Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Coupel paling terkeren


__ADS_3

Rara dan Frezan hanya makan berdua saja dimeja makan. Rutinitas yang mereka lakukan setiap pagi.


"Kayla sama El nggak turun sarapan?" tanya Frezan kepada Rara.


"Kayla sarapannya setelah dia kasi makan sama sikembar," jawab Rara.


"Kalau Elga?"


"Bang Elga semalam pergi, sampai sekarang belum pulang," kata Rara kepada Frezan.


"Rara mau tanya," kata Rara. Dia terlebih dahulu memberitahukan kepada Frezan jika dia ingin bertanya kepada suaminya.


"Bilang aja," kata Frezan mengambil tisu untuk melap bibirnya yang sama sekali tidak kotor.


"Bang Elga kerja apa dikantor kamu?" tanya Rara sedikit ragu-ragu. Seharusnya ini bukan urusannya, apa lagi perihal kantor.


"Kemarin Elga belum kerja," kata Frezan. Mengingat kemarin adalah hari pertama Elgara kerja, namun pria itu tidak bekerja karna dia langsung pulang setelah dia masuk kekantor.


"Aku kasi dia posisi sebagai sekretaris," kata Frezan membuat Rara bernafas legah. Setidaknya Elga tidak ditempatkan ditempat OB.


"Syukur deh," beo Rara.


"Kamu pikir aku kasi kerja apa buat, El?" tanya Frezan kepada Rara.


Rara cengengesan kearah Frezan memperlihatkan deretan giginya yang tertatah rapih. "Aku pikir kamu kasi posisi sebagai OB, buat bang Elga," kata Rara sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


Frezan menggelengkan kepalanya, begitu sampai kesana sekali pikiran Rara, tidak mungkin sekali Frezan memberikan pekerjaan untuk iparnya itu sebagai OB di kantor.


"Aku pamit kerja dulu," kata Frezan mengecek jam dipergelangan tangannya sudah pukul delapan pagi.


Rara mengangguk kecil lalu mengantar Frezan kedepan pintu, dengan Rara membawa tas kerja milik Frezan sampai ambang pintu.


Rara mencium punggung tangan Frezan, rutinitas yang setiap pagi dia lakukan jika Frezan ingin berangkat kerja.


Cup


Frezan mencium kening Rara begitu lama.


Cup

__ADS_1


Kali ini ini ciumannya berpindah ke bibir Rara, dia ********** lalu melepaskan ciumannya.


"Aku pamit kerja dulu," pamit Frezan, "jaga anak-anak," peringat Frezan dan dibalas anggukan kepala oleh Rara.


Rara melambaikan tangannya kearah Frezan, setelah mobil milik Frezan telah keluar dari pekarangan rumah, Rara menutup pintu utamanya.


***


Valen keluar dari mobil milik Nathan, pagi ini dia berangkat kerumah sakit bersama dengan Nathan. Jujur saja, Valen yang menyuruh Nathan untuk menjemputnya.


"Valen," panggil Nathan setelah Valen berjalan meninggalkan mobil Nathan.


"Kenapa?" tanya Valen kepada Nathan.


"Kalau lo butuh apa-apa, jangan sungkan-sungkan buat bilang sama gue," kata Nathan serius kepada Valen.


"Kalau lo mau makan, makanan yang lo mau, lo telfon gue aja. Gue pasti gue bakalan bantu lo," kata Nathan membuat Valen tersenyum kearah Nathan.


Valen mengangguk kecil. "Makasih sebelumnya," kata Valen.


"Sama-sama, Len. Jangan sungkan-sungkan buat minta tolong sama gue," kata Nathan lagi.


Mereka berdua berjalan keuangan mereka, ruangan milik Nathan berseberangan dengan ruangan milik Valen.


"Len," panggil Nathan lagi setelah Valen ingin membuka handel pintu ruangannya.


Valen melihat kearah Nathan, tanda ada apa. "Makan siang bareng nanti, yah," pinta Nathan.


Valen nampak menimang-nimang perkataan Nathan terlebih dahulu, setelah memikirkan dia mengangguk mengiyakan ucapan Nathan.


"Iya," jawab Valen membuat Nathan tersenyum penuh kemenangan.


"Kalau gitu, gue masuk dulu," kata Valen lalu masuk kedalam ruangannya.


Nathan juga masuk kedalam ruangannya, dia melepaskan jasnya lalu menyimpannya diatas kursi.


"Bismillah," gumam Nathan sembari memejamkan matanya dikursi sofa ruangannya.


Sebenernya, Valen dan Nathan tidak mempunyai jadwal pagi, tapi Valen yang ingin kerumah sakit terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa pusingnya memikirkan kehidupannya, akhirnya dia berinisiatif berangkat pagi mengajak Nathan, untung saja Nathan mau.

__ADS_1


Ingat yah, kalau Nathan dan Valen sudah diberikan kerja sama oleh Kevin dirumah sakit ini. Antara dokter Nathan dan juga dokter Valen, dokter senior dan dokter junior.


Valen menyandarkan kepalanya dikursi, dia memutuskan untuk kerumah pagi karna dia tidak bisa tinggal dirumah Rifal memikirkan hubungannya dengan pria itu. Bisa-bisa Valen akan menangis jika meresapi itu semuanya.


Jika dia dirumah sakit, dia bisa melupakan masalahnya sejenak dengan kesibukannya dirumah sakit.


"Tuhan, kasi gue kebahagiaan," beonya menundukkan kepalanya di atas meja serta suaranya yang terdengar begitu lirih. Menandakan dia benar-benar mengharapakan kebahagiaan.


Tok....


Valen mendonggakkan kepalanya saat pintunya diketuk, dia menarik nafasnya panjang Lo harus profesional, Len. Lo nggak boleh bawa masalah lo kerumah sakit. Dirumah sakit ada nyawa yang perlu lo tolong, kalau lo kayak gini bisa-bisa lo nggak fokus, kerja. Batinya menyakinkan dirinya sendiri.


"Masuk!" perintah Valen kepada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.


Ceklek


Pintu dibuka oleh seseorang yang menggunakan seragam putih, menandakan jika dia seorang perawat dirumah sakit ini.


"Dokter Valen, kita harus lakuiin operasi. Soalnya dokter Hanan yang ingin melakukan operasi ada keperluan mendadak yang nggak bisa dia tinggalkan," kata perawat tersebut kepada Valen.


Valen menyeritkan alisnya, bukanya dia dokter paling junior disini, seharusnya yang mengambil pekerjaan yang mendadak seperti ini adalah dokter senior.


Valen bukannya tidak tau, setahunya begitu yang dikatakan oleh para dokter senior disini. Apa lagi sebentar siang jadwalnya padat, bisa-bisa dia akan lembur.


"Dokter Nathan gimana?" tanya Valen mengambil jasnya lalu memakainya sehingga aura kedokterannya muncul dengan wajahnya yang sangat memikat orang-orang. Tak dipungkiri, dokter temuda dirumah sakit ini adalah Valen sendiri.


"Dokter Valen yang akan mendampingi dokter Nathan untuk Melaka operasi ini," kata perawat tersebut dan dibalas anggukan kepala oleh Valen.


Setidaknya, dia bersama dengan Nathan yang kemampuannya dalam medis sudah tidak diragukan lagi. Bukanya Valen takut, untuk melakukan pekerjaan ini seorang diri, hanya saja dia lebih suka jika dia bersama dengan dokter senior biar ilmunya bertambah dalam dunia kesehatan.


"Baiklah," kata Valen keluar dari ruangannya di ikuti oleh perawat yang tadi. Pas Valen keluar dari ruangannya pas itu pula Nathan keluar dari ruangannya.


"Dokter Nathan," panggil Valen kepada Nathan.


"Kita segera keruangan operasi!" tegas Nathan dan dibalas anggukan kepala oleh Valen.


Mereka berdua berjalan untuk segera keruangan operasi, dengan perawat yang mengikuti mereka. Banyak pasang mata dirumah sakit yang memuji Valen dan Nathan yang nampak serasi.


"Dokter Valen sama dokter Nathan, cocok yah. Sama-sama ganteng dan cantik. Apa lagi mereka berdua sama-sama pintar," puji salah satu perawat yang melihat Valen dan Nathan berjalan keruangan operasi dengan serius.

__ADS_1


"Iya yah, mereka berdua cocok banget. Bakalan jadi coupel paling keren nantinya dirumah sakit, kalau mereka bersama."


__ADS_2