Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Terkena air panas


__ADS_3

Rara yang berusaha menghilangkan sedikit beban pikirannya mengenai saudaranya sedang membuat teh agar pikirannya sedikit tenang.


Rara menuangkan air panas kedalam gelasnya, namun tiba-tiba saja penglihatannya teralihkan karna melihat sosok suaminya sedang menuruni anak tangga dengan buru-buru.


“Awkh,” ringis Rara saat air panas itu langsung terciprat di tanganya menbuatnya langsung mengibaskan tanganya untuk menahan rasa sakit.


Dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mengoleskan tanganya Pepsodent agar tidak melepuh.


Niatnya ingin menghampiri Frezan, namun terurungkan karna rasa sakit yang dia rasakan.


Rara langsung masuk kedalam kamar mandi dapur sementara Frezan sudah meninggalkan pekarangan rumah untuk menuju rumah sakit.


Ada rasa kecewa dalam diri Rara saat melihat suaminya itu pergi tanpa berpamitan denganya. Rara hanya bisa memandang mobil Frezan yang sudah menjauh.


Rara tidak tau, mau kemana suaminya itu pergi tanpa pamit kepadanya.


“Ra,” panggil Bunda Alvi melihat Rara melihat keluar jalan yang tidak siapa-siapa dengan tatapan senduh.

__ADS_1


Alvi langsung menepuk pundak Rara dengan lembut membuat anaknya itu langsung membalikkan badanya.


“Kamu kenapa? Ada masalah sama suami kamu?”


Rara menggelengkan kepalnya kuat. “Nggak ada kok bun. Cuman Rara kecewa aja sama kak Eza, dia pergi tanpa berpamitan sama Rara.” Hal kecil saja yang di lakukan Frezan membuat hatinya teriris.


Air matanya jatuh, sehingga dia mengusap matanya dengan tangan yang terluka tadi yang di lumuri Pepsodent.


“Tangan kamu kenapa?” Tanya Alvi mengambil tangan Rara lalu mencium bau Pepsodent.


“Kamu harus hati-hati. Sini lukanya bunda kasi salep dulu. Siapa sih yang ngajarin kamu pake Pepsodent kalau tangan kena air panas, hal itu bakalan buat kulit kamu jadi sensitif dan berakibat alergi,” kata Alvi menggelengkan kepalnya sembari menuntun Rara berjalan ke kursi sofa untuk memberikan salep.


“Kamu harus hati-hati kalau di dapur,” kata Alvi membersihkan Pepsodent di tangan Rara.


“Rara nggak fokus karna lihat Kka Eza buru-buru pergi. Mana nggak pamitan sama Rara lagi,” sedihnya sembari menahan perih di tanganya.


“Mungkin aja ada urusan kantor,” kata Alvina.

__ADS_1


“Setidaknya kak Eza pamit sama Rara dulu, Bun,” kata Rara membuat Alvi tersenyum samar.


Dia tau, bagaiamana rasanya karna dia sudah lebih dulu berumah tangga dengan Kevin, suaminya.


“Oh iya bun. Bunda tadi tanya kan siapa yang ngajarin Rara pake Pepsodent kalau tangan melepuh?” Tanya Rara dan dibalas anggukan kepala oleh Alvi.


“Kak Eza,” jawabnya membuat Alvi tertawa kecil.


“Pas masa SMA, Rara kena kuah bakso yang panas di tangan Rara, terus kak Eza datang bawa Pepsodent lalu ngolesin di tangan Rara yang terkena kuah bakso,” Rara bercerita sembari tersenyum mengingat di mana saat itu Frezan dengan hati-hati mengoles Pepsodent di tanganya.


Dan saat itu pula, Frezan menghajar seorang anak laki-laki karna tidak sengaja menumpahkan kuah bakso di tangan Rara.


Mengingat masa SMA, membuat Rara kembali tersenyum. Di mana sosok Frezan mengajarinya bermain skateboard di tengah hujan deras hingga Frezan meninggalkan dirinya keluar negeri tanpa pamit.


Suka duka telah di rasakan di masa SMA, mula dari persahabatan, cinta monyet dan juga kesedihan.


Cinta pertama Rara adalah Frezan, tapi orang yang pertama Rara suka adalah sosok Nathan, adik Frezan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2