
Elga mengcengkram setir mobilnya, dia tidak terima jika iparnya dan juga mantan kekasih istrinya itu memperlakukan dirinya. Perkataan Daniel masih terngiang-ngiang di kepalanya yang mengatai dirinya bodoh dan juga sikap Elga yang mengusir dirinya seperti seorang hewan.
Elga sudah mengsherlok lokasinya kepada Elga jika dia akan berjumpa di salah satu cafe dekat kantor milik Rifal.
Elga turun dari mobilnya lalu masuk kedalam cafe tersebut dengan mata tajamnya seakan-akan menahan tangis di perlakukan seperti itu pada Frezan, meski sebenernya dia yang salah dia juga yang sedih.
Elga duduk di kursi nomor tiga lalu pelayan menghampiri dirinya memberikan menu makanan dan minuman kepada pria yang menggunakan setelan jas itu.
Elga memesan es jeruk dan juga mie pangsit sembari menunggu kedatangan Rifal, sahabatnya.
Sekitar lima menit pesanan Elga telah datang, tidak lama itu pula Rifal turun dari mobilnya hanya menggunakan kaos hitam saja serta celana sampai lutut, styles yamg santai namun sangat memukau mata yang melihatnya.
Rifal langsung menghampiri sosok Elga yang sudah dia lihat tengah meminum es jeruknya dengan mata yang senduh.
"El," panggil Rifal lalu kemudian Elga mendongakkan kepalanya sudah melihat Rifal yang hanya menggunakan baju biasa saja, mungkin pria itu libur bekerja sehingga dia menggunakan setelan santai seperti ini.
Terlebih dahulu Rifal bertos dengan Elga, di sambut dengan tangan Elga yang tidak bersemangat sembari tersenyum masam.
"Lo punya masalah apa lagi?" tanya Rifal yang sudah tau jika Elga mempunyai masalah, cukup dari raut wajahnya saja yang tidak enak untuk dipandang.
Rifal duduk berhadapan dengan Elga, Elga menghembuskan nafas berat membuat Rifal meyakini jika sahabatnya itu mempunyai masalah.
"Lo tau kan' Fal, semenjak Frezan ninggalin Rara saat masa SMA di situ gue udah nggak srek lagi sama Eza sampai sekarang," tutur Elga membuat Rifal manggut-manggut.
Dia tau, jika sahabatnya itu masih tidak menerima semuanya. Bahkan Rifal baru tau jika Elga sampai sekarang masih mempunyai rasa dendam kepada Frezan.
Rifal pikir, setelah di luar negeri Elga lupa semuanya. Namum dia salah karna sampai sekarang pria dua anak itu masih mempunyai sedikit dendam kepada Frezan.
"Apa lagi tadi dia ngusir gue kayak binatang!" kesal Elga membuat Rifal menyungkirkan senyum tipisnya kearah Elga.
"Maksud lo, Elga ngusir lo ngibasin tangannya kearah lo sambil bilang hus hus hus," praktek Rifal sembari menggerakkan tangannya kearah Elga seperti sedang mengusir binatang yang sedang masuk kedalam rumahnya.
"Gue nggak becanda," keluh Elga kearah Rifal membuat Rifal tertawa.
__ADS_1
"Gue yakin, Elga ngusir lo secara kasar karna mungkin sikap lo itu," kata Rifal membuat Elga memutar bola matanya malas kearah Rifal.
Yah dia tau, jika dia yang salah soal ini, namun tidak usah lah Rifal menegasakanya kembali, dia kesini untuk berbagi cerita kepada sahabatnya.
"Nggak usah bela, Frezan," jengkel Elga.
"Tapi yang gue bilang barusan benar 'kan?" tanya Rifal memastikan sembari menghabiskan es jeruk milik Elga.
"Apa yang lo bilang emang benar, tapi nggak usah juga habis minuman gue. Lo bisa pesan sepuas lo. Lo kan bos besar," kata Elga membuat Rifal hanya mengedikkan bahunya kearah Elga.
"Gue ngajak lo kesini buat bagi cerita, siapa tau gue nggak pusing lagi setelah gue ceritain ini ke lo. Gue sangat kesal banget sama Frezan," ungkap Elga kepada Rifal.
Tepatnya lagi pria itu sedang curhat kepada Rifal.
"Gimana kalau kita ke bar?"
Elga dan Rifal saling bertatapan lalu kemudian keduanya menyungkirkan senyum tipisnya secara bersamaan.
***
Sudah pukul sepuluh malam, suaminya itu belum juga pulang. Sudah berulang kali Valen menelfon Rifal namun nomor pria itu tidak aktif.
Valen baru ingat, jika handphone milik Rifal tadi lobet semalam dia tidak sempat mencharger handphonenya, mungkin saja hpnya sudah mati daya.
Namun, apakah Rifal tidak bisa mengcharger handphonenya untuk memberikan kabar kepada Valen karna wanita yang sedang hamil itu sedang khawatir karna Rifal tak kunjung pulang juga.
"Rifal kemana sih, udah jam segini belum juga pulang," keluh Valen sembari berjalan ke dapur untuk membuat susu untuk dia minum agar bayinya juga sehat.
Nando sedang menuruni anak tangga menggunakan baju kaosnya, dia melirik Valen yang tengah berada di dapur sedang mengaduk sesuatu berwarna putih di dalam gelas, dapat Nando pastikan jika istri bosnya itu sedang membuat susu.
Apakah untuk dirinya? Tapi kan dia sudah sehat. Nando tertawa kecil mengapa dia begitu pede jika Valen membuat susu untuk dirinya.
Kondisi Nando sudah membaik, dia memperhatikan diseluruh penjuru ruangan, dia tidak menemukan bosnya berada disini.
__ADS_1
"Rifal mana?" tanya Nando sembari membuka kulkas mengambil air putih.
"Dari tadi sore Rifal keluar, sampai sekarang dia belum balik," kata Valen sembari meminum susu hamil yang dia buat.
"Rifal keluar sama siapa?" tanya Nando sembari menutup kulkas.
"Elga," jawab Valen.
"Maksud kamu Elga sekretarisnya Frezan yang bekerja sama dengan perusahaan Rifal?" tanya Nando memastikan.
"Iya, mereka berdua bersahabat," kata Valen lagi dan dibalas anggukan kepala oleh Nando.
***
Sementara Kayla sudah menelfon Elga berulang kali namun pria itu tidak mengangkat telfonya, yang membuat Kayla kesal pria itu selalu menolak panggilannya.
Kayla sudah memberitahukan kepada Rara untuk menelfon saudaranya itu, namun tetap sama Elga juga menolak panggilan dari Rara.
"Bang Elga belum balik?" tanya Rara memasuki kamar milik Kayla sembari melihat kedua keponakanya yang cantik sedang tertidur nyenyak.
"Belum Ra, padahal ini udah tengah malam," kata Kayla, suaranya menandakan jika wanita dua anak itu sedang khawatir kepada Elga.
"Aku telfon lagi yah," kata Rara karna dia juga khawatir dengan saudara kembarnya itu. Rara yakin jika saudaranya itu saat ini sedang tidak baik-baik saja dia dapat merasakan, bagaimana pun mereka berdua adalah saudara kembar.
"Nggak usah, Ra," cegah Kayla. "Lebih baik lo kembali ke kamar lo, suami lo udah nungguin lo," lanjutanya, Rara ingin menolak namun Kayla menggelengkan kepalanya menandakan jika dia tidak menerima penolakan.
Rara mengangguk kecil lalu berjalan menghampiri tempat tidur milik Dyra dan Dyta, sebelum pergi dia mencium terlebih dahulu pipi gembul milik kedua keponakanya.
Lalu Rara langsung pergi dari kamar Kayla.
"Bang El, cepat balik," menolog Rara sembari menutup pintu kamar milik Kayla lalu berjalan menuju kamarnya.
Rara selalu mendoakan yang terbaik buat saudaranya itu, dia sangat menyayangi saudaranya lebih orang lain tau.
__ADS_1
Rara membuka pintu kamarnya dan sudah melihat Frezan sedang duduk di tepi ranjang sembari melihatnya.