Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Permohonan terakhir


__ADS_3

“Aku minta tolong sama dokter sekali lagi.”


Permohonan tersebut nampak terdengar sangat piluh, di ruangan VVIP nampak seorang gadis yang berbaring tanpa bisa melakukan apapun memohon kepada dokter cantik bername tag Kiki.


Dia yang bertugas memeriksa kondisi Adelia, karna Valen sedang melakukan operasi di tambah lagi dia menjaga suaminya, Rifal.


Sementara Nathan sedang keluar kota, sebenarnya yang bertugas memeriksa Adelia adalah Dokter Nathan dan juga Valen.


Namun mereka berdua ada kendala. Sehingga dokter Kiki yang menghandel untuk sementara waktu.


Dokter cantik tersebut menarik nafasnya panjang. “Maaf, saya tidak bisa. Saya takut jika dokter Valen salah paham dengan saya,” tolak dokter Kiki dengan halus.


Dia tidak mau jika Valen teman barunya salah paham kepadanya.


“Aku mohon,” Adelia berusaha menggerakkan tanganya untuk menelengkupkan kedua tanganya untuk memohon pada dokter Kiki.


Karna kondisinya yang lumpuh membuatnya sangat susah bergerak.


“Jangan di paksakan untuk bergerak,” ucap dokter Kiki.


“Kalau begitu saya mohon, temani saya untuk menemui Kak Rifal,” pinta Adelia dengan piluh kepada dokter Kiki.


“Sekali lagi saya minta maaf,” kata dokter Kiki.


Air mata Adelia turun membasahi pipihnya. “Saya ingin melihat kondisi kak Rifal, apa lagi kondisi dia sedang buta,” isak Adelia. Dia sangat ingin melihat kondisi Rifal.


Dokter Kiki tersenyum kearah Adelia. “Bukankah kamu sudah membencinya? Kamu sendiri yang mengatakannya, jika kamu membencinya karna dia telah ingkar janji, dan sekarang kamu ingin menemuinya lagi,” kata dokter Kiki mengingat perkataan Adelia saat menjenguk Rifal saat Rifal belum sadar.


Dokter Kiki sangat ingat betul, saat Adelia menangis di dekat Rifal sembari berkata membenci pria itu. Namun mengapa gadis itu tetap ingin melihat kondisi Rifal.


“Lebih baik kamu makan, kondisi kamu belum sembuh. Kamu tidak lihat badanmu sangat kurus,” kata dokter Kiki sembari menyiapkan bubur untuk Adelia.


“Aku salah,” kata Adelia dengan piluh disertai dengan isakan kecil. “Ternyata rasa cinta lebih besar daripada rasa benci ku,” lanjutnya membuat pergerakan tangan dokter Kiki terhenti.


“Aku mencintainya dan juga membencinya, tapi rasa cintaku lebih besar di banding rasa benci ku,” isaknya dengan berderaian air mata.


“Aku mohon temani aku untuk menemuinya,” kata Adelia.


Hhft

__ADS_1


Dokter Kiki mengembuskan nafasnya gusar, dia pikir gadis itu sudah melupakan Rifal namun ternyata rasa cintanya mengalahkan rasa bencinya.


“Kalau dokter Kiki tidak bisa hari ini, besok juga tidak apa-apa,” kata Adelia lagi.


“Kemungkinan besar, besok Rifal sudah balik. Saya juga tidak janji, karna siapa tau saja saya ada jadwal operasi sehingga saya tidak bisa menemani kamu menemui Rifal,” kata Dokter Kiki.


“Kalau begitu, nanti saja,” kata Adelia dengan penuh harap.


“Tap-“


“Aku mohon dokter Kiki, aku ingin melihat kak Rifal sebelum dia pulang,” Adelia kembali melanjutkan permohonannya pada dokter Kiki.


“Aku janji, ini pertama kalinya aku menemui kak Rifal,” lanjutnya dengan sedih membuat hati dokter Kiki seperti teriris saat gadis itu mengatakan terakhir kali.


“Kamu akan merasa sedih jika Rifal mengusir mu, tentunya dia tidak mau kalau kamu ada. Apakah kamu tidak ingat saat kamu memintanya untuk menemani mu untuk kemoterapi dia menolaknya mentah-mentah.” Peringat dokter Kiki, agar gadis itu tidak meminta.


“Aku nggak akan bersuara, kak Rifal juga nggak akan tau kehadiran aku karna dia buta,” kata Adelia.


“Aku janji, ini terakhir kalinya aku menemui kak Rifal,” gadis itu kembali berjanji pada dokter Kiki.


'


“Ini janjiku pada dokter Kiki, aku nggak akan menemui kak Rifal lagi. Aku ingin menemuinya untuk terakhir kali,” kata Adelia kembali berusah menggerakkan tanganya untuk menggenggam tangan dokter Kiki.


Dokter Kiki langsung memegang tangan Adelia.


“Saya akan menemani kamu untuk menemui Rifal, dengan satu syarat,” kata dokter Kiki.


“Katakan,” Adelia langsung berkata dengan cepat.


“Kamu harus berobat dan rutin melakukan kemoterapi,” kata Kiki membuat Adelia terdiam. “Kamu tau, kanker dalam tubuh semakin menggerogoti tubuh kamu karna kamu tidak ingin kemo.”


“Aku mau.”


Adelia langsung mengiyakan, tidak salah lagi dokter Kiki mengajukan syara ini agar gadis itu mau berobat, karna terakhir kalinya Adelia kemo saat Rifal datang keruanganya bersamaan dengan kecelakaan Rifal.


“Janji?” Dokter Kiki menelengkupkan jari kelingkingnya di jari kelingking Adelia yang sangat kurus.


“Aku janji.”

__ADS_1


Adelia menangis membuat dokter Kiki ikutan menangis, Adelia sudah memikirkan dengan baik jika ini terkahir kalinya dia menemui Rifal.


“Bolehkah aku memeluk dokter Kiki?” Tanya Adelia.


Dokter Kiki mengangguk. “Boleh,” jawab dokter Kiki lalu memeluk tubuh Adelia yang sangat kurus.


“Kamu harus kuat. Kamu harus berjuang untuk sembuh dari penyakit kamu,” kata dokter Kiki sembari memeluk Adelia.


“Terimaksih,” kata Adelia dengan lesuh. “Terimaksih selalu membantu aku,” lanjutnya dan dibalas anggukan kepala oleh dokter Kiki.


Mengingat percakapanya dengan Adelia tadi membuat hati dokter Kiki terasa teriris, saat ini dia melangkah menuju ruangan Adelia untuk memenuhi keinginan gadis itu untuk bertemu dengan Rifal untuk terakhir kalinya, katanya seperti itu.


Dokter Kiki sudah memberitahukan dokter Nathan jika Adelia sudah ingin melakukan kemo, membuat Nathan penasaran bagaimana Kiki membujuk Adelia untuk berobat.


Dan dokter Kiki mengatakan, jika dia akan menceritakan semuanya jika dokter Nathan sudah kembali ke Jakarta.


Secepatnya dokter Nathan pulang untuk melakukan tugasnya kembali. Setelah kepulangan Nathan nanti mereka akan melakukan kemo kepada Adelia.


Dokter Kiki sudah memberitahukan dokter Hamka untuk meminta bantua menyediakan seluruh alat medis yang di perlukan karna penyakit Adelia bukan hanya lumpuh saja tetapi juga kanker.


Kiki akan membawa Adelia keruangan Rifal setelah dokter Valen melakukan operasi. Sekitar satu jam lagi dia akan melakukan operasi.


Setidaknya Kiki bernafas legah karna Adelia sudah mau melakukan pengobatan yang selama ini tertunda karna perempuan itu tidak mau berobat.


“Dokter Kiki!” Panggil seseorang membuat pergerakan tangan dokter Kiki yang ingin membuka pintu ruangannya terhenti.


Dokte Kiki seperti tidak asing di hampir oleh pria yang berjalan kearanya, dia seperti pernah melihatnya.


“Siapa?” Tanya dokter Kiki.


Pria itu langsung melepaskan kacamatanya membuat Dokter Kiki langsung mengenal pria di hadapnya.


“Nando kan?”


“Yah.”


Nando tersenyum ramah kearah dokter Kiki. “Saya dengar Rifal sudah bisa pulang nanti, sehingga dokter Valen menelfon saya untuk menemani Rifal karna dia ingin melakukan operasi satu jam lagi, dan kebetulan saya melihat dokter Kiki jadi saya menyapa dokter Kiki.”


Jleb

__ADS_1


Ini semakin sulit bagi dokter Kiki untuk membawa Adelia keruangan Rifal karna ada Nando yang ingin mengaja pria itu. Pria itu masih mengenakan jas kantornya.


__ADS_2