Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Berkunjung ke kampus, Lea


__ADS_3

Rifal memarkirkan mobilnya di parkiran tempat tamu tertentu. Sebelum berangkat ke kampus tempat Lea kuliah, dia sudah menelfon kaprodi Lea.


Sehingga, kedatangan Rifal dan sang istri sudah di tunggu-tunggu. Sebelum keluar dari mobil, Rifal memakai kacamata hitamnya membuat Valen menggelengkan kepalanya melihat Rifal.


“Mau tebar pesona sama siapa?” Ejek Valen seraya mengambil tasnya.


Rifal dengan santainya melirik Valen mengenakan kacamata hitam miliknya, lalu berkata. “Kenapa? Kamu cemburu yah? Takut kalau di dalam ada dosen mudah?” ucap Rifal membuat Valen tersenyum meremahkan.


“Kalau dia lebih cantik dari aku, tentu saja aku cemburu. Kalau dia dibawah standar, tentu saja tidak,” balas Valen seraya keluar dari mobil membuat Rifal tertawa kecil dengan apa yang dikatakan oleh Valen.


Kecantikan Valen sudah tidak perlu di ragukan lagi. Apa lagi dia wanita blasteran membuat wajahnya sangat cantik.


Rifal tidak akan menyia-nyiakan sosok seperti Valen. Cantik, pintar dan mau bertahan dengan sikapnya selama bertahun tahun ini.


Rifal berjalan di koridor kampus mengenakan kacamata hitam sehingga membuat pria itu semakin tampan dilirik. Tanganya yang kekar menggenggam erat tangan sang istri membuat Valen menggelengkan kepalanya.


Mahasiswa di koridor terpesona melihat Rifal dan juga Valen berjalan menuju ruangan kaprodi.


“Tampan dan cantik.”


“Serasi banget sih!”


“Itu dokter Valen. Dokter yang pernah ngajarin kita pas praktek di rumah sakit bersama dengan dokter Nathan.”


Rifal yang tidak sengaja mendengar nama tersebut berdecih pelan.


“Ketampanan dokter Nathan nggak kalah dengan ketampanan suami Dokter Valen. Dia beribawa banget.” Mahasiwa masih mengeluarkan suaranya.


Rifal tersenyum mendengar perktaan tersebut.


“Gue emamg tampan,” beo Rifal dengan pelan membuat Valen tertawa kecil.


Pintu ruangan kaprodi langsung dibuka oleh satpam saat melihat kedatang Rifal dan juga istri.


“Silahkan masuk.”


Valen mengangguk lalu masuk kedalam ruangan tersebut. Dia sudah melihat dosen yang berumur 35 tahun tengah duduk di kursinya.

__ADS_1


“Silahkan duduk dokter Valen dan suami,” dosen sekaligus ketua kaprodi Lea di jurusan perawat mempersilakan Valen dan juga Rifal duduk.


“Tumben tumbena bapak dan ibu datang kesini, ada yang bisa saya bantu?” Tanya dosen itu dengan ramah.


Valen ingin angkat bicara, namun Rifal lebih dulu mengangkat bicara.


“Tentu saja ada. Jika tidak ada, mana mungkin saya dan istri mau datang kesini,” ketus Rifal seraya melepaskan kacamatanya membuat Valen mencubit lengan suaminya itu.


Valen merasa tidak enak, dengan dosen di hadapnya dengan nada bicara yang ketus.


Dosen tersebut hanya tersenyum, ternyata benar apa yang dikatan orang-orang, jika sosok Rifal adalah sosok yang tidak mudah akrab dengan orang. Apa lagi jika orang itu tidak penting menurutnya. Itulah yang dia pikirkan.


“Maafkan nada bicara suami saya,” merasa tidak enak, Valen mewakili suaminya untuk minta maaf.


“Tidak apa-apa,” kata dosen itu seraya tersenyum tipis kearah Valen.


“Kamu ngapain minta maaf?” ucap Rifal sehingga tatapan suami istri itu bertemu membuat dosen di hadapnya memperhatikan keduanya.


“Kamu diam, kalau kamu ngomong tanpa aku suruh kamu akan tidur diluar,” ancam Valen membuat dosen itu tersneyum tipis membuat Rifal mampak kesal.


“Maksud dan tujuan saya kesini ingin meminta bapak untuk menetapkan Lea prkatek di rumah sakit tempat saya bekerja,” Valen mulai menceritakan maksud dan tujuannya pada Dosen di hadapnya.


Valen mengangguk. “Iya, hanya Lea saja. Karna kondisi saya sedang hamil, jadi saya tidak mengambil beberapa mahasiwa untuk belajar di rumah sakit tempat saya bekerja. Apa lagi bapak tau, jika rumah sakit tempat saya bekerja semua dokter sedang sibuk. Jadi tidak mempunyai waktu untuk saat ini berbagi ilmu kepada mahasiwa Disini,” ucap Valen dan dibalas anggukan kepala oleh dosen tersebut.


“Baiklah. Saya akan menempatkan Lea praktek di rumah sakit tempat ibu bekerja,” ucap dosen tersebut.


“Terimaksih pak,” kata Valen seraya tersenyum sementara Rifal sedari tadi ingin memprotes perktaan Valen. Apa wanita itu ingin kembali kerumah sakit dengan kondisinya sedang hamil? Padahal, dia sudah mengambil cuti.


Tidak bisa di biarkan. Batin Rifal.


Valen dan Rifal pamit undur diri. Sama seperti tadi. Saat mereka berdua berjalan di koridor banyak pasang mata mahasiwa melihat dan memujinya.


Mereka berdua masuk kedalam mobil.


“Kamu mau kembali kerumah sakit?” Tanya Rifal setelah masuk kedalam mobil bersama dengan Valen. Sedari tadi mulutnya ingin berpotek saat istrinya menjelskan tujuannya kepada dosen.


“Kan kamu udah ambil cuti, Len,” Rifal berkata sedikit tidak sabaran. Perkataan Valen tadi, Rifal bisa menangkap jika Valen ingin kembali kerumah sakit.

__ADS_1


“Kamu tenang aja, cuti aku, aku gunain untuk ngajar Lea di rumah sakit,” tutur Valen.


Rifal menghembuskan nafas berat. Lalu menatap manik mata Valen. Mereka berdua belum meninggalkan parkiran kampus karna masih mengobrol.


“Itu sama aja kamu nggak cuti, Len.”


Valen mencubit kedua pipih suaminya seraya tersenyum.


“Kamu tenang aja. Aku bakalan baik baik baik aja sama Dede bayi,” tawa Valen mengusap perutanya saat mengatakan Dede bayi.


“Kalau Mommy sama Daddy tau, aku pasti kena marah,” parah Rifal.


“Aku bakal ngomong sama Mommy,” ucap Valen.


“Kamu kasi aja Nathan buat ngajarin Lea prkatek disana,” tutur Rifal.


“Yah nggak bisa, sayang. Kamu nggak ngerti maksud aku tadi didalam, rumah sakit tempat aku bekerja belum bisa nerima mahasiwa prkatek karna semua dokter sedang sibuk, pasien tiap hari nambah,” tutur Valen.


“Kamu tenang aja, aku bakalan jaga kesehatan aku. Karna aku sedang mengandung anak pertama kita,” Valen berusaha menyakinkan suaminya itu.


“Kamu minta izin dulu sama Mommy, jangan sampai Mommy ngomelin aku gara-gara biarin kamu,” ucap Rifal seraya menyalakan mesin mobilnya untuk segera ke kantor. Karna dia akan mengadkan meting sebelum ke Bali.


Valen hanya mengangguk kecil, dia akan merayu mertuanya agar diberikan izin. Mobil milik Rifal meninggalkan area kampus bersama Valen.


Di sepanjang perjalanan tidak ada yang angkat bicara, Rifal sibuk dengan pikiranya mengenai Valen yang akan terjun ke rs untuk mengajari Lea, dan memikirkan sahabatnya yang mendekam di penjara.


Valen tidur didalam mobil. Membuat Rifal tersneyum melihat istri cantiknya itu tengah tertidur.


Rifal mengusap perut Valen.


Mobilnya telah sampai di parkiran kantor. Dia keluar dari mobilnya lalu membuka pintu mobil lalu menggendong Valen masuk kedalam kantor.


Karyawan yang melihat kedatangan Rifal menggendong Valen tersenyum, melihat bos mereka meggendong sang istri.


“Pak bos romantis juga yah.”


“Cocok banget deh mereka.”

__ADS_1


Rifal memasuki lift untuk mengantarnya menuju ruanganya, dia akan membaringkan Valen di tempat tidur didalam ruanganya.


Haiiiiii, ada yang rindu author nggak? 🥰🥰🥰😂


__ADS_2