Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Papah bangun


__ADS_3

Sinar matahari pagi masuk kedalam ruangan Daniel melalui celah gorden ruangan. Agrif yang masih tertidur di atas sofa membuka matanya dengan perlahan-lahan.


Bibi yang melihat tidur Agrif terganggu langsung menutup rapat gorden ruangan Daniel.


''Bi,'' panggil anak itu dengan kesadaran belum sepenuhnya terkumpul.


‘’Kakak cantik udah ada?'' Tanya Agrif dengan penuh harap.


Bibi menggeleng, menandakan kakak cantik yang di maksud Agrif belum datang.


Sudah jam 9 pagi, Lea belum juga datang kerumah sakit.


Agrif memasang wajah sedih, padahal dia berharap saat bangun Lea sudah ada di sini, membawakannya makanana kesukaannya, yaitu nasi goreng. Dan menyuapinya sarapan pagi ini.


Namun saat bangun, Lea tidak ada di sini.


Bibi datang membawa nampan berisi nasi putih, ayam goreng dan sayur sup kesukaan Agrif.


''Sini bibi bantu cuci muka,'' tawar Bibi membuat Agrif menggelengkan kepalanya seraya bangun dari sofa.


Anak itu duduk sila diatas sofa seraya menatap makanan yang di bawa bibi. Bibi meletakkan makanan itu diatas meja.


Agrif menatap makanan itu lalu berkata. ''Agrif maunya nasi goreng,'' lesuh anak itu lalu menatap bibi di hadapnya yang tersenyum hangat.


''Kalau begitu, bibi ke kantin dulu beliin nak Agrif nasi goreng yah,'' ucap bibi dengan lembut membuat Agrif menggelengkan kepalanya.


''Agrif mau makan nasi goreng, tapi di suap sama kakak cantik,'' aduh anak itu membuat bibi kembali tersenyum lambat.


‘’Pagi ini kamu makan di suap sama bibi yah. Kakak cantik kamu lagi sibuk kuliah,'' rayu bibi dengan penuh harap jika anak tempatnya bekerja mau sarapan jika dia yang menyuapinya.


''Agrif akan makan kalau kakak cantik udah ada,'' jawab anak itu dengan menguap kecil. Dia masih mengantuk karna semalam dia lanjut menangis saat dari kantin bersama dengan dokter Nathan.


‘’Agrif mau di suap nasi goreng sama kakak cantik,'' jawab anak itu dengan penuh harap.


''Agrif rindu sama kakak cantik. Dari kemarin sampai sekarang Agrif belum lihat kakak cantik,'' curhat anak itu.


''Untuk saat ini, biarkan bibi yang suap nak Agrif yah,'' pintah bibi dengan penuh harap Agrif mengiyakan.


Agrif kembali menggelengkan kepalanya tanda menolak penawaran sang bibi.

__ADS_1


‘’Agrif kangen sama Kakak cantik,'' sedihnya.


‘’Kakak cantik lagi sibuk kuliah, nanti kalau udah pulang kuliah dia pasti bakalan kesini,'' bibi kembali merayu Agrif agar mau makan di suap oleh dirinya.


''Agrif nggak lapar.''


Krukkk


Bertepatan dengan Agrif mengatakan tidak lapar, perutnya berbunyi membuat bibi tersenyum jahil kearah Agrif, sehingga anak itu menjadi malu.


''Kamu bilang nggak lapar, tapi perut kamu minta asupan makanan,'' goda bibi membuat Agrif mengerucutkan bibirnya.


‘’Kamu makan yah nak. Nanti kalau udah makan, bibi janji bakalan Telfon kakak cantik,'' janji bibi membuat Agrif tersenyum sumringah.


''Janji?''


''Janji.''


‘’Yaudah, Agrif mau makan,'' ucap anak itu seraya turun dari sofa. ''Agrif mau cuci muka dulu.'' Lepas itu, Agrif masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka.


Tidak lama kemudian, Agrif keluar dari kamar mandi dengan wajah cerah. Kecil-kecil ketampananya sudah meresahkan saja.


Bibi langsung menyuapi Agrif nasi ayam goreng, bibi tidak jadi membeli nasi goreng di kantin karna Agrif mengatakan ini saja. Karna dia juga sudah lapar.


''Enak?'' Tanya bibi.


''Enak kok, Bi,'' jawab Agrif seraya mengunyah makananya membuat bibi tersneyum lembut.


Bibi terus menyuapi Agrif, hingga makanan didalam piring habis.


''Minum dulu.'' Bibi menyodorkan air kepada Agrif lalu anak itu meneguknya hingga tandas.


Agrif tidak ke sekolah pagi ini, alasannya karna hari ini ada pelajaran ipa. Pelajaran yang tidak dia sukai. Setiap pelajaran ipa , Agrif selalu tidak masuk karna anak itu tidak menyukai pelajaran ipa.


Tapi jika soal tau, anak itu tau mengenai pelajaran di sekolahnya. Hanya saja dia tidak menyukai pelajaran ipa karna membuatnya harus berpikir keras dengan dirinya yang malas berpikir karna usinya masih anak-anak.


Di sekolah yang dia tempati semua pelajaran ada di sana. Sekolah tempatnya merupakan sekolah anak orang kaya semua. Bahkan, guru datang kerumah muridnya jika ada yang ingin di perjelas pelajarannya.


Bibi membereskan bekas makanan Agrif, lalu mencuci piring. Sementara Agrif sudah berada di bansal milik Daniel.

__ADS_1


Anak itu mencium tangan Daniel begitu lama.


''Pah,'' panggil anak itu dengan suara lirih. ''Agrif kangen papah,'' lanjutnya dengan suara yang menahan tangis.


‘’Papah kapan buka mata. Dan lihat Agrif,'' lanjut anak kecil itu masih menggenggam tangan Daniel dengan erat.


''Pah, nggak lama lagi Agrif terima rapor di sekolah. Siapa yang ambilin rapor Agrif di sekolah?'' keluh anak itu dengan wajah cemberut menahan tangis.


''Nggak mungkin kalau bibi yang ambilin rapor Agrif, pah,'' ungkapnya kepada Daniel yang masih memejamkan matanya.


''Karna kata ibu guru, yang harus datang orang tua.''


Agrif terus mengoceh hampir satu jam lamanya mengeluarkan unek-uneknya kepada Daniel.


''Pah,'' panggil anak itu setelah lima menit terdiam. ‘’Agrif kangen papah!'' Agrif langsung memeluk Daniel dengan berlinang air mata.


''Ayok pah bangun!''


Anak itu menangis tanpa suara, ''Pah, Ayok bangun. Bentar lagi Agrif bakalan terima rapor. kita ke sekolah Agrif pah ambil rapor Agrif. siapa yang ngambil rapor Agrif pah kalau papah nggak bangun!''


''Pah,'' panggilnya lagi dengan suara lirih. ''Agrif sendiri Disini pah, nggak ada mamah yang nemenin Agrif. Karna mamah udah pergi sama bidadari dan mamah udah jadi bidadari kata papah. Tapi papah jangan pergi yah sama bidadari papah. Karna Agrif akan sendiri di sini pah!''


''Pah, Agrif sendiri di sini, hiks…hiksss!''


‘’Papah udah lama tutup mata, kenapa papah belum bangun!''


Bibi langsung berjalan kearah Agrif, lalu memeluk anak itu mengusap rambut Agrif dengan penuh kasih sayang.


Dia kasihan, bagaiamana jika Daniel benar-benar pergi menyusul istrinya dan meninggalkan Agrif di sini. Apa lagi bibi tau, Daniel tidak mempunyai keluarga lagi.


Daniel sudah tidak mempunyai keluarga dari kedua orang tuanya. Smenetara keluarga dari mamah Agrif entah dimana, karna mereka tidak pernah datang melihat cucu mereka selama anaknya meninggal.


Bagi mereka, anaknya itu mati karna kehadiran Agrif. Sehingga saat mamah Agrif sudah melahirkan Agrif. Dan disitu pula dia pergi meninggalkan Daniel dan anaknya.


Menurut mereka, Agrif hanya anak sial karna kehadirannya anak kesayangan mereka pergi selama-lamanya.


‘’Jangan menangis nak, bibi masih ada di sini,'' ucap bibi mengusap rambut Agrif.


...Bibi menggendong Agrif menuju kursi sofa seraya mengusap air matanya yang keluar dari pelupuk matanya yang hanya melihat dan menatap kesedihan saja....

__ADS_1


__ADS_2