Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Saran


__ADS_3

Nando kembali ke ruangan Rifal, membawa coffe dan juga nasi kuning, dia tidak tau apakah Aska menyukai makanan seperti ini atau tidak. Hanya saja, Nando berinisiatif membeli nasi kuning untuk Aska.


Aska melihat kedatangan Nando, membawa coffe dan sesuatu di kantongan. Aska sudah tidak asing dengan makanan yang di bawa oleh Nando.


Makanan yang hampir setiap pagi dia makan, selama dia tinggal di desa.


‘’Semenjak saya di Jakarta, saya tidak makan nasi kuning. Saya senang, kamu membawa makanan yang setiap pagi saya makan di desa.''


Respon Aska sangat baik membuat Nando tersenyum. Nando membeli dua bungkus nasi kuning dan dua cap coffe untuk menemani malamnya.


Mereka berdua makan nasi kuning yang memakai bungkusan. Hingga tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 3, sudah ingin menjelang subuh.


Efek coffe, Aska dan Nando tidak bisa tidur, membuat kedua pria itu masih membuka mata hingga saat ini. Setengah jam kemudian, rasa kantuk menyerang mereka berdua.


Nando dan Aska tidur dibawa lantai, beralaskan karpet lembut. Hampir pukul empat subuh, mereka baru bisa tidur karna coffe hitam yang mereka berdua minum.


***


Sinar matahari menerobos masuk kedalam kamar Lea. Gadis itu bangun dari tempat tidurnya lalu menatap wajahnya yang sangat lesuh.


Saat mendapatkan balasan chat dari Nando semalam, membuat Lea tidak berhenti memikirkan musibah yang mengenai tetangganya.


Pagi ini, Lea berangkat ke kampus. Selarut apapun kesedihnya, dia tidak boleh sampai meninggalkan kuliahnya. Apa lagi Valen sudah berusaha agar dirinya praktek di rumah sakit di mana Daniel di rawat.


Lea menghembuskan nafas berat, pesan dan Telfon dari Agrif begitu banyak. Bahkan pesan dari bibi juga banyak.


Alis Lea berkerut, saat melihat di log panggilan ada nama dokter Nathan.


Ada apa dokter Nathan menelfonya? Lea tersenyum, gadis itu mengira ada perubahan pada Nathan.


Lea terenyuh dengan pesan yang di kirim Agrif, yang menbuatnya menjadi sedih. Karna dari kemarin malam anak itu menunggu dirinya di rumah sakit.


Karna berita ini, Lea sampai lupa mengabari Agrif. Habis dari kampus, Lea akan mengunjungi Agrif.


Dia yakin, anak itu merindukan dirinya.


''Maafkan, Lea,'' gumamnya lalu masuk kedalam taxi yang sudah dia pesan.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan, pikiran Lea terbagi-bagi. Dia masih memikirkan kondisi Rifal dan dokter Valen yang saat ini belum di temukan.


Lea mengambil ponselnya, lalu mengirimkan pesan kepada Nando. Terlihat wajah lesuh Lea, karna saat mengirimkan Nando pesan, hanya ceklis1 saja.


''Kak Nando pasti capek,'' gumamnya yang sudah tau. Jika pria itu nekad mengendarai mobil dari Jakarta menuju bali.


Lea menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil. Dia harus fokus dengan kuliahnya. Seraya mendoakan Valen agar segera ketemu.


‘’Dokter, Valen. Semogah aja dokter Valen cepat ketemu. Dan Semogah saja baby R, baik-baik saja di perut dokter Valen,'' gumamnya.


Taxi langganan Lea, telah sampai di depan pintu gerbang kampus. setelah membayar taxi, dia turun dengan wajah yang tidak bersemangat sama sekali.


Tidak lama lagi dia akan praktek di rumah skit, jika dokter Valen belum ketemu siapa yang akan turun tangan mengajarinya? Kalaupun dokter Valen selamat, Valen tidak akan langsung terjun ke rumah sakit saat itu juga.


Masih mudah, tapi pikiran gadis itu sudah menjulang kemana-mana. ‘’Beranjak dewasa, masalahnya banyak bange,'' keluhnya.


***


Sesuai dengan janjinya, Frezan pagi ini akan menjenguk Elga di kantor polisi bersama dengan Rara dan juga Kayla.


Anak-anak sudah berangkat ke sekolah bersama supir. Karna kejadi semalam, Frezan sangat cuek pada Rara pagi ini.


Seperti sekarang ini, Kayla di buat bingung dengan Rara dan juga Frezan. Beberapa kali Rara mengajak Frezan bicara, pria itu hanya menjawab sekenanya saja.


Kayla tau, jika Frezan memang irit bicara. Tapi jika sudah bersama dengan Rara sifat itu akan hilang. Namun pagi ini sedikit berbeda.


''Hmm.'' Kayla berdehem di dalam mobil guna mencairkan suasana yang nampak dingin.


‘’Lo punya masalah sama suami, lo?'' Tanya Valen dan dibalas anggukan oleh Rara.


''Kak Eza cemburu semalam,'' jawab Rara membuat Frezan melirik Rara sejenak lalu fokus menyetir.


‘’Cemburu sama siapa?'' Kepo Kayla.


‘’Sama adiknya, sendiri.''


‘’Maksud lo, Farel?''

__ADS_1


''Bukan!''


''Nathan?''


Rara langsung mengangguk. Kayla hanya ber 'oh riah saja'


''Kak Eza,'' panggil Rara kepada Frezan yang sedang fokus menyetir.


''Jangan ngambek dong, semalam cuman bercanda doang kok.'' Rara menjelaskan kepada Frezan.


Namun Frezan langsung mengambil hendset lalu memasang di kedua telinganya.


‘’Kak Eza!'' Rara nampak kesal karna Frezan memasang handset di telinganya. Padahal, handset tersebut hanya di pasang Frezan saja, tanpa mendengarkan music ataupun yang lain.


Di dalam mobil hanya ada keheningan, dan suara mesin mobil yang halus. Kayla sudah Tidak angkat bicara lagi.


Dia sedang memikirkan, bagaiamana memulai mengatakan perihal kehamilannya kepada Elgara. Dia tidak mau, jika suaminya itu semakin kepikiran dengan dirinya yang sedang hamil.


''Ra,'' panggil Kayla sehingga memecah keheningan didalam mobil.


‘’Kenapa, Kay?'' Tanya Rara menengok kearah belakang.


‘’Lebih baik gue, nggak perlu kasi tau, El. Kalau gue lagi hamil,'' ucap Kayla membuat Rara tidak tau arah pikiran Kayla saat ini.


‘’Emangnya kenapa?'' Tanya Rara meminta jawaban dari Kayla. Dia ingin tau, mengapa sahabtanya itu tidak ingin jika Elga tau, jika dirinya saat ini sedang mengandung.


'' gue nggak mau, Elga semakin merasa bersalah dan khawatir dengan gue,'' jawab Kayla seraya melihat keluar jendela mobil.


Rara diam, dia mencerna perkataan Kayla yang ada benarnya juga. Jika Elga tau, otomatis beban pikiran abangnya akan semakin banyak.


Dia akan merasa bersalah karna tidak menemani Kayla dalam masa mengandung. Apa lagi ibu hamil saat ngidam banyak sekali maunya.


''Menurut lo, gimana?'' Tanya Kayla meminta pendapat Rara.


Rara nampak berpikir. ‘’Lebih baik kita kasi tau Abang El, aja Kay. Bagaimanapun, dia harus tau kalau kamu hamil dengan kondisi Abang El di penjara. Emangnya kamu mau, saat Abang El bebas dia lihat anak kecil dalam lingkungan kamu, dan mengira itu bukan anaknya. Karna Abang El di penjara. Kamu nggak mau kan itu akan jadi fitnah?''


Kayla langsung menggelengkan kepalanya kuat. Rara memegang Tangan Kayla. ''Aku tau ini sangat berat, Kay. Tapi aku yakin, kamu bisa laluin ini semua.'' Rara memberikan semangat kepada Kayla.

__ADS_1


Di dalam mobil kembali hening, karna percakapan Rara dan Kayla sudah berakhir. Frezan ingin sekali mencium Rara saat ini juga, karna dia kagum dengan jawaban yang di berikan istrinya itu.


__ADS_2