
Dokter Kiki tersenyum kikuk kearah Nando, membuat Nando menaikkan alisnya sebelah dengan tingkah dokter di hadapannya.
“Dokter kenapa?” Tanya Nando membuat Dokter Kiki mengerutuki tingkahnya sendiri.
“Emmm….” Dokter cantik itu memperhatikan pakaian yang di kenakan Nando mulai dari atas sampai bawah.
Pria itu mengenakan sepatu pantofel serta setelan tuxedo yang masih lengkap.
“Sepertinya kamu sedang bekerja,” kata dokter Kiki basah-basih sembari mencari ide.
“Yah….Saya sedang bekerja tadi, tapi Valen langsung menelfon saya tadi untuk menemani Rifal. Karna dia ingin melakukan operasi, sehingga saya meninggalkan pekerjaan saya.” Nando menjelaskan pada dokter Kiki dengan ramah.
Dokter Kiki mengangguk. “Bagaiamana jika kamu kembali saja ke kantor, biarkan saya yang menjaga suami dokter Valen,” saran dokter Kiki. Dokter Kiki berharap pria di hadapannya setuju dengan apa yang dia katakan barusan.
Alis indah milik Nando terangkat membuat dokter Kiki langsung kembali melanjutkan perkataanya.
“Hehehe, tenang saja. Saya bersama dengan perawat,” kilahnya dengan cepat disertai dengan tawa kecil. Dia yakin jika Nando berpikir yang aneh-aneh tentangnya.
Nando juga tertawa. “Saya pikir kamu juga akan tertarik sama Rifal, seperti pasien kamu,” kata Nando di sertai dengan tawa kecil.
Dokter Kiki menggelengkan kepalanya. “Saya masih mempunyai rasa malu,” papar Dokter Kiki dengan tawa kecilnya.
“Jadi bagaiamana?” tanya Dokter Kiki sekali lagi membuat Nando nampak berpikir.
Sejujurnya banyak pekerjaan kantor yang ingin dia selesaikan, sebenarnya dia bisa lembur sebentar malam namun dia urungkan kembali karna dia sudah beberapa hari ini begadang mengerjakan tugas kantor.
Nando melirik dokter Kiki yang tengah tersenyum kearahnya, dia bisa melihat jika dokter di hadapnya ini baik, tidak mempunyai niat buruk.
Apa lagi kan dokter Kiki seorang dokter.
“Baiklah,” kata Nando final membuat dokter Kiki langsung bahagia, hampir saja dia memeluk Nando membuatnya langsung tersadar.
“Maaf,” kata dokter Kiki dengan kikuk.
“Tidak apa-apa, saya akan berterimakasih kepada dokter Kiki jika tadi dokter memeluk saya,” Nando mulai menggoda dokter Kiki membuat dokter itu terkekeh.
Dokter Kiki kembali mengingat perkataan Lea, jika pria di hadapnya ini adalah seorang Playboy cap buaya.
__ADS_1
“Sepertinya kamu senang menjaga Rifal, memangnya ada apa?” Tanya Nando dengan nada santainya. Dia bisa melihat jika dokter di hadapnya bahagia saat dia mengizinkannya untuk menjaga Rifal, saking senangnya, dia hampir di peluk.
“Tidak ada apa-apa, saya hanya ingin menjaganya bersama dengan perawat karna dokter Valen sangat baik dan ingin berteman dengan saya,” kata Dokter Kiki, sebenarnya apa yang dia katakan memang benar, jika Valen memang baik.
Nando mengangguk kecil. “Apakah saya bisa meminta nomor Telfon dokter cantik ini?” Tanya Nando membuat dokter Kiki langsung kembali terkekeh dengan gombalan yang diberikan Nando untuknya.
“Tentu saja bisa,” kata Kiki mengeluarkan ponselnya membuat Nando tersenyum kemenangan, tidak sulit baginya untuk mendekati seorang wanita cantik termasuk dokter Kiki.
Dokter Kiki menyebutkan beberapa digit nomor ponselnya kepada Nando. Tanpa Nando ketahui jika Lea melihatnya.
“Dasar Playboy cap buaya!” kesal Lea sembari melihat kearah dokter Kiki dan Nando yang saling bertukar nomor ponsel.
Padahal Lea hanya lewat dan kebetulan melihat Nando, dia ingin mengambil obat di apotek dan tidak sengaja melihat Nando yang sedang merayu dokter Kiki.
Lea pikir, Nando sudah berangkat ke kantor.
Lea langsung melanjutkan langkah kakinya untuk segera menuju apotek mengambil obat.
“Terimaksih,” kata Nando setelah menyimpan nomor ponsel dokter Kiki.
“Sama-sama.”
“Itu bukanya Lea yah?” Tanya dokter Kiki menunjuk kearah Lea. Nando melihat arah yang di tunjuk oleh dokter Kiki.
Dia juga melihat punggung Lea yang sudah menjauh, “itu memang Lea,” kata Nando dengan santai membuat dokter kiki mengangguk.
Soal Lea dia akan urus di belakangan, yang penting Nando sudah setuju.
Nando melirik jam di pergelangan tanganya.”kalau begitu, saya pamit dulu.” pamit Nando kepada dokter Kiki. “Saya titip bos saya kepada dokter Kiki,” lanjutnya disertai dengan senyuman hangat.
“Iya,” balas dokter Kiki, lepas itu Nando pamit undur diri untuk segera menuju kantor.
Dokter Kiki langsung masuk kedalam ruangannya, dia melepaskan jas kebangganya lalu masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Setelah mencuci wajahnya dia langsung keluar kembali mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil, lalu memakai lipstik, lepas itu dia kembali mengambil jasnya lalu memakainya.
Dia keluar dari ruangannya untuk menuju ruangan Rifal, karna beberapa menit lagi dokter Valen akan melakukan operasi.
__ADS_1
Dokter Kiki masuk kedalam ruangan Rifal, dia sudah menjelaskan pada dokter Valen jika dia yang akan menjaga Rifal dengan satu perawat.
Dan dia juga menceritakan jika Nando tadi ada di rumah sakit.
Valen mengangguk, “terimakasih dokter Kiki sudah ingin membantu saya menjaga suami saya,” kata Valen dengan tulus.
“Sama-sama.”
“Sepuluh menit lagi operasi bakalan di mulai, kalau begitu saya duluan,” kata dokter Valen.
Terlebih dahulu Valen mencium pipi Rifal yang sedang tertidur nyenyak selepas makan nasi goreng buatan Nando tadi.
Dokter Kiki yang melihatnya tersenyum malu.
“Saya duluan dokter Kiki,” pamit dokter Valen.
“Iya dokter Valen.”
Valen langsung menuju ruangan operasi, untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter.
Seorang perawat masuk, salah satu perawat di panggil oleh dokter Kiki untuk menemainya di sini.
“Kita belum bisa membawa Adelia kesini, soalnya Lea masih ada di sini menjaga Rifal,” kata dokter Kiki dengan pelan, takut jika Rifal bangun dan mendengar percakapanya.
“Dokter Kiki tenang saja, saya sudah menyuruh gadis itu tadi untuk ke apotek mengambil obat yang akan di bawa oleh pasien saat pulang nanti, dan kebetulan yang bagian apotek adalah teman saya. Saya sudah mengatakan padanya jika gadis itu harus di layani belakangan,” kata perawat tersebut membuat Kiki bernafas legah.
“Ya sudah, kamu di sini. Saya akan menjemput Adelia di ruangannya.”
“Baik dok,” kata perawat tersebut lalu dokter Kiki keluar dari ruangan Rifal untuk menuju ruangan Adelia.
Dia akan menjemput gadis itu untuk keruangan Rifal, dia harap gadis itu menepati janjinya setelah dia membawanya bertemu dengan Rifal.
Dokter Kiki mengambil kursi roda untuk dia bawa ke ruangan Adelia.
Sementara Lea sedang menggerutu di ruangan tunggu, bagaiamana tidak, dia sudah duduk lima menit lamanya namun penjaga apotek mengatakan tunggu sebentar.
“Pilih kasih banget sih!” Kesal Lea. Gadis itu saja yang tidak mengetahui jika ini di rencanakan oleh seseorang sampai tugasnya membawa Adelia selesai.
__ADS_1