Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Happy Birthday


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana Nando menginjakkan usia 27 tahun. Ia masih sibuk bergelut diatas tempat tidurnya seraya mendengarkan music di siang hari.


Nando menghabiskan waktunya seharian ini tidur dan tidur diatas tempat tidurnya dengan selimut tebal.


Pagi ke siang. Siang ke sore, dan langit sudah berubah warna menjadi warna jingga, menandakan tidak lama lagi langit akan berubah menjadi gelap.


Nando menatap keluar jendela, rupanya langit sudah berubah warna menjadi gelap. Ia menghabiskan waktunya dari pagi sampai sekarang diatas tempat tidur.


Dengan tidur, ia akan melupakan sedikit tentang Lea yang akan menikah, meski ia akan teringat kembali jika ia sudah bangun dari tidurnya.


Nando menatap jam diatas nakas, sudah pukul 8 malam.


Drt…


Ponsel Nando berdering, rupanya yang menelfon adalah Rifal, bersamaan dengan dirinya yang baru saja bangun.


“Nando!” Panggil Rifal di seberang Telfon.


“Kerumah gue sekarang, Valen sakit!”


Nando langsung bangun dari tempat tidurnya saat mendapatkan kabar jika Valen sedang sakit.


''Drama apa lagi ini,'' decak Nando berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka lalu kerumah Rifal.


Ia tidak mandi karna Rifal akan marah padanya jika ia datang lambat. Setelah mencuci muka, Nando mengambil kunci mobil untuk segera kerumah Rifal.


Nando hanya mengganti pakaianya, memakaik deodoran dan parfum saja.


Dia melirik jam di pergelangan tanganya seraya memasuki lift. Ia sudah siap dengan baju kaos dan celana jeans.


Nando langsung masuk kedalam mobilnya menuju rumah Rifal.


''Saat Valen sakit, seharusnya yang di panggil adalah dokter, bukan aku. Sejak kapan aku berubah profesi?''


Kota Jakarta tidak pernah lekang dari padatnya kendaraan di jalan, semakin malam, kendaraan akan semakin banyak di kota Jakarta.


Tidak butuh waktu lama, mobil milik Nando sudah memasuki pekarangan rumah mewah Rifal.


Nando langsung turun dari mobilnya, mengambil kunci mobil lalu melangkah berjalan menuju kedalam rumah Rifal.


Tring…


Nando menekan bell rumah Rifal, karna tumben-tumbenan Rifal menutup pintu, padahal ia tau jika dirinya akan datang.


Jangan lupa, gerbang rumah Rifal sangat gelap gulita. Ia pikir hanya gerbang saja yang gelap, ternyata seluruh rumah nampak gelap gulita, menyisahkan kesan horor.

__ADS_1


''Rifal!'' panggil Nando seraya mengetuk pintu rumah Rifal berulang kali. Namun tidak ada jawaban dari dalam. Membuatnya semakin takut, bagaimana tidak jika tempat yang sering ia kunjungi seperti hutan belantara yang sangat gelap gulita.


Seperti tidak ada kehidupan di sini.


''Rifal! Buka pintunya, aku takut di sini. Disini sangat gelap!'' Nando berteriak keras karna takut di sini.


Ting…


“Kunci rumah ada di pot. Lo masuk di rumah gue pake kunci yang gue udah simpan di pot bunga . Gue sengaja tutup pintu karna nggak baik kalau orang sedang sakit pintu terbuka. Lo tau sendirikan kalau seluruh pekerja di rumah gue liburkan.''


Nando menelfon nomor Rifal untuk mengatakan mengapa seluruh penjuru rumah ini gelap gulita.


Lampu di luar juga ikutan padam, seperti pemilik rumah tidak sanggup membayar tagihan listrik.


Nomor Rifal tidak aktif membuat Nando dengan cepat menyalakan senter ponselnya untuk mencari pot bunga tempat kunci yang di simpan Rifal.


Nando melihat pot bunga yang tidak jauh dari sini, ia langsung mencari kunci di pot itu.


''Dapat!'' ucapnya dengan senyuman seraya berjalan menuju pintu untuk membuka pintu rumah Rifal dengan segera.


Nando langsung membuka rumah mewah Rifal. Bahkan rumah Rifal di dalamnya sedang gelap gulit.


''Rifal! Valen! Anna!'' teriak Nando.


Ia mengusap punggungnya karna rasa takut, karna samar-samar ia mendengar suara menahan tawa.


Nando meneguk salivanya susah payah, saat dari arah belakang seseorang sedang menepuk pundaknya.


''Fal...'' Perlahan-lahan Nando membalikkan tubuhnya dan melihat seseorang mirip badut tersenyum lebar kearahnya dengan keadaan gelap gulita.


''AKH! HANTU!''


Klik


Klik


Klik


Klik


Klik


Bersmaan dengan teriakan menggemah Nando, lampu langsung menyala dan bersamaan dengan itu suara orang nampak ramai menyanyikan lagu ulang tahun.


''HAPPY BIRTHDAY, NANDO!''

__ADS_1


Nando langsung melihat semua orang dirumah ini sedang mengenakan topeng, itu semua atas ide Rifal. Ia tidak mau jika seseorang melihat Valen di sini.


Nando tersneyum mendengar nyanyian selamat ulang tahun untuk dirinya, air matanya turun membasahi kedua pipihnya.


Rifal tanpa menggunakan topeng datang membawa kue dengan lilin angka 2 dan 7 menandakan umur Nando sudah 27 tahun.


Rifal tersenyum mengejek kearah Nando.


Sosok wanita berambut kecoklatan datang membawa korek api, menyalakan lilin berangka 2 dan 7 itu.


''Selamat bertambah usia untuk orang baik.'' Rifal mengucapkan dengan senyuman tulus untuk Nando.


Nando tersenyum seraya mengusap air matanya, sungguh ia terharu dengan momen yang di siapakan Rifal untuk dirinya.


Ia sudah tidak mempunyai kedua orang tua, sehingga ia mengabdikan hidupnya untuk Rifal seorang.


Nando memejamkan matanya merapalkan doa terbaik untuk dirinya. Lepas itu, ia meniup lilingnya membuat suara tepuk tangan menggemah di rumah Rifal.


Wanita berambut kecoklatan itu datang membawa pisau, di ikuti oleh seorang berbadan tegak membawa meja untuk Rifal letakkan kuenya di sana.


Rifal meletakkan kuenya diatas meja, wanita berambut coklat itu mulai memotong kue ulang tahun Nando yang kecil, Rifal sengaja membeli kue ulang tahun kecik agar ia bisa membawanya menuju Nando, tanpa ribet.


Sementara kue ulang tahun yang besar dan setinggi Nando berada di sudut sana.


''Biar gue suapin.'' Rifal mengambil kue yang di potong wanita itu lalu menyuapinya untuk Nando.


Nando tidak tahan, ia kembali mengeluarkan bulir air mata saat Rifal menyuapi dirinya sepotong kue.


''Makasih, Fal.''


Rifal mengangguk mengiyakan ucapan Nando seraya tersenyum.


''Semenjak kerja denganmu, hidupku mulai berwarna karna mendapatkan atasan sebaik dirimu, dan sudah menganggap diriku keluarga mu sendiri.'' Nando langsung memeluk Rifal seraya menangis.


Ini sangat sulit di dapatkan dimanapun.


''Makasih sudah mengingat hari jadi anak yatim seperti aku.'' Nando menangis membuat Rifal melepaskan pelukanya lalu menepuk pundak Nando berulang kali.


''Lo udah jadi bagian hidup gue, Valen dan Anna.'' Rifal bahkan menangis mendengar Nando mengatakan dirinya anak yatim.


Memang seperti itu, tapi rasanya sakit untuk di dengarkan oleh Rifal. Karna bagaimanapun ia sudah dekat dengan Nando, meskipun ia lebih lama mengenal Elgara.


Valen mengangguk mengiyakan ucapan Rifal.


''Yang dibilang sama Rifal benar.'' Valen membenarkan membuat Rifal paham, jika wanita yang memotong kue dan menyalakan lilin tadi adalah sosok Valen yang penampilanya di ubah.

__ADS_1


Rambutnya berwarna coklat, bahkan ia mengenakan lensa mata dan bulu mata palsu membuat seseorang tidak akan mengenali dirinya.


__ADS_2