Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Anak kecil yang lantang


__ADS_3

Lea cengengesan kearah Nando saat mendapatkan jawaban seperti itu dari Nando. "Kalau udah sampai di Rumah pasti kak Nando langsung makan. Kenapa nggak makan disini aja," kata Lea membuat Nando menggelengkan kepalanya.


Entah sudah berapa kali dia menggelengkan kepalanya saat berbicara dengan Lea.


"Kamu aja yang makan." Nando berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.


Tidak butuh waktu lama makanan yang dipesan oleh Lea telah datang dengan pelayan ada tiga orang membawa pesanan gadis itu.


Sehingga meja miliknya penuh dengan makanannya.


"Makasih buat traktirannya," kata Lea mengucapakan kata terimakasih kepada Nando.


Padahal, seingat Nando dia tidak pernah mengatakan atau berjanji untuk mentraktir gadis disampingnya ini. Tidak apa, lagian Nando juga sudah biasa memberikan perhiasan untuk wanita yang dia dekati ujung-ujungnya dia yang meninggalkan wanita tersebut, bukan wanita yang meninggalkannya.


Sementara Lea hanya memesan makanan saja, jadi it's Oky, tidak masalah buat Nando.


"Makan dulu baru berterimakasih," ucap Nando kepada Lea.


Lea memakan ayam goreng kedalam mulutnya, menikmati makanan yang dia makan.


"Oh iya kak, Nan. Gaji kak Nando berapa juta jadi asisten om Rifal?" tanya Lea penasaran karna melihat raut wajah Nando biasa saja saat memesan makanan sebanyak ini.


Nando nampak berpikir lalu kemudian menjawab pertanyaan Lea. "25 juta perbulan," jawab Nando santai. "kalau menang tender biasanya 50 jutaan."


Uhuk...


Lea langsung tersedak makanannya saat mendapatkan jawaban hasil gaji Nando bekerja dengan Rifal.


"Minum dulu." Nando langsung memberikan teh kepada Lea karna dia juga panik saat mendengar gadis itu tersedak makanannya.


"Makanya kalau makan jangan sambil bicara," kata Nando membersihkan bibir milik Lea menggunakan tisu begitu santainya lalu kembali fokus kepada laptopnya.


"Kak Nando bersihin bibir, Lea?" tanya Lea membuat Nando melirik gadis itu.


"Iya, karna dibibir kamu sangat cemong," kata Nando. "Nggak usah baper, saya sudah biasa melakukan hal seperti itu bahkan hal lebih kepada pacar saya," kata Nando membuat Lea hanya mengangguk kecil, meski dia tidak tau hal lebih apa yang dikatakan oleh Nando.


Lea kembali melanjutkan makannya.


"Bang Nathan, itu kakak genit 'kan?" tanya Farel menunjuk kearah Lea yang sedang makan dengan khidmat sehingga Nathan melihat kearah yang ditunjuk oleh Farel.

__ADS_1


Ingin sekali rasanya Nathan tertawa saat Farel mengatakan kakak genit, entahlah sejak kapan Farel memberikan julukan kakak genit untuk Lea.


"Iya dia, kakak genit itu." Nathan malah ikut-ikutan mengatakan kakak genit membuat Farel tertawa kecil.


Karna jadwal Nathan malam hari, sehingga dia bisa membawa Farel untuk makan direstoran ini, sehingga tidak sengaja Farel melihat Lea.


"Farel, kamu mau kemana?" panggil Nathan karna Farel melepaskan tangannya dari tangan Nathan.


"Kakak genit!"


Lea tetap melanjutkan makanya karna dia merasa jika bukan dia yang dipanggil, namanya Lea bukan kakak genit.


"Kakak genit!"


Suara anak laki-laki mungil itu membuat Nando melihat kearah Farel yang tengah melihat kearah Lea yang sama sekali tidak meliriknya.


Nando melirik Lea yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari makanannya. Benar-benar gadis itu.


Wajah tampan milik Farel membuat Nando takjub, memang yah jika sudah keturunan dari kecil pun tetap tampan.


"Lea," panggil Nando.


"Tuh bocah nyariin kamu," kata Nando menunjuk kearah Farel menggunakan dagunya.


Tentu saja Lea langsung melihat kearah Farel, dia sampai terkejut karna melihat sosok Farel berada disini seorang diri.


"Kakak genit." Lea langsung melototkan matanya saat Farel memanggilnya kakak genit. Sejak kapan namanya menjadi seperti itu? Jadi sedari tadi yang dipanggil kakak genit adalah dirinya.


"Bwhahahah!" tawai milik Nando pecah membuat seluruh pengunjung restoran yang tengah makan menatap kearah Nando yang tertawa terbahak-bahak. Tak lupa pula dia memegang perutnya.


"Aduh bocah, kamu terlalu jujur," kata Nando masih dengan sisa tawanya. Sementara Lea menatapnya dengan tatapan horor karna tertawa tanpa melihat tempat.


"Hmm." Nando berdehem guna untuk menghilangkan sisa tawanya karma mata tertuju kepadanya.


"Apaan sih, nama saya Lea. Bukan kakak genit!" jengkel Lea karna mendapatkan julukan yang sangat tidak enak untuk didengar oleh orang-orang terutama dirinya ini.


"Farel!" mereka bertiga langsung melihat keasal suara.


"Dokter Nathan," menolog Lea saat melihat Nathan menghampiri Farel.

__ADS_1


"Dokter Nathan?" tiga detik kemudian Nando langsung paham, jika nama tersebut nama yang selalu diucapkan oleh Rifal saat dikantor, dimana dia selalu mengatakan jika Nathan menyukai Valen dan siap menerima Valen jika dia melepaskan Valen.


Memang tampan. Nando hanya bisa membatin melihat Nathan. Tapi Rifal juga tak kalah tampannya.


"Jangan lari-lari," peringat Nathan menggenggam tangan Farel kembali.


Apa dia duda anak satu? Kata-kata itu terlintas dalam benak Nando saat melihat Nathan dan Farel sangat mirip.


Nathan melirik Lea yang menggunakan almamater kampusnya lalu melirik Nando yang mengenakan jas kantornya.


Nando tersenyum kearah Nathan, meski Nando tidak mengenalnya dia tetap tersenyum bagaimana pun humor pria itu sangat tinggi.


Nathan membalas senyuman Nando, bahkan dalam hatinya dia berkata apakah pria dihadapannya ini mengenalnya?


"Anaknya, yah?" tanya Nando santai agar tidak dikatai sok kenal, padahal kenyataannya memang seperti itu.


Nathan tertawa kecil mendengar penuturan orang asing didepannya. "Saya belum menikah itu berarti saya juga belum punya anak. Ini adik saya Farel," kata Nathan melirik kearah Farel yang sedang menjulurkan lidahnya kearah Lea membuat Lea mengepalkan tangannya karna jengkel.


Nando hanya mengangguk kecil, ternyata dugaannya salah karena Nathan masih lajang. Belum menikah apa lagi mempunyai anak.


"Awas aja!" geram milik Lea tertahan, sehingga dipendengaran mereka nampak samar.


"Kakak genit sama om ini lagi? Katanya suka sama bang Nathan kok jalan sama om ini." Perkataan Farel yang sangat menggemaskan sukses membuat mereka bertiga mematung.


Nando melirik Lea. "Oh, jadi kamu suka sama yang pake jas putih, nggak suka sama jas kantoran yah," goda Nando membuat Lea menatapnya dengan tatapan lapar.


"Lea memang suka sama dokter Nathan, emangnya ada masalah sama kamu?"


"Buset dah!" Tentu saja Nando terkejut karna Lea menjawab tapa ragu. Nando pikir gadis itu akan malu saat anak kecil dihadapannya berkata seperti sementara dihadapannya ada orang asing.


"Tetangga Rifal memang unlimited edition," kata Nando lagi.


"Kakak genit nggak cocok sama bang Nathan," kata Farel dengan yakin membuat Nando menggelengkan kepalanya. Anak jaman sekarang memang pandai berbicara.


Nando meminum minumannya yang dia pesan tadi.


"Bang Nathan cocok sama bunda Valen." Farel berkata dengan santai, katakan jika anak kecil belum tau semuanya.


Uhuk ....

__ADS_1


Yah, kali ini Nando tersedak minumannya karna perkataan anak kecil dihadapannya, mengatakan jika bunda Valen yang pantas untuk Nathan, abangnya itu.


__ADS_2