
Rifal menyeritkan alisnya, mendengarkan apa yang dikatakan oleh Valen barusan.
“Semalam kamu nungguin aku?” Tanya Rifal dan dibalas anggukan kepala oleh Valen membuat Rifal memeluk Valen.
“Maafkan suami mu ini,” sesal Rifal memeluk erat Valen.
“Kamu nungguin aku sampai jam berapa?” Tanya Rifal lagi.
“Sampai subuh,” jawab Valen membuat Rifal memejamkan matanya. Dia merasa bersalah telah membuat istrinya telah menunggunya sampai subuh. Padahal dia tau, istrinya tengah mengandung dan harus banyak istirahat.
“Lain kali jangan di ulangi” peringat Rifal memegang pundak Valen seraya menatap manik mata istrinya dengan tatapan senduh.
“Bukanya kata-kata itu cocok untuk kamu?” Valen membalikkan perktaan Rifal membuat pria itu tersenyum canggung.
“Aku minta maaf.”
Valen hanya menggangguk mengiyakan perkataan Rifal.
“Aku maafin,” balas Valen membuat Rifal menoel pipih Valen dengan gemas.
“Oiyah, Len. Dibawah tadi, ada Lea.”
“Lea kenapa?”
Rifal mulai menceritakan Maksuda dan tujuan Lea datang kesini dengan detail kepada Valen.
“Sebentar sore aku ke kampus Lea, karna kalau besok udah nggak sempat,” kata Valen dan dibalas anggukan kepala oleh Rifal.
“Itu bocah cuman alasan saja. Aku yakin, dia ingin bersama dokter Nathan di rumah sakit tempat kamu kerja,” kata Rifal seraya menggelengkan kepalanya membuat Valen mengangguk setuju.
__ADS_1
Valen juga sampai berpikir kesana, namun ini bukan hal sulit untuk Valen. Jika hanya menghadap dengan dosen Lea, untuk menetapkan Lea praktek di rumah sakt tempatnya bekerja bersama dokter Nathan.
Saat ini, Rifal tengah membantu Valen menyiapkan barangnya untuk persiapan besok ke Bali. Soal tiket pesawat, sudah di urus oleh Nando. Tangan kanan Rifal di kantor.
“Baju dinas kamu nggak bawa?” Goda Rifal seraya memasukkan pakainya bersama dengan Valen kedalam koper.
“Menurut mu gimana?” Goda balik Valen membuat Rifal tertawa kecil.
Valen bisa melupakan kekesalnya kepada Rifal, karna pria itu menuruti permintaannya. Valen kira, Rifal tidak akan memenuhi permintaannya karna dia tau. Jika suaminya tengah sibuk di kantor. Karna beberapa bulan ini dia tidak terjun di kantor. Dan menghandel semuanya selama Rifal butah adalah Nando.
“Kamu pasti bawa,” jawab Rifal enteng.
“Tentu saja tidak,” terang Valen berjalan menuju lemari mengambil bajunya.
Rifal menyusul Valen.
Rifal saat ini, berada di belakang punggung Valen menunggu wanita itu mengambil bajunya di dalam lemari.
Saat Valen ingin membalikkan belakangnya, dia langsung menubruk tubuh kekar Rifal.
“Ngapain?” Tanya Valen. Dia pikir Rifal sudah pergi dari belakang pinggulnya.
“Kamu kenapa nggak bawa baju dinas?” Tanya Rifal dengan menatap manik mata Valen.
“Yang bilang kita pergi bulan madu siapa?” Tanya Valen dengan santai.
“Aku,” jawab Rifal.
Valen mengalungkan tanganya di leher milik Rifal. Sehingga wajahnya dengan Rifal bertatapan begitu dekat.
__ADS_1
“Kita kesana bukan untuk bulan madu,” ucap Valen. “Tapi untuk liburan,” lanjut Valen melemparkan senyumanya yang manis kepada Rifal.
“Liburan sekaligus bulan madu,” kekeh Rifal kepada Valen. “Apa salahnya bawa baju dinas,” kesalnya.
“Nggak ada sih. Kan kamu yang bilang bulan madu.”
“Kita pergi bukan untuk bulan madu. Karna….” Valen menggantung ucapannya lalu melepaskan tanganya yang dari leher Rifal.
“Karna aku sedang mengandung,” lanjut Valen mengusap perutnya yang sudah sedikit membuncit.
Valen menatap Rifal langsung mencium pipih suaminya. “Kamu tenang aja, aku tetap bawa baju dinas pesanan kamu,” goda Valen mengedipkan matanya kepada Rifal.
Membuat Rifal menjadi salting seraya tersenyum tipis. “Kamu sudah pandai menggoda yah, Len,” kata Rifal.
“Tentu saja, kamu kan yang mengajar aku,” ucap Valen.
***
Saat ini Valen dan Rifal tengah berada di dalam mobil, dia ingin ke kampus milik Lea. Dia ingin bertemu dengan kaprodi Lea di kampus.
.
Rifal mengenakan Tuxedo berwarna merah Maron, sementara Valen mengenakan dres berwarna senada dengan tuxedo milik Rifal.
Sore ini, Rifal ingin mengadakan meeting bersama dengan bawahanya di kantor. Sekalian dia juga ingin singgah di kampus milik Lea untuk bertemu dengan kaprodi di tempat Lea kuliah.
Sekitar 20 menit berkendara, mobil milik Rifal sudah sampai didepan gerbang kampus. Rifal menurunkan kaca mobilnya, sehingga satpam yang menjaga langsung membuka gerbang kampus.
Siapa yang tidak mengenal Rifal? Salah satu investor di kampus ini.
__ADS_1