Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Rifal sudah berjanji


__ADS_3

Valen masih tidak percaya. Jika pasien yang akan dia tangani bersama dengan Nathan adalah Adelia. Sosok gadis yang bertahun-tahun koma dan baru saja sadar beberapa hari yang lalu.


Adelia gadis yang Rifal cintai semasa SMA. Sampai sekarang Valen tidak tau apakah Rifal sudah tau atau tidak jika bukan dia yang mencelakai Adelia, Karna sudah lama Rifal tidak mengungkit akan hal itu.


Valen harap Rifal tidak mengungkit akan hal itu lagi, yang membuat mentalnya tidak akan baik-baik saja jika Rifal mulai membahas kejadian itu.


Valen belum pernah menyapa Adelia, selama gadis itu bangun dari tidurnya yang begitu panjang.


Saat ini Valen dan Nathan berada diruangan Adelia. Dengan Adelia sedang berbaring di brankar dengan menatap langit-langit rumah sakit.


Valen berjalan mendekati brankar milik Adelia. Ini kesempatan untuknya mengatakan kata terimakasih pada gadis itu.


"Adel."


Valen mulai memanggil Adelia membuat Adelia menatap kearah Valen. Wajah yang sangat familiar untuk dia lihat.


Adelia tersenyum saat mengingat, jika didekatkannya adalah Valen adik kelasnya semasa SMA. Sosok gadis yang sama-sama menyukai Tegar semasa SMA.


Jika mengingat masa SMA membuat kita senyum-senyum sendiri mengingat kenangan percintaan masa SMA.


"Valen 'kan?" tanya Adelia memastikan lagi jika dihadapanya ini adalah Valen.


Valen mengangguk mengiyakan ucapan Adelia yang sangat lirih, karna keadaan gadis itu belum sepenuhnya pulih.


"Boleh peluk?" tanya Valen kepada Adelia.


Adelia langsung mengangguk mengiyakan ucapan Valen dengan senyuman melekat diwajahnya.


Valen langsung memeluk tubuh kurus Adelia membuatnya menitihkan air matanya.


"Gue berterimakasih dan minta maaf atas kejadian sepuluh tahun yang lalu, Del." Valen mengucapakan kata maaf dengan tulus dengan menitihkan air matanya.

__ADS_1


Jika mengingat kejadian sepuluh tahun yang lalu membuat Valen semakin terisak. Dimana saat itu Adelia telah menyelamatkan nyawanya hingga membahayakan nyawa gadis itu sendiri.


Seharusnya dia yang merawat dan menjaga Adelia semasa gadis itu koma, namun hatinya berkata lain.


Valen melepaskan pelukannya dari tubuh kurus milik Adelia. "Gue bersyukur lo nggak kenapa-napa," balas Adelia disetartai senyuman.


"Lo nikah sama Rifal sejak kapan?" tanya Adelia membuat Valen terdiam. Apakah Rifal tidak menceritakan ini kepada Adelia?


Valen sedang memikirkan, bagaimana dia menjawab pertanyaan Adelia. Apakah dia menjawab dengan jujur atau tidak?


"Valen."


Valen melirik Adelia, rupanya gadis itu sedang menunggu jawabannya. "Jujur aja, gue nggak apa-apa," kata Adelia menyakinkan Valen agar tidak sungkan-sungkan menjawab pertanyaan darinya.


"Sejak SMA." Valen menjawab menunggu seperti apa ekspresi wajah Adelia saat dia mengatakan sedari SMA. Namun wajah gadis ?itu tetap sama seperti tadi, apa mungkin Adelia ???menyembunyikannya dengan tidak merubah raut wajahnya?


Adelia tersenyum kearah Valen. "Rifal udah janji sama gue. Bahkan dalam tidurpun Rifal janji sama gue." Adelia mengatakan seperti itu dengan senyuman mengambang diwajahnya dengan kebahagiaan dengan matanya menatap langit-langit rumah sakit.


Tentu saja perkataan Adelia tadi membuat Valen mengerutkan keningnya dalam-dalam. Apa yang dikatakan gadis itu? Rifal berjanji bahkan saat dia tertidur.


"Meskipun gue tidur dengan nyenyak dimasa koma gue. Tapi gue bisa dengar apa yang Rifal katakan ke gue. Gue dengerin dengan jelas perkataan dan janji Rifal setelah gue sadar. Cuman gue nggak bisa buka mata gue dan mengeluarkan suara gue. Tapi, gue denger dengan jelas janji yang diucapkan Rifal." Adelia menjelaskan kepada Valen dengan matanya fokus menatap kedepan tanpa melihat Valen.


Adelia melirik Valen yang tengah terdiam mendengarkan apa yang baru saja dia katakan. Terlihat wajah gadis itu nampak murung.


"Termasuk janji bakalan nikahin gue setelah gue sadar."


Deg


Jantung milik Valen berdetak lebih kencang saat Adelia mengucapkan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut gadis itu. Rifal berjanji akan menikahinya?


Rasanya hati milik Valen bergemuruh, dadanya sangat sesak seperti ingin mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


"Mata gue tertutup, tapi pendengaran gue nggak. Dia janji nikahin gue dengan menggenggam tangan gue." Lanjutnya sembari memegang tangannya membuat Adelia tersenyum tipis.


Valen mendonggakkan kepalanya agar air matanya tidak lolos dipeluput matanya mendengarkan pernyataan yang diberikan oleh Adelia. Bahkan dalam keadaan komapun Rifal berjanji kepada Adelia.


"Valen, lo nggak apa-apa 'kan?" tanya Adelia meski dia sudah tau jika Valen tidak baik-baik saja, terlihat dari raut wajah Valen.


Valen menggelengkan kepalanya kuat sembari tersenyum kearah Adelia. "Gue nggak apa-apa." Mulutnya mungkin berbohong namun tidak dengan hatinya dan juga matanya yang ingin mengeluarkan air mata.


"Gue keluar dulu, yah," pamit Adelia karna dia tidak bisa menahan gemuruh didalam hatinya. Dia tidak ingin menangis didepan Adelia. Rasanya dia ingin menumpahkan seluruh air matanya.


Adelia mengangguk kecil dengan perkataan Valen.


Deg


Lagi dan lagi jantung Valen berdetak kencang saat membalikkan tubuhnya. Baru saja jantungnya berdetak kencang dengan apa yang dikatakan Adelia dan sekarang jantungnya kembali berdetak kencang.


Rifal!


Saat dia membalikkan badannya dia melihat Rifal berdiri tegak tidak jauh dari tempatnya dan juga Adelia yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit Valen artikan.


Apakah Rifal mendengerkan seluruh percakapannya dengan Adelia? Jika memang benar mengapa Valen harus memikirkan itu semua? Hatinya tidak bisa berbohong jika dia memikirkan apakah Rifal mendengar apa yang dia obrolkan bersama dengan Adelia tadi.


Mulut Valen bergetar melihat Rifal menatapnya dengan tatapan yang sulit dia artikan. Matanya dengan mata milik Rifal bertatapan sehingga matanya semakin memerah ingin mengeluarkan air matanya yang sedari tadi dia tahan saat percakapannya dengan Adelia.


Baru saja dia merasakan kebahagiaan sesaat bersama Rifal pagi tadi dengan menyalami tangan pria itu. Namun, semua runtuh saat Adelia mengatakan bahwa dalam keadaan tertidurpun Rifal berjanji kepadanya.


Bahkan Nathan yang melihat Valen dan Rifal bertatapan membuat dia merasakan aura yang mencekam dengan kedua suami dan istri itu.


Valen langsung berlari dengan cepat meninggalkan ruangan milik Adelia dengan melewati Rifal dan juga Nathan.


Sementara Rifal masih tidak bergeming ditempatnya melihat kepergian Valen. Rifal bisa melihat mata perempuan itu memerah seakan-akan dia ingin menangis, memang kenyataannya seperti itu.

__ADS_1


Mata Rifal kini menatap Adelia yang sedang berbaring kakuh, Adelia sedari tadi mengamati semua itu. Dia sengaja menceritakan semuanya kepada Valen karna adanya Rifal agar Rifal tidak melupakan janjinya semudah itu!


Valen berjalan dikoridor rumah sakit ingin segera sampai keruanganya. Dia tidak bisa lagi menahan air matanya karna air matanya jatuh begitu saja saat dia meninggalkan ruangan milik Adelia, apa lagi membuat hati Valen semakin terisak saat dia membalikkan badannya melihat Rifal yang entah sejak kapan ada disana.


__ADS_2