Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Karma is real


__ADS_3

Hari ini, Nando sudah mengetahui jika Nathan dan Lea sedang melangsungkan pelamaran. Nando hanya bisa tersenyum kecut, seraya meminta ketabahan atas hatinya.


"Oh Leaaaaa, dirimu masih kicil kenapa menikah?" Nando hanya tertawa kecil. "Kalian berdua memasang sangat cocok. Sama-sama cantik dan..."


Nando tidak meneruskan ucapannya lagi, dia mengetahui hari ini pelamaran Lea melalui salah satu akun Instagram Kayla, yang ia ikuti.


Acaranya hanya di hadiri oleh orang terdekat mereka, bahkan Lea tidak menghubungi Nando karna dia merasa tidak enak dengan Nando.


Bagaimanapun Nando pernah singgah dalam hidupnya memberikan canda dan tawa pada dirinya.


Lea tidak akan melupakan Nando. Meskipun ia telah menikah.


Nando melirik jam di pergelangan tanganya. Sudah pukul empat sore. Dia memastikan jika acara di rumah Lea sudah selesai.


Ia juga penasaran acara pernikahan Lea dan Nathan tanggal berapa.


Nando mengambil kunci mobil diatas nakas. Dia akan kerumah Rifal daripada tinggal di sini seorang diri.


Lebih baik ia menjaga Anna, dan adu mulut dengan Rifal daripada di sini seorang diri.


Valen sedang menyusui Anna. Sementara Rifal sedang membaringkan kepalanya diatas pahanya.


Valen duduk di kursi sofa panjang, sehingga Rifal punya kekuasaan untuk baring di sofa dan menjadikan paha Valen sebagai bantal.


“Anna udah nyusu nya?” tanya Rifal mendongkak kepalanya melihat Valen.


“Belum, emang kenapa?” tanya Valen tanpa mengalihkan matanya dari Anna yang sedang susu.


“Aku juga mau kayak, Anna,” jawab Rifal santai membuat Valen melotokan matanya.


“Kenapa harus kaget, kan, udah biasa aku lakuin hal itu,” ujar Rifal santai membuat Valen menggeleng tak habis pikir.


“Nggak ada yang jaga, An—“


“Assalamualaikum!” suara Nando dari luar lalu masuk kedalam rumah membuat Rifal tersenyum penuh arti.


Valen menghentikan menyusui Anna, karna kedatangan Nando. Lagian, Anna juga sudah lama nyusu dengan Valen.


“Itu udah ada yang jagain, Anna,” ucap Rifal santai melihat Nando berjalan kesini.


Rifal tidak mengubah posisinya.


“Udah tau lo hari ini Nathan datang melamar Lea?” tanya Rifal santai.


“Aku sudah tau. Lo yang tetanggan dengan Lea kenapa nggak hadir diacara mereka?”

__ADS_1


“Gue dan Valen bakalan kasi kejutan mereka di saat acara pernikahan Lea dan Nathan.


“Kalian mau hadir di acara pernikahan mereka?” tanya Nando dan dibalas anggukan kepala oleh Rifal dan Valen.


“ Lo juga harus ikut, gendong Kianna nanti di sana.” Rifal berkata santai.


Padahal Nando tidak ingin kesana, tapi tidak apa-apa daripada ia suntuk sendirian.


“Nggak apa-apa aku jagain jodoh aku sendiri,” gumam Nando membuat Rifal menatapnya tajam.


Sementara Valen bergedik ngeri mendengar ucapan Nando. Meski hanya candaan tapi ngeri bagi Valen.


Nando tertawa. “Aku cuman bercanda. Nggak mungkin juga sampai anak kalian dewasa. Mungkin saat itu aku sudah berambut putih dan sudah menimang cucu.”


“Segeralah menikah.” Rifal memperbaiki posisinya.


Sekarang ia duduk.


“Kalau lo nikah, acara pernikahan lo bakalan ramai. Kita bakalan rayain 7 hari tujuh malam.”


“Berani ngomong seperti itu, karna belum terlihat hilal jika aku akan menemukan jodoh dan akan segera menikah. Seperinya aku sudah mati rasa. Ini semua doa dari wanita bodoh yang aku campakkan.” Dramatis Nando membuat Valen tertawa.


“Karma itu nyata,” sahut Valen. “Jangan pernah permainkan perasaan seseorang jika tidak ingin karna menghampiri dirimu.”


“Mau gue cariin calon istri untukmu?” tanya Rifal serius. Tidak ada raut wajah bercanda di wajah Rifal saat ini.


Dia juga kasihan kepada Nando, dia tau bagaimana Playboynya sosok Nando, saat benar-benar jatuh cinta, dia hanya mendapatkan jatuhnya saja, cintanya tidak ia dapatkan.


“Apa kau bercanda?” Nando menggeleng tak habis pikir dengan apa yang barusan Rifal katakan.


“Aku tidak ingin mengenal wanita lain lag.” Lanjut Nando dengan yakin.


“Tapi…aku akan menunggu seseorang.”


Rifal menaikkan alisnya penasaran, Valen bahkan ikutan penasaran.


“Siapa?” tanya Valen dan Rifal bersamaan kepada Nando.


Nando tersenyum manis.


“Anak dalam gendongan Valen!” tawa Nando membuat Rifal langsung melemparkan Nando bantal sofa.


“Gila lo!” desis Rifal masih setia melempar Nando bantal sofa.


“Gue cuman bercanda!” Nando berusaha meredahkan sisa tawanya.

__ADS_1


“Aku kok sampai ngeri,” gumam Valen yang di dengar oleh Nando dan Rifal.


“Tutor ngelupain seseorang bagaimana.” Nando memperbaiki posisi duduknya.


Bantal sofa berserahkan di bawa lantai karna di lempar oleh Rifal tadi.


“Mencari kesibukan.” Rifal berkata dengan santai seraya mengusap pipih Anna. “Jika lo sibuk, 85 persen lo bisa lupain masalah lo, terutama masalah asmara seperti ini.”


Nando sudah minta cuti kepada Rifal selama satu bulan, saat ia tau Lea akan menikah saat itu juga ia mengajukan libur selama sebulan.


Rifal mengerti dan menberikan libur itu kepada Nando.


Bagaimana dirinya bisa mencari kesibukan. Sementara ia meminta libur satu bulan di kantor. Semenjak Rifal pulih, dia bisa menghandel kantornya sendiri, sehingga ia bisa menyetujui permintaan Nando untuk libur.


“Tidak ada kesibukan,” ujar Nando membuat Rifal menautkan kedua tanganya tersenyum misterius.


“Kesibukan lo jagain, Anna.”


“Awkh!”


Rifal langsung meringis saat mendapatkan cubitan mendadak dari Valen.


“Apa sih, Len.” Rifal mengusap pahanya yang di cubit oleh Valen.


“Kamu apa-apaan sih, nyuruh Nando buat jagain Anna. Ada aku mamahnya yang akan jagain anak aku sendiri.” Valen protes tidak terima.


Sejak dulu ia katakan. Jika ia tidak ingin memperkerjakan seorang baby sister untuk menjaga anaknya, karna ia masih ada dan bisa mengurus sang anak.


“Biar kamu nggak kelelahan, Len.”


Valen menarik nafasnya dalam. “Anak kita masih satu. Aku masih bisa jagain Anna. Kamu lihat orang diluar sana. Mereka jagain anak mereka lebih dari satu, tanpa bantuan orang-orang.”


Rifal menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sementara Nando menahan tawa.


“Tidak apa-apa!” ujar Nando membuat Rifal dan Valen meliriknya.


“Jika kalian ingin pergi berduaan. Panggil saja aku untuk ikut dengan kalian. Biar Anna aku yang jagain untuk mengisi waktu luang ini.”


Rifal tersneyum. “Bagus!”


“Acara pernikahan Lea lo tetap ikut, lo ikut di belakang gue sama Valen, sambil gendong Anna. Ingat, kamu harus hati-hati menggendong anak kesayangan kami berdua.”


Valen hanya bisa mencibir Rifal dalam hati, tanpa mengeluarkan suara. Karna ia takut kualat. Apa lagi nenek Daro selalu mengajarnya untuk berbakti kepada suaminya dan menuruti perintah sang suami.


Valen mengingat kedua paruh baya itu , membuatnya merindukannya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2