
Valen melihat Rifal menghentikan langkah kakinya, berharap jika Rifal akan berubah pikiran untuk menemani Adelia saat mendengar suara lemah milik Adelia.
“Temani aku untuk kemoterapi,” pinta Adelia ,.,dengan suara lemahnya, serta suaranya bergetar. Semua tau, jika perempuan itu sedang menangis dan saat ini sedang menahan tangis.
“Temani aku untuk manjalankan pengobatan ini, aku mohon,” tangis milik Adelia pecah membuat Dokter Kiki menjadi ibah, jika dibiarkan terlalu larut maka akan membahayakan kesehatan pasien apa lagi akan menjalankan kemoterapi, kesehatanya semakin terganggu.
Kiki melangkahkan kakinya mendekat kearah Adelia, sebagai sesama perempuan dokter Kiki tau bagaimana itu luka yang diberikan oleh yang kita sayang.
Dia juga tidak bisa menyalahkan Rifal karna dia sudah milik dokter Valen.
Dokter Kiki menggenggam tangan Adelia, guna memberikan semangat untuk menjalankan pengobatan ini agar dia segera sembuh, meski membutuhkan waktu lama dan terus berproses.
“Kamu harus bisa, saya yakin kamu kuat.” Bahkan dokter Kiki ikut menitihkan air matanya kalah Adelia menggeleng dengan kakuh.
“Kamu harus bertahan, ada keluarga yang ingin melihat mu sembuh,” kata dokter Kiki lagi agar Adelia tidak menyerah sebelum tindakan pengobatan terlaksana.
“Aku hanya tinggal memiliki seorang kakak,” kata Adelia membuat Dokter Kiki refleks memeluk Adelia, penderitaan yang luar biasa bukan?
Ini pertama kalinya dokter Kiki menangani pasien ikut terhanyut seperti ini, di rumah sakit lama tempatnya bekerja dia tidak merasakan kesedihan mendalam seperti ini terhadap seorang pasien.
“Aku mohon,” pintah Adelia lagi, dengan Rifal masih belum membalikkan badanya.
Sementar dokter Kiki setia di dekat Adelia sembari menghapus air mata Adelia yang selalu jatuh di pipih miliknya.
Valen melangkahkan kakinya untuk mendekati Rifal, dia yakin jika suaminya itu akan mau karna akan merasa ibah dengan Adelia.
Namun Valen salah.
“Maaf, aku tidak bisa menemani mu. Banyak hal yang aku jaga!” Kata Rifal dengan tegas lalu benar-benar hilang diambang pintu.
Langkah kaki Valen terhenti, baru saja dia ingin menghampiri Rifal karna merasa jika suaminya itu luluh, namun nyatanya tidak sama sekali!
Rifal tetap pada pendiriannya, dia tetap pergi mengabaikan panggilan lemah dari Adelia memanggil namanya sembari memohon.
__ADS_1
“Fal. Aku memohon jangan pergi, aku butuh kamu Disini, aku ingin kamu berada di dekat aku untuk menjalan pengobatan ini untuk terakhir kalinya, aku ingin melihatmu!” Tangis milik Adelia pecah, bahkan Rifal bisa mendengar semuanya namun hatinya menyuruhnya untuk pergi dari sini.
Nathan dan Valen langsung berjalan didekat bansal Adelia, untuk membantu dokter Kiki untuk menenangkan perempuan itu.
“Tenangkan dirimu, tidak ada percintaan yang berjalan mulus,” kata Valen karna kewalahan menangani Adelia menangis histeris, sampai perempuan itu melupakan sakitnya saat ini.
Sementara dokter Kiki langsung memeluk Adelia, dia ibah. Sungguh dia kasihan pada Adelia. Setiap orang yang akan melihat kondisinya akan ibah dengan kondisi Adelia saat ini.
Perawat datang setelah dokter Kiki menekan tombol darurat. Mereka kewalahan menangani Adelia hingga Valen terjatuh di bawah lantai.
Awkh!! Rintih Valen saat dia terjatuh di bawah lantai. Akibat kewalahan menangani Adelia, seperti di beri kekuatan tiba-tiba, gadis itu memberontak, bahkan tenaganya saat kuat.
“Valen,” kaget dokter Nathan melihat Valen di bawah lantai sembari memegang perutnya, perawat satunya langsung membantu Valen untuk bangun, membawa wanita yang sedang hamil mudah itu untuk pergi dari sini.
“Ambilkan saya suntik yang sudah terisi obat bius!” Perintah Nathan kepada perawat tersebut, dengan gercep perawat tersebut mengambil suntik yang didalaminya sudah terisi obat bius.
Nathan langsung menyuntikkan obat bius itu kepada Adelia, sehingga dia tidak seberingas tadi saat memberontak hingga membuat Valen terjatuh.
Obat bius tersebut langsung berjalan dengan cepat, karna Adelia langsung melemah dan menutup matanya dengan air mata terus saja mengalir meski matanya sudah tertutup.
“Kamu tidak apa-apa?” Tanya dokter Nathan kepada rekan kerjanya itu, karna dokter Kiki nampak sedikit kesakitan.
“Tangan saya hanya sedikit memar,” kata Dokter Kiki sembari tersenyum tipis kearah Nathan dan dibalas angguka kepala oleh dokter Nathan.
“Gimana dengan kemoterapi Adelia?” Tanya dokter Kiki kepada Nathan yang berjalan kearah jendela tempat Adelia sedang di rawat.
Ini pasien yang sangat ruwet yang Nathan tangani, sudah bertahun-tahun dia menangani Adelia dari gadis itu koma sampai dia sadar.
Dokter Kiki melirik Adelia, dia masih bisa melihat gadis itu mengeluarkan air mata di pelupuk matanya. Sungguh kesedihan yang sangat menyiksa.
Huft
Dokter Kiki dapat melihat dokter Nathan bernafas berat. Dia tidak menanyakan lagi kelanjutan kemoterapi Adelia.
__ADS_1
“Saya keluar dulu untuk melihat kondisi dokter Valen,” pamit dokter Kiki kepada Nathan.
Nathan sampai lupa jika tadi Valen terjatuh, semogah saja tidak ada yang serius.
Ceklek
Dokter Kiki membuka ruangan tempat Valen beristirahat, Valen tersenyum kearah dokter Kiki.
“Gimana keadaan dokter Valen?”tanyanya kepada dokter Valen.
“Saya baik-baik aja kok.”
“Perut milik dokter nggak kenapa-napakan?” Tanya Dokter Kiki, karna dia tadi melihat Valen terjatuh dan memegang perutnya.
“Nggak apa-apa. Hanya keram aja, sekarang juga udah baikan karna sudah diberikan obat,” kata Valen dan dibalas anggukan kepala dokter Kiki.
Mereka baru kenal, tapi mereka langsung cepat akrab.
“Oh iya, gimana keadaan Adel?” Tanya Valen.
“Dokter Nathan udah kasi obat bius, karna Adelia berontak.”
Valen hanya mangut-manggut saja, dia tidak tau harus melakukan apa.
Valen kira, penyakit Adelia hanya lumpuh saja setelah sekian lamanya berbaring di rumah sakit. Namun dia salah, sering berjalanya waktu penyakit lain Adelia muncul termasuk dia mengidap penyakit kanker sehingga harus melakukan kemoterapi.
Kanker yang di hadapi oleh Adelia saat ini sudah cukup berat, ditambah lagi dia sedang lumpuh.
Namun, herannya. Perempuan itu memberontak tadi, Valen paham, otot-otot pada Tubuh Adelia memaksanya untuk bergerak karna tekanan yang luar biasa yang di tahan oleh Adelia. Dan mungkin saja, itu hanya bersifat sementara saja.
Saat ini, mereka tidak fokus pada penyembuh Adelia untuk segera cepat berjalan, karna saat ini mereka fokus untuk melakukan kemoterapi untuk membantu penyembuh Adelia yang sedang mengidap penyakit kanker.
Ada beberapa efek samping yang umum terjadi pada tubuh setelah menjalani kemoterapi, seperti rambut rontok, muncul nyeri, nafsu makan menurun, mual dan muntah, sesak napas, kelainan detak jantung, perdarahan, hingga sulit tidur.
__ADS_1
Sebagian besar mengatakan bahwa tingkat kesembuhan kanker yang diobati dengan kemoterapi hanya sekitar 3 persen, sedangkan sisanya 97 persen berakhir dengan kegagalan.
Tapi mereka akan mencoba, dan menyerahkan semuanya kepada sang pencipta.