
Rifal berjalan menghampiri Valen lalu memeluk erat wanitanya. “Aku senang kalau kamu suka tempat ini,” ujar Rifal membawa Valen kedalam dekapanya.
“Mau mandi?” Tanya Rifal dan dibalas anggukan kepala oleh Valen.
“Yaudah, ganti baju,” ucap Rifal.
Cup
“Iyya sayang,” balas Valen seraya mencium pipih suaminya itu lalu berdiri dari tempat tidurnya untuk berjalan menuju kopernya untuk mengambil baju.
Rifal yang mendapatkan ciuman dari Valen memegang pipihnya lalu tersenyum kecil.
“Ayok,” ajak Valen yang telah siap dengan baju yang akan dia pakai mandi di kolam renang. Dia mengenakan pakaian yang mirip bikini, lebih tepatnya memang bikini.
“Kamu mau goda aku yah, Len?” celetuk Rifal tersenyum nakal kearah Valen yang mengenakan pakaian yang sangat menggoda.
Dia mengenakan bikini berwarna biru, atasan bikin yang dia kenakan hanya sampai di pusarnya saja. Sehingga pusar miliknya terlihat jelas di tambah lagi kulitnya yang putih bersih tanpa cacat sama sekali.
Sementara celana yang dia kenakan sampai paha.
“Kita kan mau mandi, jadi wajar ajalah kalau aku pake bikini,” tandas Valen, sementara Rifal hanya mengangkat kedua bahunya,
“Tugas istri memang menggoda suaminya,” tutur Rifal membuat Valen memutar bola matanya malas.
“Aku memang mau goda kamu di kolam renang. Puas!”
Rifal tertawa kecil mendengar ungkapan Valen. Dia mengusap rambut Valen. “Kalau sama aku, jadi istri sholehot. Kalau di belakang aku, jadi istri sholeha,” tawa Rifal membuat Valen menghentakkan kakinya dengan kesal.
“Kapan mandinya kalau kita ngobrol terus,” cetus Valen. Karna badanya sudah ingin merasakan mandi di kolam renang dengan sensasi yang berbeda dengan kolam renang yang berada di rumahnya.
Rifal memegang pundak Valen, membuat wanita itu meneguk salivanya susah payah. Dia yakin jika suaminya ingin melakukan suatu hal dulu sebelum langkah kaki mereka menuju kolam renang.
Rifal mendekatkan wajahnya kepada Valen, membuat Valen refleks memejamkan matanya. Dia tau apa yang akan terjadi pada dirinya nanti.
Rifal mencium bibir Valen dengan penuh kelembutan, sehingga Valen merasakan kenyamanan setiap Rifal mencium sudut bibirnya.
Valen tidak tinggal diam, dia juga membalas ciuman Rifal.
“Emhhhhh.”
__ADS_1
Valen mengeluarkan suara hirotisnya saat merasakan tangan Rifal telah memegang sesuatu yang selalu dia sentuh.
Sementara Rifal yang mendengar lenguhan keluar dari mulut Valen tadi membuatnya semakin meronta-ronta.
Valen susah mengimbangi ciuman Rifal saat ini, padahal tadi dia bisa mengimbangi ciuman Rifal padanya.
Valen memundurkan langkah kakinya, karna merasa Rifal memajukan dirinya. Rifal melepaskan ciumannya, memberikan ruang untuk Valen menghirup nafas karna dia telah mencium wanita itu tanpa jedah.
Mata Rifal sudah terkabut nafsu, membuat Valen sudah tau arah apa yang di tempuh Rifal. Apa lagi dia mengenakan pakaian seperti ini, yang membuat sesuatu milik Rifal meronta-ronta,
Rifal menyelipkan anak rambut Valen dengan lembut. ''Kita lakuin itu dulu yah, baru mandi,'' pintah Rifal dengan suara beratnya.
Sebagai wanita yang sudah berumah tangga, tentunya Valen tau apa yang di maksud oleh suaminya itu.
''Iyya,'' balas Valen seraya menganggukkan kepalanya kakuh.
Rifal membaringkan tubuh Valen diatas tempat tidur yang di hiasi bunga-bunga yang sangat romantis.
''Fal.” panggil Valen kepada suaminya sebelum suaminya itu ingin melakukan aksinya.
''Kamu pelan-pelan yah, aku lagi hamil,'' cicit Valen dan dibalas anggukan kepala oleh Rifal.
''Aku mainya tenang, nggak kasar,'' ungkap Rifal membuat Valen mengangguk kakuh.
***
Pukul lima sore, Rifal dan juga Valen masih berbaring diatas tempat tidur yang sudah berantakan akibat ulah mereka berdua.
Mereka masih menutupi tubuhnya dengan selimut, akibat pertempuran tadi mereka jadi lelah sehingga tidak jadi berenang di kolam renang.
Badan Valen serasa ingin remuk, Rifal begitu kuat sehingga tidak memberikan jeda kepada Valen untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Rifal terlebih dahulu membuka matanya, dia melihat tangan Valen memeluk tubuhnya dengan keras. Valen masih lelap dengan tidurnya, rasanya sangat berat jika dia ingin membuka matanya.
Rifal mencium kening Valen, lalu turun dari tempat tidurnya dengan melepaskan tangan Valen dengan pelan-pelan. Takut jika wanita itu bangun dari tempat tidurnya.
Rifal mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya tanpa sehelai benang. Lalu dia memperbaiki selimut milik Valen.
Langkah kakinya membawanya menuju kamar mandi, dia ingin segera mandi karna merasakan kulit tubunya yang lengket akibat keringat pertempuran tadi bersama sang istri.
__ADS_1
Rifal menyalakan keran air lalu membasuhi wajahnya dengan air yang segar, dia melihat wajahnya di depan cermin lalu tersenyum hangat.
“Nggak lama lagi gue bakalan punya anak,” gumam Rifal dengan senyum yang terlihat begitu senang.
Diantara teman-temanya, dia yang lebih dulu menikah. Namun dia yang lambat menjadi seorang ayah.
Akibat kesalahan, dan juga ketidakcocokannya dengan Valen saat itu, apa lagi mereka menikah saat menduduki bangku SMA. Bisa di katakan usia mereka saat itu masih sangat muda.
Rifal mengisi air kedalam bathub lalu memasukkan pewangi yang akan menajaga keharumannya.
Rifal melepaskan handuknya lalu masuk kedalam bathub seraya memejamkan matanya.
“Akhirnya,” beo Rifal setelah tubunya menyentuh air yang sangat dingin dan wangi, membuat otaknya menjadi rileks.
Tok….Tok…Tok…
Rifal membuka matanya setelah mendengar ketukan pintu dari luar.
“Fal.”
Rifal yang sudah tidak asing dengan suara tersebut langsung tersneyum.
“Masuk saja sayang, pintunya tidak aku kunci!” sahut Rifal dari dalam kamar mandi.
Sengaja Rifal tidak mengunci kamar mandi. Karna Disini hanya ada dia dan istrinya saja.
Valen langsung membuka pintu kamar mandi, dan langsung melihat kearah suaminya yang sedang berendam di dalam bathub dipenuhi dengan busa sabun.
“Mandi nggak ngajak-ngajak!” ngambek Valen secara mengucek matanya yang baru saja bangun dari tidurnya dan mencari keberadaan Rifal.
Sebenarnya dia masih ingin tertidur, namun Rifal tidak berada di sampingnya.
“Kamu tadi tidur. Aku nggak tega bangunin kamu,'' Balas Rifal.
“Ayok sini sayang, kita mandi bareng,'' ajak Rifal. Tanpa banyak bicara, Valen langsung melepaskan bikini yang dia kenakan membuat Rifal tertawa geli melihat tingkah Valen.
Valen sama seperti Rifal, tidak mengenakan sehelai benang masuk kedalam bathub. Hanya saja busa sabun yang menutupi seluruh tubuh mereka dan hanya terlihat wajahnya.
“Pelan-pelan,” tutur Rifal pada Valen.
__ADS_1
Mereka berdua sudah berhadap, Rifal langsung memegang perut Valen yang sudah sedikit membuncit.
“Baik-baik yah didalam nak, meskipun Daddy mu ini sering main kedalam,” tawa Rifal membuat Valen menjadi malu dengan apa yang dikatakan oleh suaminya sendiri.