifal.
Valen kembali tidur sembari menunggu makanan yang akan dibawakan oleh Rifal, suaminya.
Rifal membuka kulkas makanan yang berada di apartemen milik Nando. Selama ini dia tidak pernah memasak nasi goreng dia hanya pandai rebus mie instan dan juga goreng sosis. Dan sekarang, Valen menyuruhnya untuk membuat nasi goreng.
Rifal mengusap wajahnya kasar, dia juga mengantuk namum keinginan Valen harus lebih dulu dia laksanakan. Dia melirik jam di pergelangan tanganya sudah pukul setengah dua belas malam. Niatnya ingin memesan lewat gofod namun sudah tengah malam jadi niatnya dia urungkan.
Dia mengambil mentegah dalam kulkas lalu mengambil tempat penggorengan yang sedikit kecil.
Rifal mengambil saos dan juga kecap diatas lemari lalu dia simpan di dekat kompor.
Dia berjalan kearah pemanas untuk mengambil nasi. Rifal membuka pemanas tersebut isinya hanya nasi yang sudah tidak layak untuk dibuatkan nasi goreng karna nasi tersebut sedikit hangus membuat Rifal bernafas berat.
Apakah dia juga harus memasak nasi? Rifal tidak pernah melangkah sejauh ini.
Dia mencuci beras hingga tiga kali sesuai yang dia lihat di youtube. Lepas itu dia menyalakan kompornya lalu menaikkan nasinya keatas kompor.
"Ribet banget!" keluh Rifal sembari brjalan ditempat meja makan dengan berjalan gontai. Dia mendudukkan bokongnya lalu menyandarkan kepalanya diatas meja sembari melihat nasi yang dia masak.
Sementara Valen sudah tertidur nyenyak diatas tempat tidur sementara Rifal sedang berjuang membuatkanya nasi goreng.
Beberapa menit kemudian nasi yang dimasak oleh Rifal sudah matang, dia tersenyum simpul melihat nasi yang dia buat hampir sempurna.
Dia mengambil loyan lalu dia masukkan mentegah lalu nasi lalu dia mengambil penyedap rasa. Mungkin sedikit repot karna dia melihat nya di YouTube.
Setelah nasi yang diatas loyang dia aduk sudah merata, dia memberikannya saus manis lalu kecap manis lepas itu dia aduk kembali.
"Akhrinya," setelah beberapa menit bertempur di dapur akhirnya nasi goreng buatanya sudah masak juga.
__ADS_1
Dia mengambil mangkok lalu menyimpan nasi goreng tersebut. Wangi nasi goreng buatanya mampu membuatnya juga lapar. Dia menyicipi nasi goreng buatanya.
"Rasanya tidak terlalu buruk," kata Rifal memasukkan nasi goreng tersebut kedalam mulutnya lalu meninggalkan dapur. Dia tidak peduli seberapa berantakanya dapur apartment milik Nando sekarang ini berkat ulahnya.
Cek lek
Rifal membuka pintu kamar dia melihat Valen tengah tertidur nyenyak dengan menggunakan selimut sehingga wajahnya yang alami dapat dilihat oleh Rifal.
"Cantik," puji Rifal berjalan mendekati Valen.
"Valen," panggil Rifal kepada Valen dengan suara kecilnya. "Nasi gorengnya udah masak," lanjutnya berharap Valen akan bangun.
"Bangun, kalau nggak bangun aku makan kamu nih," ancam Rifal membuat Valen langsung membuka matanya. Dia sudah paham apa maksud Rifal.
Rifal tersenyum kemenangan kearah Valen sementara Valen mengerucutkan bibirnya kearah Rifal.
"Makan dulu, aku udah susah payah buatin kamu nasi goreng," kata Rifal sehingga Valen duduk ditepi ranjang.
"Nggak cuci muka dulu?" tanya Rifal dan dibalas gelengan Kepala oleh Valen.
"Lama banget sih buatnya, aku sampai ketiduran nungguinnya," keluh Valen sembari memakan nasi goreng yang di suapkan oleh Rifal.
"Maaf, aku masak nasi tadi. Jadinya lama," kata Rifal dan ikutan makan nasi goreng juga bersama dengan Valen.
"Enak juga," kata Valen membuat Rifal tersenyum simpul.
"Jangan lihat enaknya, tapi lihat perjuangan suami kamu buat nasi goreng Tengah malam begini," kata Rifal dan dibalas anggukan kecil oleh Valen.
"Makasih," kata Valen. "Udah mau aku repotin buat makanan," lanjutnya dan dibalas gelengan Kepala oleh Rifal.
"Kamu nggak repotin aku, lagian ini juga demi anak kita. Aku tau ini semua keinginan anak dalam perut kamu itu. Aku udah kenal sama kamu cukup lama jadi aku tau kebiasaan kamu. Selama ini kamu nggak pernah jago ngebantah, manja, dan makan Tengah malam. Baru kali ini kamu kayak gitu itu semua terjadi semenjak kamu hamil," kata Rifal seraya memberikan air putih untuk Valen.
"Maaf, kalau sifat aku selama ini buat kamu risih."
__ADS_1
"Aku suka kalau kamu manja sama aku, cukup sama aku aja sikap manja kamu ini."