
Valen kembali kedalam mobil lalu menyimpan belanjaannya dibelakang kursi.
"Maaf udah buat kamu nunggu lama," kata Valen sembari menyimpan barangnya dibelakang kursi.
"Lama juga nggak apa-apa, asal sama kamu," kata Rifal sembari tersenyum lalu menjalankan mobilnya untuk menuju ke apartemen milik Nando.
Valen tersenyum kearah Rifal."Fal, aku mau kasi nama panggilan untuk kamu. Tapi yang bagus apa yah?" kata Valen melihat kearah Rifal membuat Rifal tertawa kecil dengan apa yang dikatakan oleh Valen.
"Panggil Mas kali yah," kata Valen membuat Rifal refleks melihat menatap Valen.
"Kayak tukang sayur aja dipanggil, Mas," Rifal menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh Valen.
"Terus manggilnya apa dong? Masa nggak ada nama panggilan yang spesial gitu," kata Valen.
"Nanti kita pikiran, kalau udah dari jenguk Nando," kata Rifal dan dibalas anggukan setuju oleh Valen.
Mobil mewah milik Nando langsung tiba didepan Indomaret, terlihat Lea sedang duduk dikursi yang disediakan sembari mengemil makanannya.
Nando yang melihat Lea langsung membunyikan klakson mobilnya, sehingga gadis itu langsung melihat keasal suara klakson mobil.
Nando menurunkan kaca mobilnya membuat Lea tertawa bak orang gila membuat Nando memutar bola matanya malas, pagi ini dia akan bertemu dengan tetangga Rifal yang otaknya separuhnya sudah tidak berfungsi lagi.
Lea melambaikan tangannya kearah Nando sehingga Nando mengumpat lalu turun dari mobil, entah apa yang ingin Lea lakukan sehingga dia memanggil Nando sehingga pria dewasa itu turun dari mobil.
"Umur boleh dewasa, tapi masih aja nurut sama bocah baru lahir," oceh Nando menghampiri Lea yang masih melambaikan tangannya padahal dia sudah menghampiri gadis itu.
"Apa?" ketus Nando setelah sampai di dekat Lea.
Lea cengengesan kearah Nando. "Bantu bawaain makanan Lea, tuh," kata Lea menunjuk kantongan belanjanya ada tiga kantongan besar.
"Buset dah, kamu ini mau pergi jalan-jalan atau pergi makan-makan?" heran Nando melihat kantongan yang pastinya semua berisikan makanan. Ini bukan kantongan kecil, melainkan kantongan besar.
__ADS_1
"Kalau Lea stres, Lea makan sebanyak mungkin sampai Lea lupa kalau Lea tuh stress," kata gadis itu membuat Nando langsung tertawa kencang.
"Kamu itu setiap hari stres, idiot. Jadi, kamu nggak usah sok-sok bilang kalau masa stress kamu tuh lagi datang, karna setiap hari kan kamu stres," kata Nando membuat Lea mengerucutkan bibirnya kesal kepada Nando.
Lea sudah tau akan terjadi seperti ini jika dia mengajak Nando, tapi apa boleh buat tidak ada yang ingin mengantarnya kecuali sih Nando yang baru saja dia kenal namun sifat cowok itu sudah terlihat.
Perlu diingatkan, jika humor milik Nando sangatlah tinggi. Dia sangat suka bercanda, apa lagi jika sudah satu frekuensi.
"Lea beneran banyak pikiran," kata gadis itu lesuh kepada Nando.
"Kamu lagi mikirin kapan kamu nggak stress setiap saat?" canda Nando membuat Lea menatapnya kesal.
"Kak Nando!" Refleks saja Nando langsung menutup mulut Lea dengan telapak tangannya, untung saja pria itu tidak membekap mulut Lea dengan bibirnya.
"Jangan berisik, kamu nggak lihat kita lagi jadi pusat perhatian," bisik Nando ditelinga Lea membuat gadis itu celingukan. Benar saja ada yang senyum-senyum jahil kearahnya.
"Le-pasing du-lu," kata Lea memukul tangan kekar Nando yang membekap mulut lea.
"Tangan saya bersih, nggak ada firusnya," kesal Nando kearah Lea.
"Anak kesehatan harus jaga kesehatan," kata Lea membuat Nando memutar bola matanya malas.
Nando langsung mengangkat makanan yang dibeli oleh Lea untuk segera dia bawa kedalam mobil. Lea masuk kedalam mobil namun gadis itu duduk dibelakang sehingga terjadilah kembali perdebatan antara Nando dan Lea.
"Saya bukan supir kamu, sekarang pindah kedepan," perintah Nando dan dibalas gelengan kepala oleh Lea.
"Lea mau disini, luas. Biar Lea bisa kasi lurus kaki Lea. Lea lagi stress, banyak pikiran. Jadi kak Nando jangan tambahin lagi dong," kesal Lea kepada Nando.
"Anak Dajjal," desis Nando lalu menjalankan mobilnya, jika dia melawan Lea berdebat bisa-bisa mereka tidak akan pergi karna waktunya habis untuk saling berdebat yang tidak penting.
Nando menjalankan mobilnya untuk segera pergi tanpa tujuan karna Lea belum mengatakan ingin jalan-jalan kemana.
__ADS_1
"Duit kamu lagi banyak yah, beli makanan segitu banyaknya," kata Nando sembari melihat Lea melalui kaca mobilnya.
"Lea nggak punya duit, Lea kan mahasiswa belum punya pekerjaan. Mamah kasi Lea duit aja sesuai dengan apa yang Lea butuhkan bukan yang Lea inginkan," kata gadis itu membuat Nando tersenyum simpul.
"Kalau memang kamu nggak punya uang, kenapa coba kamu beli makanan sebanyak ini," kata Nando membuat Lea yang sedang asik mengemil cengengesan dan itu semua dilihat oleh Nando dari balik kaca mobil.
"Ditraktir sama dokter Valen," kata gadis itu dengan bangga, jika dia mempunyai tetangga sebaik Valen. Dan tetangga seperti Valen sangat sulit untuk ditemui.
"Emangnya dokter Valen ke Indomaret juga?" tanya Nando serius, belum menyadari jika Rifal dan Valen tengah menuju ke apartemennya.
"Ya iyalah ketemu di Indomaret, masa iya ketemu dipasar baru belanjaanya dibayar di Indomaret?" kata Lea membuat Nando memutar bola matanya malas.
"Yaudah, kita sekarang mau kemana?" tanya Nando.
"Lurus-lurus aja, nanti Lea kasi lihat jalanya," kata Lea kepada Nando.
Rifal dan Valen menaiki lift untuk segera menuju ke apartemen milik Nando. Apartment milik Nando berada dilantai lima nomor 3.
Buah-buahan yang dibeli oleh Valen tadi dibawah oleh Rifal. Pintu lift terbuka sehingga Valen dan Rifal langsung keluar.
Sekarang ini mereka berdua berada didepan pintu apartemen milik Nando. Tangan Rifal menekan deretan angka sebagai pin apartment Nando. Untung saja Rifal tau apa Pin-nya sehingga dia tidak perlu bersusah payah untuk membunyikan bel untuk Nando.
Pintu terbuka langsung saja Rifal dan Valen langsung masuk. "Kamu duduk dikursi aja, biar aku yang naik lihat Nando," kata Rifal dan dibalas anggukan kepala oleh Valen. Rifal langsung menaiki tangga untuk menuju kamar Nando.
Sementara Valen membuka Instagram karna tidak ada yang dia lakuin. Dia melihat stori Lea sedang berada dalam mobil dengan snack yang banyak lalu memberikan caption liburan.
Padahal setahu Valen, anak kuliahan sekarang belum libur namun mengapa anak itu sudah pergi liburan?
Valen mengscrol Instagram karna saking gabutnya, Rifal menyuruhnya untuk menunggu disini sementara dia akan memanggil Nando untuk turun diperiksa oleh Valen dan diberikan obat.
"Lea liburan sama siapa yah? Pantas aja dia beli makanan banyak," menolog Valen karna dia membayar belanjaan Lea sekitar satu jutaan. Dan itu tidak masalah untuknya.
__ADS_1