Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Di pulangkan kerumah


__ADS_3

Setelah penolakan Lea kepada Nathan, sebelum gadis itu di tembak, Lea langsung to the point untuk megatakan jika dia tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun, karna gadis berusia 19 tahun itu, ingin fokus dengan kuliahnya.


Bukannya dia menolak Nathan, hanya saja keadaan yang memaksa dirinya untuk berpikir lebih jauh lagi.


Nathan bukan orang sembarangan, sementara dirinya hanyalah upik abu. Mulai saat itu, Lea sadar dan hanya ingin fokus dengan kuliahnya.


Semenjak hari itu, saat Nathan mengajar Lea ada rasa canggung antara mereka berdua.


Seperti dua insan yang baru saja kenal, saling kakuh, dan sangat jarang berbicara jika bukan hal penting.


Nathan merasa, jika dirinya seperti di berikan kutukan. Yang selalu saja gagal dalam urusan cinta, sungguh sial bukan?


Pukul 12:30, Lea istirahat, lalu langkah kakinya membawanya menuju ruangan Rifal yang sudah satu bulan ini di rawat di rumah sakit.


Lea tidak habis tau, mengapa orang-orang yang dia kenal tidak jauh dari kata rumah sakit.


Tok…Tok...Tok


Terlebih dahulu Lea mengetuk pintu ruangan Rifal.


''Masuk!'' sahut Aska dari dalam.


Lea langsung masuk dengan rasa canggung, karna dia tidak akrab dengan kedua orang tua Rifal membuatnya sedikit canggung.


''Sini,'' panggil Rina kepada gadis yang menggunakan baju perawat dan bername Tag Lea.


Lea langsung berjalan kearah sofa, mendekati Rina yang memanggilnya. Untung saja kedua orang tua Rifal tidaklah galak.


Aska tersenyum kearah Lea dan dibalas senyuman oleh gadis itu. Ini yang kedua kalinya Lea bertemu dengan kedua orang tua Rifal.


Lea langsung duduk di dekat Rina. ''Tan, gimana keadaan Om Rifal?'' tanya Lea kepada Rina.


Rina dan Aska sudah tidak heran jika Lea memanggil Rifal dengan embel-embel om.


Karna Rifal sudah menceritakan kepada kedua orang tuanya, jika tetangganya bernama Lea itu memanggil dirinya dengan sebutan om.


Rifal sempat menolak saat itu di panggil dengan sebutan om, namun Lea terus-terusan memanggilnya dengan sebutan om yang membuat Rifal sudah terbiasa dengan panggilan Lea tersebut.


''Ada perubahan kata dokter,'' jawab Rina dan dibalas anggukan oleh Lea.


Lea juga tidak membahas mengenai Valen, karna dia tidak mau jika wanita paruh baya di sampingnya ini kembali kepikiran jika dia mengingatnya.


“Eh, Lea....''


Suara itu langsung membuat Lea membalikkan badanya, suara tersebut sudah tidak asing bagi Lea.

__ADS_1


Dia adalah Nando, pria itu baru saja dari balkon ruangan ini menatap pemandangan agar pikiranya sedikit teralihkan.


''Kak Nando,'' gumam Lea.


''Kalian saling kenal?'' kini Aska yang bertanya kepada Lea dan juga Nando.


''Nando pernah lamar dia, Dad. Tapi sayang...dia menolak saya,'' lesuh Nando membuat Aska dan Rina tertawa.


Dan tentunya Lea tersenyum canggung.


''Kenapa Nando di tolak? Padahal Nando udah matany loh jadi suami kamu,'' timpal Rina dan dibalas anggukan setuju oleh Aska.


''Dia mau fokus kuliah, Mom. Makanya dia nolak Nando,'' canda Nando padahal candanya itu benaran.


Karna Lea menolak Nando karna ingin fokus dengan kuliahnya.


''Oh, begitu.'' Rina manggut-manggut paham.


''Tapi....awas aja kalau Nando tau, kalau kamu pacaran sama orang.... kelar hidup kamu, Lea,'' canda Nando lagi namun di setiap nada bicaranya tersirat keseriusan.


Lea memanyunkan bibirnya kearah Nando. ''Lea beneran fokus kuliah, nggak mikirin soal cinta dulu,'' ucap Lea.


''Lagian, ya, Lea juga masih kecil buat nikah,'' lanjutnya membuat Rina hanya geleng-geleng kepala saja.


Apa yang di katakan Lea memanglah benar, jika dia masih terlalu kecil untuk menikah.


''Selamat siang,'' sapa dokter Zul.


‘’Siang dok.''


''Apa pasien jadi di rawat inap di rumah?'' tanya Dokter Zul memastikan.


''Jadi dok, kami akan membawa anak kami pulang. Dan memberikan perawatan di rumah,'' ucap Aska mantap.


‘’Karna kondisi pasien sudah membaik, kami akan mengizinkan bapak untuk membawa pasien pulang ke rumah.''


Lea menyenggol lengan Nando. ''Kak Nando, kenapa om Rifal mau di bawa pulang?'' tanya Lea tanpa mengalihkan pandanganya dari Aska yang berbicara dengan dokter Zul.


''Kedua orang tua Rifal yang meminta. Apa lagi kondisi Rifal sudah membaik, tinggal menunggu waktu saja untuk dia membuka matanya.''


Nanti malam, Rifal akan di bawa pulang ke rumah mewah miliknya.


''Kalau pasien kenapa-napa atau sudah membuka matanya, hubungi saya ya, pak, saya akan segera ke sana,'' ucap dokter Zul dan dibalas anggukan kepala oleh Aska.


Tentu saja Aska mengeluarkan uang banyak untuk menyuruh dokter datang ke rumahnya untuk memeriksa kondisi Rifal saat Rifal di rawat di rumah.

__ADS_1


''Gimana?'' tanya Rina kepada suaminya.


''Sebentar malam kita bisa pulang membawa Rifal,'' jawab Aska. ''Sekarang kamu siapin barang kamu, biar supir yang akan jemput barang-barang kamu,'' lanjutnya dan dibalas anggukan kepala oleh Rina.


Rina mulai memasukkan barangnya kedalam tas yang dia bawa ke rumah sakit,''biar Lea bantu, Tan,'' ujar Lea membantu Rina memasukkan barang Rina kedalam tas.


‘’Makasih, Lea.''


''Sama-sama, Tan.''


''Oiyah, Lea pamit duluan. Jam istirahatnya udah mau habis,'' pamit Lea.


''Semangat belajarnya,'' ucap Rina dan Aska hampir bersamaan.


''Makasih, Tan.''


''Jangan lirik-lirik dokter Nathan kalau lagi belajar,'' timpal Nathan. ''Harus profesional.''


''Iya, kak Nando!''


Setelah berpamitan, Lea langsung melenggang pergi meninggalkan ruangan Rifal.


''Ternyata kamu suka sama anak kecil, ya, Nando?'' celetuk Aska. Sementara Rina sedang berjalan ke bansal milik Rifal.


Nando tertawa. ''Modelan kayak Lea, susah untuk di cari,'' jawab Nando dengan enteng.


Aska hanya tertawa saja mendengar penuturan Nando.


Pukul 7 malam....


Bansal milik Rifal sudah di dorong keluar ruangan menuju mobil pribadi milik Aska. Perawat yang mendorong bansal milik Rifal dokter yang memperhatikan cairan inpus Rifal agar tidak mengalir.


Saat melakukan pergerakan kepada pasien, cairan infus harus di hentikan.


Aska membuka mobilnya lalu Rifal di masukkan kedalam menggunakan bansal rumah sakit.


Tidak mungkinkan, jika Rifal duduk sementara dia belum sadarkan diri.


Aska melemparkan kunci mobil kepada Nando, dengan sigap Nando menangkapnya.


''Nyetir, Nan!'' ucap Aska masuk di kursi sebelah supir.


''Ok, Dad!''


Nando langsung masuk kedalam mobil, menyetir mobil untuk segera kembali ke rumah Rifal. Di belakang ada dua perawat yang menjaga Rifal dan melihat infus milik Rifal.

__ADS_1


Dokter Zul tidak ikut, karna dia memerintahkan dua perawat untuk mengantar pasienya.


Sementara Rina sudah pulang sekitar tiga puluh menit yang lalu bersama supir. Rina sudah mnelfon Art dirumah Rifal untuk mengganti sprei kamar Rifal dan membersihkannya.


__ADS_2