
Nando menghampiri mereka seraya menggendong anak kecil, tentu saja anak itu adalah Anna.
Anak dari Rifal dan juga Valen, pria itu yang meggendong Anna, sesuai yang Rifal katakan saat itu.
Nando melemparkan senyuman kepada Lea dan Nathan secara bergantian, dengan anak kecil yang anteng dalam gendonganya.
“Selamat untuk kalian berdua,” ucap Nando kepada Lea dan Nathan.
“Semogah sampai nenek kakek selalu bersama-sama,” lanjut Nando dengan senyuman manis di wajahnya.
Sungguh, ini sakit. Tapi dia harus bagaimana lagi. Lea sudah menikah dan sudah sah menjadi istri orang lain.
Nando mencintainya, sungguh ia mencintai Lea. Namun tetap saja ketampanan tidak ada artinya jika Lea menyukai dan mencintai sosok dokter Nathan yang sudah hampir sempurna dari segi apapun.
lea mengangguk kecil. Masih setia melihat anak kecil dalam gendongan Nando. Siapa anak kecil itu?
Tidak mungkin juga kalau itu adalah anaknya Nando. Nando tertawa kecil, ia tau kemana arah pikiran Lea saat ini, melihat dirinya menggendong anak kecil.
Mata bulat Kayla bertatapan dengan wajah senduh mengandung senyuman di wajah Nando.
“Dia anak kami,” sahut Valen membuat Lea semakin terkejut.
Valen mulai menjelaskannya kepada Lea jika anak dalam gendongan Nando adalah anaknya. ia juga mulai menjelaskan bagaimana ia bisa selamat dan lupa ingatan selama satu tahun lamanya.
Valen berjalan kearah Nando, mengambil Anna dalam gendongan Nando. Lepas itu mereka foto-foto lalu turun, karna masih banyak tamu yang ingin memberikan ucapan selamat kepada Lea dan juga Nathan.
“Cowok nggak boleh lemah.” Rifal menepuk pundak Nando lal berlalu pergi.
Nando mendekat, mengulurkan tanganya kepada Lea. Terlebih dahulu Lea melirik Nathan sebelum menyambut uluran tangan Nando.
Melihat Nathan tersenyum padanya membuat Lea menyambut uluran tangan Nando.
“Sekali lagi selamat menikah gadis kecil.”
Tidak, ini terlalu lucu hingga membuat Lea refleks memeluk Nando. Tamu undangan berpikir jiki itu adalah kakak sepupu Lea.
Nando melepaskan pelukanya, seraya mengusap air matanya kasar. “Semogah kau bahagia selalu,” ucap Nando dengan senyuman nanar.
“Selamat, kau sudah berhasil memiliki gadis yang aku sukai juga. Jaga dia dan cintai dia setulus mungkin.”
Nathan menyambut uluran tangan Nando, lalu mereka berpelukan.
Nando tidak berniat mengebadikan momen dengan mengambil foto, itu semua akan membuatnya patah hati dalam keabadian.
__ADS_1
Lepas memberikan selamat kepada Lea dan Nathan, Nando langsung turun.
Dibawah sana Valen mengobrol dengan Rara, Kayla dan juga Frezan. Mereka masih mengobrolkan mengenai Valen yanh hilang satu tahun yang lalu dan kembali menggendong anak kecil yang cantik.
Nando memilih lebih dulu keluar dari hotel, dia ingin mengistirahatkan tubuh dan juga hatinya yang patah berkeping-keping.
Kedua adik Lea bernama Raka dan Riki menghampiri sang Kakak dan memeluknya dengan erat.
Melihat Lea begitu cantik membuat kedua adiknya tidak percaya jika yang di depanya adalah kakaknya yang bak Barbie hidup.
Novi memandangi anak dan Nathan yang sudah resmi menjadi menantunya itu.
‘’Tolong jaga, Lea. Tegur dia baik-baik, bimbing dia. Karna sesungguhnya dia masih anak kecil bagi saya.'' Novi berkata dengan Nathan seraya menitihkan air matanya.
''Bagi saya, Lea masih anak kecil,'' lanjut Novi dengan senyuman kecil, serta air mata yang mengalir di pipihnya.
''Saya akan menjaga Lea, menyanyangi Lea dengan setulus hati.''
Novi dan kedua adik Lea memilih turun kebawa, karna masih banyak tamu yang ingin memberikan selamat untuk kedua mempelai.
Kaki Lea sudah pegal melayani tamu, dia butuh istirahat dan ingin dengan segera merebahkan tubuhnya.
''Habis acara ini, kita langsung istirahat. Aku tau kamu dan aku capek.''
Lea memandangi kamar yang sekarang ia tempati, di penuhi dengan bunga-bunga diatas tempat tidur, berbentuk love.
Lilin cantik menambah keromantisan kamar yang sekarang Lea tempati.
Suara gemercik air dalam kamar mandi membuat Lea memilih untuk duduk diatas tempat tidur.
Lepas Nathan mandi, ia akan mandi juga. Tubuhnya sudah pegal, rambutnya sudah lepek dan tubuhnya meminta untuk segera di istirahatkan setelah bersalaman dengan tamu yang begitu banyaknya.
Malam ini, mereka menginap di kamar hotel. Besok pagi mereka akan pulang kerumah yang di hadiahkan Frezan untuk mereka berdua.
Jadi, Nathan tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membeli rumah. Tentu saja bahagia mengenai hadiah yang di berikan oleh kakaknya itu.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, membuat Lea terkejut melihat seseorang yang keluar dari kamar mandi dengan keadaan bertelanjang dada.
Nathan hanya melilitkan handuk di pinggangnya, rambutnya basah, sisa-sisa air itu turun membasahi wajah Nathan membuat pria itu sangat tampan.
Lea meneguk salivanya susah payah, ia tidak berkutik melihat Nathan begitu tampan habis mandi dengan rambut basah serta sisa-sisa air di dadah bidang Nathan.
__ADS_1
Nathan tersenyum jenaka kearah Lea, menghampiri gadis yang baru saja menyandang gelar sebagai istrinya.
Lea belum melepaskan gaun pengantin yang begitu mewah di tubuhnya, mungkin dia tidak bisa membukanya tanpa bantuan orang lain.
Rosa dan kedua anak buahnya langsung pulang dengan alasan buru-buru. Malahan Rosa menyuruhnya meminta tolong kepada Nathan untuk membuka kancing gaun pengantin yang ia kenakan.
Gaun yang ia kenakan sangat berat, membuatnya cepat kelelahan.
Fyuhhh
Lea baru tersadar dari lamunanya saat Nathan meniup wajahnya, untung saja mulut pria itu wangi.
Nathan terkekeh. ''Kenapa menghayal?'' tanya Nathan dengan pura-pura polos.
''Menggoda.''
Lea melototkan matanya seraya menutup mulutnya, kata-kata itu langsung keluar dari mulutnya tanpa ia sadari.
Nathan kembali tertawa kecil, dengan ucapan Lea barusan.
''Buruan mandi baru istirahat. Kamu capek, kan.''
Lea mengangguk membenarkan ucapan Nathan barusan.
‘’Kenapa masih tinggal?'' Sepertinya Nathan tidak peka dengan suasana ini.
Lea menunduk, ''kancing bajunya nggak bisa Lea lepas sendiri. Lea butuh bantuan dokter Nathan buat Lepasin kancing baju Lea yang di belakang,'' jelas gadis itu membuat Nathan mengangguk paham.
Nathan menyuruh Lea berbalik badan, untuk ia bantu membuka kancing gaun yang Lea kenakan.
Tangan Nathan mulai bergerak membuka kancing gaun yang Lea kenakan. Ia mulai menurunkan kancing gaun pengantin Lea membuat Nathan meneguk salivanya susah payah.
Kini ia yang mulai tergoda dengan punggung putih mulus milik Lea.
''Kancingnya susa di buka ya?'' tanya Lea karna merasa pergerakan tangan Nathan terhenti.
''Tidak, Lea,'' jawab Nathan kembali melanjutkan pekerjaannya itu.
Kancing Gaun itu berhasil di buka, dengan cepat Lea membalikkan tubuhnya karna ia hanya mengenakan tentop saja dan celana sampai paha.
''Kali ini, kamu yang meggoda ku,'' ucap Nathan dengan senyuman tipis membuat Lea menggeleng.
''Apa dokter Nathan udah mulai nafsuan sekarang?''
__ADS_1