
Rifal langsung memasukkan mobilnya kedalam pekarangan rumah. Dia melirik Valen yang tengah tertidur sembari memegang erat tangannya.
Rifal mematikan mesin mobilnya lalu menyandarkan kepalanya disandaran, lalu melirik wajah cantik milik istrinya.
Dia menyungkirkan senyum tipisnya
Cup....
Satu kecupan mendarat dipipih milik Valen, namun tidak membuat Valen bergerak. Mungkin saja dia letih.
Rifal membuka pintu mobil untuk segera turun, dia menggendong Valen untuk segera masuk kedalam rumah.
Dia menggendong Valen diatas anak tangga, dengan tangan Valen melingkar dileher Rifal membuat sensasi dalam diri Rifal mendapatkan sentuhan seperti ini.
Rifal membuka pintu dengan kakinya, untung saja pintu kamar miliknya tidak terkunci sehingga dia tidak kesusahan mendorong pintunya dengan kaki.
Rifal langsung membaringkan Valen, lalu menyelimutinya dengan selimut tebalnya berwana putih.
Cup....
Rifal mencium bibir Valen dengan singkat lalu mematikan lampu, dan hanya tersisa lampu tidur saja.
Rifal langsung baring disebelah Valen, dia memeluk Valen begitu erat. Kejadian tadi membuat hatinya legah, jawaban Valen yang juga mencintainya membuat Rifal jika dia tidak akan malu sendiri jika hanya dia mencintai Valen.
Namun, dia sudah dengar dengan mulut Valen sendiri jika dia mencintainya.
"Love you, Va," bisik Rifal ditelinga Valen membuat Valen langsung mengeliat. Pasalnya, bisikan Rifal membuat otot-otot tubuhnya seperti ingin dilumpuhkan saja.
Valen membuka matanya sehingga matanya dan Rifal saling bertatapan, hanya ada lampu kamar yang menghiasi mereka berdua.
"Fal," panggil Valen dengan suara serak. Karna dia bangun tidur.
Rifal mengangguk kecil. "Aku cinta kamu, Fal," kata Valen dengan sedikit tidak sadar, karna nyawanya belum terkumpul semua.
"Aku nggak bakalan ninggalin kamu. Aku bakalan jadiin kamu wanita satu-satunya yang bakalan dampingi aku sampai tua," kata Rifal dengan tulus menatap bola mata Valen yang sangat indah.
"Don't leave me, Fal," kata Valen dengan menitihkan air matanya. Sekali lagi, jawaban Rifal mampu membuat hatinya bergetar, terharu dengan jawaban diberikan oleh Rifal.
"Aku nggak bakalan ninggalin, kamu," kata Rifal membawa Valen kedalam pelukannya.
__ADS_1
Cup....
Rifal mencium kening Valen dengan penuh kasih sayang. Dia akan mengurus secepatnya hubungannya dengan Adel, dia akan memutuskan hubungan dengan gadis itu setelah dia benar-benar pulih.
Rifal tidak ingin merasa bersalah, jika Adelia semakin parah jika mengatakan ini semuanya. Besok Rifal akan membicarakan perihal ini kepada Valen.
Rifal melepaskan pelukannya lalu mereka berdua bertatapan membuat Valen tersipu malu dengan jaraknya dengan Rifal sangatlah dekat. Valen semakin yakin, jika Rifal tulus mencintainya sama ini.
Valen memejamkan matanya saat Rifal semakin mendekati bibirnya, dia tau apa yang akan terjadi saat ini.
Bibir mereka berdua bertemu, bibir yang selama ini mereka berdua rindukan, hanya saja mereka gengsi Unu melakukannya padahal mereka berdua sudah sah.
Rifal memejamkan matanya, begitupun dengan Valen menikmati ciuman yang diberikan oleh suaminya.
"Balas, Va," Rifal bersuara pelan dengan masih mencium bibir Valen, suara pria itu sangatlah serak seperti sedang menahan sesuatu membuat Valen bergedik ngeri.
Valen menggangguk kecil lalu membalas ciuman Rifal yang mengakses seluruh rongga mulutnya.
Valen terkejut saat tangan Rifal lolos masuk kedalam bajunya membuat jantunganya berdetak kencang, meski sudah melakukan hal lebih, tetap saja Valen masih ada rasa takut.
Valen berusaha tidak mengeluarkan suara, saat tangan Rifal mengakses seluruh tubuhnya. Jika dia bersuara dia akan mengundang setan pada diri Rifal malam ini.
Valen bisa merasakan, jika Rifal saat ini sangat semangat menjamah lekuk tubuhnya.
Sebagai pria normal, dan sudah dewasa, sudah pasti Rifal malam ini diselimuti nafsu birahinya.
Rifal tertawa kecil dengan matanya terselimuti hawa nafsu. Wajar saja, namanya laki-laki dewasa, apa lagi dia sudah menikah.
"Ambil nafas dulu, Va. Baru lanjut," kata Rifal membuat Valen hanya pasrah saja.
Jujur saja, Valen sangat letih, bagaimana jika Rifal malam ini meminta lebih? Bisa-bisa besok dia tidak akan bekerja karna kecapean.
"Lanjut?" tanya Rifal dan dibalas anggukan kepala oleh Valen.
Cup....
Rifal mencium kening Valen, "Besok malam kita lanjut. Aku tau kamu capek, aku juga capek. Kita tidur aja," kata Rifal mengeluarkan tangannya dari baju Valen.
Valen bersyukur, karna Rifal mengerti jika dirinya kecapean. Sebenarnya, Rifal ingin meneruskan aktifitasnya, namun dia bisa melihat dari mata Valen jika perempuan itu sedang capek, butuh istirahat.
__ADS_1
Rifal membawa Valen dalam dekapannya, dan Valen langsung tertidur dalam dekapan Rifal. Rifal mulai memejamkan matanya juga untuk menyusul Valen kedalam mimpinya.
Belum sempat Rifal memejamkan matanya dengan sempurna, deringan handponenyaa membuatnya membuka matanya.
Dia lupa mematikan handponenya, Rifal setiap ingin tidur dia harus mematikan handponenya agar tidak diganggu oleh orang.
Tangan Rifal bergerak mengambil handphonenya diatas nakas, dengan masih setia memeluk Valen.
Karna Valen sudah tertidur, terdengar hembusan nafasnya yang sangat beratur.
"Halo," sapa Rifal diseberang telfon dengan suara seraknya, karna dia sudah ingin tidur namun suara handponenya menggangu waktunya.
"Buruan kerumah sakit, sekarang juga!" Suara perempuan diseberang telfon membuat Rifal melihat layar handponenya. Ternyata nomor baru, karna dia tidak menyimpan nomor tersebut.
"Siapa lo!" desis Rifal diseberang telfon.
Dia melepaskan Valen dalam pelukannya, dia takut jika tidur gadis itu terganggu dengan suaranya. Rifal memperbaiki selimut milik Valen lalu beranjak berdiri dari tempat tidurnya.
"Gue Amora. Buruan lo kerumah sakit, Adel butuh lo. Kondisi Adel masih tanggung jawab lo." Lepas mengatakan itu, Amora langsung mematikan handponenya membuat Rifal menarik nafasnya panjang.
Secepatnya dia akan menyelesaikan hubungannya dengan Adel, agar gadis itu tidak menunggunya lagi.
Rifal sadar, jika dirinya yang salah telah berjanji pada Adelia yang akan dia jadikan istri. Rifal pernah memang mengatakan seperti itu, sebelum dia belum mencintai Valen, dan sekarang dia telah mencintai Valen.
Dia akan mempertahankan Valen, apa lagi saat ini Valen mengandung anak pertama mereka.
Rifal tidak ingin membuat Valen memikirkan hal aneh-aneh tentang hubungannya dengan Adelia.
Apakah dia akan tetap kerumah sakit?
Yah, Rifal akan tetap kerumah sakit. Bagaimanapun dia masih bertanggung jawab atas Adelia.
Dia melirik Valen yang tengah tertidur lelap, dia ingin membangunkan Valen namun dia juga kasihan jika Valen terbangun.
Cup.....
Rifal mencium kening Valen.
"Aku pergi dulu, Va. Aku bakalan cepat kembali. Aku bakalan urus Adel supaya aku tidak punya hubungan dengan dia lagi," kata Rifal menatap wajah Valen.
__ADS_1
Rifal langsung keluar dari kamarnya untuk segera kerumah sakit.
Aku janji. Setelah aku mengatakan semuanya kepada Adelia, aku bakalan bahagian kamu, Va. Dengan anak kita nantinya