Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
I Love you Valensia


__ADS_3

Valen menggeliat dari tidurnya, di sadar dia tidak bersama dengan suaminya membuatnya langsung duduk menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur. Dia memegang kepalanya yang sedikit pusing lalu kembali mengingat jika semalam dia menolak Rifal karna pria itu mabuk dan bau alkohol.


Valen bangun dari tempat tidurnya lalu menuju kamar mandi untuk segera mandi, pagi ini dia akan ke rumahnya lalu ke rumah sakit untuk menjalankan kewajibannya sebagai dokter.


Setelah beberapa menit mandi, Valen langsung mengenakan baju yang pertama kali dia pakai saat ke apartemen milik Nando.


Valen mengambil make up dalam tasnya lalu memoleskanya di wajahnya agar cerah, dia menggunakan lipstik agar bibirnya tidak pucat, dan enak untuk di pandang. Setelah semua sudah siap dia langsung mengambil tasnya lalu keluar dari kamar untuk segera pulang.


Langkah kakinya terhenti saat melihat sosok yang dia cintai sedang tertidur telentang dibawah lantai.


Apa Rifal belum bangun sedari tadi? Itu yang di pikirkan oleh Valen.


Valen langsung menghampiri Rifal, untung saja bau badanya tidak menyengat seperti Elga karna Nando sudah membersihkan tubuh Rifal menggunakan tisu basah dan juga pewangi.


"Fal," panggil Valen namun Rifal tetap tidak bangun juga.


Valen melirik jam di pergelangan tanganya, tidak lama lagi jam kerjanya namun dia juga tidak tega meninggalkan Rifal sendiri. Apa lagi Valen tau jika dia hanya herdudi sini karna tidak mendengarkan suara Nando.


Apa lagi Rifal harus ke kantor. Jadi, Valen harus membangunkan pria itu sebelum dia juga pergi dari apartemen milik Nando.


Valen juga kasihan, melihat Rifal tidur di lantai karna semalam dia tidak mengizinkan pria itu tidur bersamanya di dalam kamar. Untung saja tidak ada nyamuk yang menggigitnya.


Tangan Valen terangkat mengusap rambut hitam milik Rifal membuat Rifal semakin terbuai dengan apa yang Valen lakukan.


"Jangan tinggalkan gue, Len."


Pergerakan tangan Valen langsung terhenti, dia melirik Rifal yang masih memejamkan matanya berbicara kepadanya, dia yakin jika Rifal hanya bermimpi saja.


"Jangan tinggalkan gue, Len."


Valen mengusap rambut Rifal sembari tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Rifal membuatnya terharu, dia berharap jika tidak ada lagi ujian cintanya kedepan bersama dengan Rifal.

__ADS_1


"Gue nggak bakalan ninggalin lo, Fal. Kecuali lo yang ninggalin gue demi perempuan lain," balas Valen, meski dia tau Rifal setengah sadar namun dia tetap membalas perkataan pria itu.


Rifal membuka matanya secara perlahan, mata sayunya bertemu dengan mata indah milik Valen. Dia pikir dia hanya mimpi mendapatakan jawaban seperti itu namun rupanya Valen benar-benar ada di sini dan membalas apa yang dia katakan.


"Jangan ninggalin aku, Len." Sepertinya kesadaran Rifal sudah kembali sedikit, karna dia sudah menggunakan kata aku kepada Valen.


Valen mengangyk tanda mengiyakan ucapan Rifal.


"Aku nggak bakalan ninggalin kamu, kecuali kamu yang ninggalin aku demi perempuan lain," balas Valen dengan yakin membuat Rifal menggelengkan kepalanya lalu duduk dibawah lantai.


Dia duduk bersama dengan Valen lalu menggenggam tangan Valen dengan yakin, jika wanita di hadapannya harus mempercayai apa yang dia katakan.


"Cukup kamu, Len. Dan anak kita, itu udah cukup. Nggak akan ada yang bisa nyingkirin posisi kamu dan ank kita dii hati aku," kata Rifal dengan yakin membuat Valen menitihkan air matanya karna perkataan Rifal barusan.


"Gimana dengan, Adel?" tanya Valen membuat Rifal langsung menyimpan jari telunjuknya di bibir milik Valen menandakan jika dia tidak ingin membahas mengenai Adelia.


Setelah beberapa menit berbincang-bincang, mereka berdua pergi meninggalkan apartemen milik Nando untuk segera pulang. Rifal akan berangkat kerja namun sebelumnya dia harus mengantar Valen kerumah sakit terlebih dahulu.


"Meskipun semalam kamu nggak ngizinin aku tidur sama kamu, aku tetap romatis," kata Rifal di anak tangga sembari menaikkan alisnya sebelah kepada Valen membuat Valen hanya acuh, namun dalam hatinya ingin sekali tertawa.


"Buruan mandi, aku siapin baju kerja kamu dulu," kata Valen dan dibalas anggukan kepala oleh Rifal, lalu pria itu mengambil handuk lalu masuk kedalam kamar mandi.


Valen menyiapkan baju kerja milik Rifal, warna biru navi yang selalu Rifal kenalanšŸ‡setiap hari Kamis.


Setelah mandi, Rifal langsung memakai baju kemejanya di bantu dengan Valen, lepas itu mengenakan dasi yang tentunya di pasangkan oleh Valen.


Cup


Satu ciuman mendarat di kening milik Valen, sehingga pergerakan tanganya memasangkan Rifal dasi terhenti. Membuat Rifal ingin tertawa geli melihat Valen terdiam.


"Lanjutin pasang dasinya, kamu mau kamu lambat kerumah sakut?"

__ADS_1


perkataan Rifal sukses membuat Valen langsung melanjutkan tugasnya memasangkan Rifal dasi. Lepas itu dia membantu Rifal menggunakan jas kerjanya.


Setelah semua siap, mereka berdua langsung berjalan menuruni anak tangga untuk segera kw tempat kerja mereka. Mereka berdua akan sarapan dulu tempat kerja karna tidak ada yang membuat sarapan, apa lagi selama dua hari dia tinggal di apartemen Nando, para pembantu di rumahnya dia liburkan.


Mobil Rifal telah sampai di depan rumah sakit, sesuai dengan apa yang dia katakan, dia akan mengantar Valen ke tempat kerjanya.


Mereka berdua saling bertatapan didalam mobil, membuat Valen menjadi salting dengan tatapan Rifal saat ini.


"Sini," kata Rifal tidak jelas membuat Valen bertanya sini apa?


"Dekat sini," kata Rifal lagi sehingga Valen memajukan tubuhnya di dekat Rifal.


Cup


Rifal mencium kening milik Valen begitu lama sehingga Valen memejamkan matanya meresapi ciuman yang diberikan oleh suaminya, dia berharap rumah tangganya akan baik-baik saja. Dia tidak mau jika semua akan berubah lagi, terutama Rifal yang berubah.


Rifal melepaskan ciumannya lalu menatap wajah Valen yang masih memejamkan matanya membuat sudut bibirnya terangkat berbentuk senyuman.


"Udah," kata Rifal sehingga Valen membuka matanya secara perlahan-lahan. Netra matanya bertemu dengan mata milik Rifal.


"Jaga kesehatan kamu, dan jaga anak kita," kata Rifal mengusap perut Valen yang sudah ada sedikit tonjolan.


Valen mengangyk tanda setuju.


Valen menyalimi tangan Rifal sebelum dia keluar dari mobil.


Cup


Sebelum benar benar-benar keluar dari mobil, Valen lebih dahulu mencium bibir Rifal dengan singkat lalu keluar dari mobil, membuat Rifal terdiam dengan apa yang di lakukan oleh Valen. Dia melihat Valen sudah masuk ke loby rumah sakit dengan cepat dia membuka jendela mobilnya.


"I love you, Valensia! "

__ADS_1


Seluruh tatapan langsung terarah pada Rifal dengan suaranya yang keras menyita pasang mata, bahkan langkah kaki Valen terhenti dengan suara nyaring milik Rifal mengucapakan kata I love you.


__ADS_2