Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Persahabatan mereka


__ADS_3

Rifal benar-benar gila, ia sengaja membuat tidur Anna terganggu agar anak itu menangis. Alhasil, anak itu benar-benar menangis saat Valen datang.


Rifal lebih dulu menyuruh Valen melepas wek yang ia kenakan dan lensa mata. Rifal mengatakan agar Anna mengenali dirinya saat ia menyusui Anna.


Setelah melepaskan wek dan lensa matanya, ia langsung mengambil Anna dan duduk di tepi tempat tidur lalu menyusui Anna.


Anak itu langsung meredahkan tangisnya saat Valen sudah menyusuinya.


''Anak mamah yang cantik, Bobo lagi yah.'' Valen menoel pipih Anna dengan gemas.


Bersykur karna tangis Anna tidak berkepanjangan, jangan sampai karna tangisnya itu membuat anak Kayla juga terbangun yang sedang tidur dengan antengnya.


Ceklek


''VALEN!''


Deg


Jantung Valen berdetak kencang saat suara dan kedua sahabatnya berada di ambang pintu. Mulut Valen kakuh, ia tidak tau harus mengucapkan kata seperti apa kepada kedua sahabatnya.


''Len, ini beneran lo, kan.'' Rasanya tidak percaya, Kayla dan Rara mendekat kearah Valen yang sedang menyusui seorang anak kecil.


''Biar aku yang gendong,'' pintah Rifal kepada Valen lalu mengambil Anna dari Valen.


Yah, Rifal sengaja melakukan ini. Ia merasa egois belum mengatakan hal ini kepada kedua sahabatnya.


Kemarin, Rifal sudah mengatakan kepada Mom dan Dad nya jika ia sudah menemukan Valen.


Rina dan Aska saat itu tidak percya, namun ia paham jika anaknya itu sedang merindukan Valen sehingga ia mengatakan sudah menemukan Valen.


Hingga Rifal melakukan sambungan video call dan memperlihatkan Anna dan juga Valen. Aska dan Rina tentu saja terkejut, mereka akan berencana ke Jakarta minggu ini untuk menemui Valen dan cucu mereka.


Tak Henti-hentinya Rina dan Aska mengucapkan kata syukur, setelah satu tahun lebih menghilang Valen akhirnya di temukan dengan selamat beserta anaknya.


''Ini gue, Valen. Sahabat kalian.''


Kayla dan Rara saling bertatapan lalu kemudian memeluk Valen dengan erat.


''Lo kemana, aja, Len!'' tangis Kayla dan Rara memeluk tubuh Valen dengan sangat erat.

__ADS_1


Seakan-akan tidak ingin melapskan pelukanya saat ini.


''Len, kita semua rindu sama kamu.'' Rara bahkan tidak ingin melapskan pelukanya walaupun sebentar.


Mereka bertiga menitihkan air matanya, rasanya Rara dan Kayla tidak percaya jika yang mereka peluk saat ini adalah Valen, sahabat mereka.


''Coba katakan, bagaimana bisa ceritanya sampai seperti ini.'' Kayla melapskan pelukanya seraya mengusap air matanya dengan kasar.


Rara mengusap air mata Valen.


''Gue di temuin sama nelayan.''


Rara dan Kayla memperbaiki posisi mereka untuk mendengarkan cerita dari Valen.


Valen menarik nafasnya dalam, dalam satu tarikan ia langsung mnegatakan semuanya, bagaimana ia berhatan sampai sekarang dan mengalami amnesia selama satu tahun.


Ia juga menceritakan kakek Halan dan nenek Daro yang sudah menyelamatkan dirinya dan juga anak yang ia kandung.


Selama satu tahun ia tinggal di rumah orang yang menolongnya. Ia ikut menjual tangkapan hasil laut kakek Halan dan nenek Daro di pasar seafood.


Pertemuan pertamanya dengan Rifal ia ceritakan, mereka bertemu di Villa tempat mereka saat ke bali.


''Jadi, Anna itu nama anak kamu?'' tanya Rara dan dibalas anggukan kepala oleh Valen.


Valen juga menceritakan jika wanita yang dibawah tadi adalah dirinya, ia menggunakan lensa mata dan wek agar orang-orang tidak mengenal dirinya di pesta ulang tahun Nando.


Rara dan Kayla bernafas lega, mereka pikir Rifal sudah menemukan wanita baru yang menggantikan posisi Valen.


Karna Kayla dan Rara sadar, jika tatapan Rifal sama dengan tatapan cinta yang ia berikan untuk Valen.


''Kenapa harus sembunyi sih, Len?'' Kayla penasaran, karna Valen sudah lebih dua mingguan di Jakarta dan mereka baru mengetahuinya sekarang.


Valen melirik Rifal, membuat pria itu hanya masa bodoh. Sekarang Rara dan Kayla tau mengapa Valen baru nampak sekarang.


''Jangan bilang siapa-siapa soal ini,'' sahut Rifal membuat ketiga wanita cantik itu meliriknya.


''Valen akan muncul setelah pernikahan Lea dan Nathna. Cukup kalian yang tau hal ini.'' Rifal berkata dengan serius membuat ketiga wanita itu mengangguk paham.


''Fal, sini Anna. Bair gue yang gendong,'' Kayla beranjak dari tempat tidur lalu menghampiri Rifal mengambil Anna dalam gendongan Rifal.

__ADS_1


''Cantik sekali, Len. Mukanya cantik kayak muka lo.'' Kayla menatap wajah Anna mirip dengan Valen.


Namun hidungnya mirip dengan Rifal.


Rara juga ikutan melihat Anna, dia sangat cantik sama seperti Valen.


''Lo tau sendirikan mamahnya Anna cantik. Jadi wajar kalau anaknya juga cantik.'' Valen menyombongkan diri seraya tertawa kecil.


''Len, apa kamu tidak membawa ku? Aku juga tampan. Jadi anak kita secantik itu karna aku juga,'' protes Rifal membuat Valen mengangguk saja daripada harus berdebat dengan Rifal.


Rifal pamit kepada ketiga wanita itu untuk segera turun ke lantai bawah, Nando akan mencari dirinya dan rekan kerjanya.


Terlebih dahulu Rifal mengingatkan pada Valen untuk memakai wek dan lensa matanya jika ingin turun kebawah.


Rara mengirimkan pesan kepada Frezan untuk menunggu dirinya satu jam lagi. Ia mengatakan sedang berada di kamar tamu bersama Kayla karna Kayla sedang menyusui Revan.


Padahal Revan tidak menangis sama sekali.


''Bisalaha Kay, anak lo dan anak gue kita jodohkan kalau mereka udah besar.''


Valen memberikan tawaran membuat Kayla mengangguk setuju ucapan Valen.


''Biar ikatan kita nggak putus,'' timpal Rara.


Anna sudah kembali tidur, sehingga mereka bertiga sedang mengobrol dan melepas rindu di kamar Anna saat ini.


Mereka bertiga tertawa, mereka sudah tidak ikut bergabung di bawa, dimana pesta sedang berlangsung.


''Len, aku pikir kamu udah pergi sama Tasya. Dan ninggalin kita berdua. Tapi aku Bersykur kamu masih ada di sini.'' Rara mengusap air matanya dengan senyuman kecil yang ia tampilkan.


''Gue masih ada di sini untuk kalian semua. Gue ada karna pertolongan seseorang dan kehendak yang di atas.''


''Jangan ke Bali lagi, Len. Kalau Rifal larang lo naik ini dan itu jangan merengek. Lo nggak tau betapa gilanya Rifal tanpa lo,'' tutur Kayla seraya memakan cemilan Potato yang tersedia di dalam kamar ini.


''Yang di bilang Kayla benar, Len. Kamu nggak tau betapa gilanya Kaka Rifal saat kamu nggak ketemu. Berulang kali ia melakukan tindakan bunuh diri namun gagal karna kedatangan Daddy Aska yang menghentikan aksi Kak Rifal,'' sahut Rara.


''Bahkan, kak Rifal pernah koma selama setahun karna menenggelamkan sendiri tubuhnya di dalam bathub,'' lanjut Rara membuat valen terkejut.


''Kenapa Rifal nggak pernah bilang ke gue, kalau dia pernah koma selaman setahun,'' gumam Valen.

__ADS_1


''Kamu tanya aja sama kak Rifal.''


__ADS_2