
Rifal, Valen, Kianna dan Nando sudah berada di bandara pagi ini. Mereka akan kembali ke Jakarta.
Yah, Rifal tidak mau tinggal lebih lama di Bali, bahkan pria itu sudah bersumpah tidak akan mengajak Valen berlibur ke Bali lagi.
Gara-gara hal ini, membuat Rifal tidak ingin ke Bali lagi apapun itu alasanya. Tapi bagaiamana dengan Kianna kelak? Bukankah anak itu lahir di Bali, bukan di Jakarta.
Mereka berempat sudah berada di pesawat, Valen duduk di dekat jendela pesawat supaya dia dengan leluasa melihat pemendangan. Sementara Rifal berada di sampingnya.
Sementara Nando? Dia duduk di belakang menggendong Kianna. Ahk, dia kembali menjaga Kianna sementara Rifal sedang bermesraan di depanya tanpa lihat tempat.
Pesawat sudah lepas landas yang akan mengantar mereka pulang. Rifal belum mengabarkan siapapun tentang Valen. Dia tidak ingin terusik dengan kedatangan orang-orang yang ingin melihat Valen dan akan menganggu waktunya berduaan dengan Valen, terutama Lea tetangganya.
Rifal sudah memberitahukan kepada Nando untuk tidak menyebarkan berita mengenai Valen. Terutama kepada Lea.
''Fal, kita ambil aja, Anna. Kasihan Nando di belakang,'' celetuk Valen kepada Rifal.
Rifal hanya acuh seraya berkata. ''Nggak usah mikirin Nando dan Kianna untuk saat ini. Cukup mikirin aku dulu.'' Rifal berkata dengan manja yang dapat di dengar oleh Nando di belakang membuat pria berulang kali bersumpah serapah.
''Saya kembali menjadi bapak pengasuh anak.'' Nando hanya bisa bergumam dan hanya dirinya sendiri yang mendengarkanya.
__ADS_1
''Jelas aku mikirin, Anna,'' protes Valen tak habis pikir dengan ucapan Rifal yang menyuruhnya untuk tidak memikirkan anaknya sendiri. ''Dia anak kita, bukan anak Nando. Masa iya aku harus abai sama anak aku sendiri?''
Rifal melonggarkan genggaman tanganya di jari Valen lalu menatap dengan lekat wajah istri yang selama ini dia cari dan rindukan.
''Obati rindu aku dulu,'' ucap Rifal. ''Nanti baru Anna.''
Valen menggenggam tangan suaminya itu dengan erat. ''Kenapa mau bersaing sama anak sendiri?''
''Bukan bersaing, Len. Tapi ada yang lebih butuh,'' lanjutnya kepada Valen.
''Anna masih kecil, jadi dia yang lebih butuh.''
''Tap—''
''Gitu aja repot,'' lanjut Nando lagi.
''Ngalah, lah, Fal sama anak sendiri. Masa mau bersaing sama anak sendiri? Kan nggak srek.'' Nando terus menimpali membuat Rifal menarik nafasnya dalam.
''Iyakan, Kianna?'' Nando menatap Kianna meminta pendapat anak kecil itu.
__ADS_1
''Basi lo, Nan!''
Nando sudah tidak membalas ucapan Rifal lagi, dia takut jika sekali Rifal ngomong akan memotong gajinya.
Valen menjadi malu sndiri.
''Nando aja ngerti,'' ucap Valen dengan suara pelan agar nando tidak mendengar dari belakang.
''Nggak usah dengerin apa kata Nando. Dia mana tau rasanya tidur bareng istri, di sayang sama istri dan saling mencintai. Dia saja belum menikah!'' Rifal sengaja menaikkan dua oktaf suaranya agar Nando mendengar.
Nando tau jika Rifal sengaja. ''Sekali saya nikah, langsung dapat tiga istri.''
''Punya duit berapa lo, Nan, mau punya istri tiga? Gue aja yang kaya cuman punya istri satu.'' Rifal menyombongkan diri membuat Nando mendengus.
''Sekali saya bergerak kasi ini anak ke mamahnya, kau bakalan tersingkirkan.''
''Nan—''
''Makanya jangan menghina orang yang belum menikah.'' Nando langsung memotong perkataan Nando.
__ADS_1
''Sekali saya bergerak bukan gaji lo yang gue potong, tapi gue langsung pecat lo!'' Rifal mengancam Nanda membuat pria itu menutup rapat-rapat kembali mulutnya.
I