Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Seperti obat nyamuk


__ADS_3

Rifal melepaskan ciumannya dari kening Valen. Matanya kembali beraduh pada mata Valen yang sangat cantik. Apa lagi perempuan itu blasteran.


Prok....Prok.... Prok


Mereka bertiga langsung dikejutkan dengan suara tepuka tangan seseorang. Rifal membalikan badannya dia sudah melihat sosok tetangganya sangat heboh tepuk tangan dengan mata terpukau serta mulutnya sedikit terbuka saking terkejutnya melihat pemandangan pagi ini.


Dari luar pagar, Lea melihat Valen mencium punggung tangan Rifal membuat Lea sangat kepo dengan kelanjutannya, akhirnya dia melihat semuanya hingga Rifal mencium kening Valen begitu lama.


Lea menggunakan rok panjang serta menggunakan setelan almamaternya yang berwarna biru, setelan almamater kebanggaannya sebagai mahasiswa.


"Sosweet banget sih, om Rifal sama dokter Valen!" pekik Lea heboh membuat Rifal menghembuskan nafasnya berat.


Sementara Valen hanya kikuk saja, sementara Nando tak henti-hentinya menatap gadis imut tersebut dengan tatapan memuja.


Gadis cantik, manis serta ceriah, membuat aura playboy milik Nando menggebu-gebu. Kenapa dia mendadak menjadi suka sama anak kuliahan? Dia bukan Casanova 'kan?


Dia memanggil Rifal dengan sebutan om? Itu berarti gadis manis ini keponakan Rifal dong? Nando hanya bisa membatin sembari melihat gadis yang menggunakan almamater birunya.


"Cie!" kata Lea lagi. Kedatangan Lea membuat waktu terambil lagi karna kedatangan gadis itu.


"Lea, kamu mau kuliah?" tanya Valen basah basih, meski dia sudah tau jika Valen ingin pergi kuliah dia tetap bertanya kepada gadis itu.


"Iya, dok," balas Lea kepada Valen.


"Anak manis, kamu udah semester berapa?" tanya Nando membuat Lea melihat kearah Nando. Dia baru memperhatikan jika bukan hanya mereka bertiga disini. Tapi ada sosok pria yang baru dia lihat disini.


"Semester satu." jawab Lea dengan santainya membuat Nando mengangguk.


"Pantas aja manis," goda Nando disertai dengan senyuman menggodanya.


"Makasih, tapi Lea nggak punya uang kecil," kata Lea membuat Nando memasang raut wajah masam.


Dia pikir Nando memujinya mengimingi-ngiming uang? Oh, tidak sama sekali!


"Om Rifal," panggil Lea kepada Rifal sehingga Rifal menatap tetangganya itu. Dia yakin, Lea akan mengatakan sesuatu kepadanya.

__ADS_1


"Lea nebeng ke kampus yah, Om. Soalnya mobil Lea masuk bengkel," kata Lea dengan menelengkupkan kedua tangan ke arah Rifal.


"Bolehkan?"


"Boleh dong, anak manis!" Bukan Rifal yang menjawabnya, melainkan Nando yang menjawabnya dengan semangat empat lima.


Nando tersenyum kearah Rifal. "Sama ponakan sendiri nggak boleh pelit, entar rezekinya kabur," goda Nando kepada Rifal.


"Apa yang om bilang emang benar," kata Lea sembari tertawa kecil membenarkan perkataan Nando.


Nando tersenyum kecut kearah Lea, setua itukah wajahnya sampai dipanggil om? Padahal umurnya baru mau menginjakkan 25 tahun, sudah matang sih bukan berati om-om.


"Panggil kak Nando aja yah manis, saya juga tidak setua itu dipanggil om," kata Nando kepada Lea.


Rifal mengerutkan keningnya dalam-dalam mendenger penuturan dari Nando. "Jadi, maksud lo gue udah tua gitu?" terang Rifal kepada Nando membuat Nando mengangguk mengiyakan ucapan Rifal.


"Kurang ajar lo, Nan!" desis Rifal kepada asistennya itu.


Valen yang sedari tadi menonton melihat jam di pergelangan tangannya sudah pukul delapan pagi.


Lea menepuk jidatnya. "Lea masuk jam 8, kalau lambat bisa-bisa kena denda," gerutu gadis itu.


Mereka bertiga langsung pamit kepada Valen untuk segera kembali kepada rutinitasnya. Dengan Lea sebagai mahasiswa, Rifal dan Nando sebagai pekerja.


"Eh anak manis, kamu duduk didepan sama kakak," kata Nando. Lea menurut dia keluar dari kursi belakang untuk duduk bersama dengan Nando.


"Umur udah tua, dengan pedenya lo bilang kakak!" desis Rifal melihat tingkah Nando.


Nando menjalankan mobilnya. "Umur boleh tua, tapi muka jangan!" balas Nando membuat Rifal yang duduk dibelakang terdiam. Karna apa yang dikatakan oleh asistennya itu memang benar.


Lea tertawa kecil mendengar perkataan Nando. "Om Nando lucu, yah," kata Lea dengan tawa kecilnya.


Nando melirik Lea dengan wajah masam membuat Lea cengengesan kearah Nando. "Maksud Lea, kak Nando lucu juga yah." Lea sampai lupa, jika Nando menyuruhnya untuk memangil kak Nando, bukan om Nando.


Padahal umur Nando sangat pas dipanggil om, itu sih menurut Lea. Tapi Nando tidak suka dipanggil om, dia merasa dia sangat tua jika dipanggil om.

__ADS_1


"Lea, umur berapa?" tanya Nando sembari fokus menyetir mobil. Untung saja kampus Lea satu arah dengan tujuan mereka untuk ke restoran.


"Udah 19 tahun," jawab Lea dan dibalas anggukan kepala oleh Nando sembari berpikir.


"Kalau kamu udah lulus, kita nikah yuk!" ajak Nando dengan senyuman jenaka yang selalu dia berikan kepada perempuan diluar sana.


Rifal yang duduk sendiri dibelakang sedari tadi berdesis, dia merasa jika dirinya seperti obat nyamuk melihat Lea dan juga Nando.


Lea sekali lagi tertawa, ternyata humor orang dewasa memang selalu sukses buat tertawa. "Kak Nando udah tua kalau Lea udah lulus kuliah."


Rifal yang sedari tadi mendengerkan obrolan mereka berudua agkat bicara. "Masih kecil, nggak usah mikirin nikah dulu," kata Rifal kepada Lea.


Lea memanyunkan bibirnya saat Rifal mengatakan kata seperti itu. Rifal merasa tidak dianggap oleh kedua makhluk dihadapannya, seakan-akan dia tidak ada dibelakang.


Nando melihat Lea seperti itu melirik kearah belakang, sehingga matanya dengan wajah datar Rifal bertemu. "Apa?" sewot Rifal karna Nando menatapnya seakan-akan dia sedang mencuri sesuatu.


"Sensian amat sih."


"Umur boleh tua, asal muka tetap tampan. Kak Nando yakin kok, pas Lea lulus muka kak Nando tetap tampan meskipun umur udah dewasa." Nando membalas perkataan Lea tadi.


"Ternyata humor orang dewasa emang banyak yah," kata Lea dengan tersenyum kecil kearah depan.


"Nggak usah diambil hati omongan Nando. Asal lo tau, Nando itu playboy sejagat raya," kata Rifal membuat Nando meneguk salivanya susah payah.


Baru kali ini, Nando menggoda perempuan Rifal membocorkan rahasianya jika dia playboy kelas kakap. Padahal Rifal selalu masa bodoh, tidak seperti ini jika menggoda perempuan diluar sana.


Sudah dipastikan bukan, jika Lea ini orang penting dalam kehidupan Rifal. Meski cara Rifal seperti ini.


"Nggak bakalan Lea ambil hati kok, Lea udah punya dokter Nathan!" kata Lea dengan semangat empat lima mengucapakan nama Nathan sembari membayangkan wajah tampan milik Nathan.


Jadi anak ini kenal Nathan?


Tentu saja Nando mengenal Nathan, Rifal sudah menceritakan kepada Nando jika Nathan itu menyukai istrinya.


Nando jadi penasaran melihat wajah Nathan secara langsung, karna selama ini Nando hanya melihat fotonya dari Rifal.

__ADS_1


Nando jadi penasaran melihat Nathan secara langsung, dia ingin melihat tampan yang mana, Rifal atau dokter Nathan.


__ADS_2