Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Kenangan bersama Frezan


__ADS_3

Di rumah Frezan.


Frezan sedang mengobrol dengan Frezan, sedangkan Kayla sedang menceritakan bagaimana hari-harinya tinggal bersama dengan Elga diluar negeri bersama dengan kedua anaknya.


"Lo tau nggak, Ra. Anindyra sama Anindyta susah banget diatur."


Kayla mulai menceritakan watak kedua anaknya itu. Yang sangat sulit diatur membuat Kayla mengerti bagaimana sibuknya peran orang tua bagi anak-anaknya.


Rara tertawa kecil mendengar keluh yang dikeluarkan oleh sahabatnya itu. Apa yang dirasakan oleh Kayla juga dirasakan oleh Rara karna dia mengurus dua anak juga, sama seperti Kayla.


Kayla adalah sahabatnya sekaligus iparnya.


"Namanya juga anak kecil." Rara tau jika mengurus anak akan membuat kita kelelahan. Rara baru merasakan akan hal itu setelah dia menikah dengan Frezan.


Meski Rara dibantu oleh baby sister yang menjaga kedua anak-anaknya, namun tetap saja Rara kelelahan. Karna tidak sepenuhnya tanggung jawab diberikan untuk baby sister yang menjaga Hasya dan juga Tegar.


Kayla mengangguk mengiyakan perkataan yang diucapkan oleh Rara. Karna apa yang dikatakan sahabatnya memang benar.


Asik mengobrol hingga suara bell rumah berbunyi membuat mereka berempat melihat kearah pintu.


Mereka melihat senyuman seorang wanita terpancar diwajahnya saat melihat sahabatnya itu.


"Valen!" Kayla langsung beranjak dari sofa yang dia duduki lalu berjalan menghampiri Valen yang tengah berjalan kearahnya.


Valen tidak sendirian, karna dibelakangnya ada Rifal. Rupanya pria itu ikut bersama dengan Valen kerumah milik Rara.


"Rindu!" Mereka berdua mengucapkan kata rindu secara bersamaan lalu berpelukan.


Beritahu-tahun tidak bertemu membuatnya saling merindukan.


Kayla melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah sahabatnya itu nampak sedikit pucat. Kayla ingin bertanya namun dia urungkan karna akan merusak suasana.


"Gimana kabar lo, Va?" Valen mulai bertanya mengenai keadaan Valen setelah mereka berdua melepaskan pelukannya.


"Gue baik-baik aja," jawab Valen, "kalau kabar lo gimana selama diluar negeri?"

__ADS_1


"Gue juga baik. Seperti yang lo lihat," balanya dan dibalas anggukan kecil oleh Valen disertai senyuman.


Sementara Rifal sedari tadi berjalan kearah Elgara, menemui teman seperjuangannya yang bolos di SMA.


Valen dan Kayla berjalan ke taman sembari bercerita -cerita. Sementara Rara sedang mengurus anaknya, yaitu Hasya yang sedang menangis.


"Lo beneran hamil, Va?" tanya Kayla etelah mereka berdua duduk dikursi bercat putih dibelakang taman rumah Rara.


Valen mengangguk kecil. Hanya kedua sahabatnya dan juga Nathan yang mengetahui jika dirinya sedang hamil, sementara Rifal belum mengetahui akan hal ini.


"Rifal udah tau?" Kayla kembali melemparkan pertanyaanya kepada Valen.


"Gue belum siap kasi tau, Rifal," jawab Valen dengan lesuh membuat Kayla menghembuskan nafasnya berat.


"Sampai kapan lo nyembunyiin ini semua?" tanya Kayla serius. Bagaimanapun, Rifal harus tau akan hal ini. Ini bukan hal kecil sebab didalam perut Valen ada nyawa.


Cepat atau lambat, Rifal tau akan hal ini.


"Gue juga nggak tau Kay."


Kayla memeluk Valen, dia tau bagaimana keadaan sahabatnya itu. Kayla harap Valen akan menemukan kebahagiaannya bersama dengan Rifal, meski butuh proses dan juga tantangan kedepan-nya.


Kayla paham jika banyak hal yang dipikirkan oleh Valen jika dia berpisah dengan Rifal. Tapi tunggu, Kayla lupa satu hal.


"Lo nggak mungkin cerai dengan Rifal dengan keadaan lo sedang mengandung," kata Kayla membuat Valen terdiam sejenak.


Itu berarti, Valen tidak akan berpisah dengan Rifal dalam jangka dekat ini. Meski Rifal tidak pernah mengucapakan kata cerai namun Valen tetap memikirkan akan hal itu, apa lagi Adelia telah sadar.


"Bukan berarti gue lolos dari perpisahan," kata Valen. "Setelah anak ini lahir nggak ada yang tau keputusan Rifal kedepan-nya apa."


Kayla kembali memeluk Valen, dia tay sahabatnya itu rapuh namun dia berusaha untuk menutupi semuanya.


"Aku nggak diajak nih."


Valen dan Kayla langsung melihat kearah belakang. Dia sudah melihat Rara sedang bersedekap dada kearah mereka dengan membawa keranjang kecil berisi bunga berwarna merah dan juga putih.

__ADS_1


"Jadi nggak?" tanya Rara dan kedua sahabatnya itu mengangguk secara bersamaan.


Hari ini ketiga perempuan yang bersahabat sedari kecil ingin berziarah ke makam Tegar dan juga Hasya.


Dua sosok berharga bagi mereka telah pergi mendahului mereka diusianya yang masih terbilang muda. Usia tidak ada yang tau, Tasya meninggalkan mereka saat gadis itu sudah ingin lulus dari SMA.


Dan Tegar meninggalkan mereka saat cowok itu sudah ingin diwisudah. Sepeninggalnya mereka membuat luka di hati bagi yang mereka tinggalkan.


Terutama untuk Tasya, yang meninggal dihari ulang tahun Valen yang beranjak 19 tahun. Menciptakan luka tersendiri untuk Valen sehingga dia tidak ingin merayakan lagi ulang tahunya.


Setiap Valen berulang tahun, dia akan mengunjungi makam milik Hasya dan mengirimkan doa untuk sahabatnya. Dan tak lupa pula dia mengirimkan doa untuk Tegar, sosok cowok yang pernah dia gilai semasa SMA.


Jika Valen mengingat masa SMA-nya menggoda Tegar secara terang-terangan, Valen menjadi tertawa sendiri mengingat akan hal itu.


Lain halnya dengan Rara, ditinggalkan sahabat semasa SMA dan juga orang yang dia cintai bernama Tegar. Dia sudah bertunangan dengan Tegar saat itu namun maut lebih dulu menjemputnya.


Perlahan-lahan Rara membuka hatinya untuk Frezan sehingga mereka bisa menikah setelah melewati lika-liku perjalanan semasa itu.


Saat Rara dikaruniai anak pertama berjenis kelamin laki-laki disitulah Rara memberikan nama untuk putranya bernama Tegar.


Dan anak keduanya dia berikan nama Hasya yang hampir sama dengan nama sahabatnya, yaitu Tasya.


Mereka bertiga masuk kedalam mobil dengan Rara yang mengemudikan mobil dengan Valen berada disampingnya, sementara Kayla berada dibelakang.


Kayla tidak membawa mobil karna dia masih letih perjalanan dari negeri orang keindonesia. Jadi Rara yang mengemudikan mobil karna nampaknya Valen juga lagi sakit.


Rara menyalakan mesin mobilnya membuat Kayla menyungkirkan senyum tipisnya.


"Masih ingat nggak, Ra?" tanya Kayla setelah mobil Rara meninggalkan pekarangan rumahnya.


"Ingat apa?" tanya dengan matanya fokus menyetir mobil.


"Lo masih ingat 'kan cowok yang ngajar lo naik mobil pertama kalinya?"


Mereka bertiga tertawa secara bersamaan saat mengingat dimana Rara menceritakan kepada kedua sahabatnya jika dia sudah sedikit mahir mengemudikan mobil karna diajari oleh Frezan .

__ADS_1


"Kenangan aku sama kak Eza yang nggak bisa aku lupa." Rara mengingat dimana saat itu Frezan mengajarinya mengemudikan mobil dan juga mengajarinya bermain skateboard sehingga mereka hujan-hujanan.


Dan saat itu pula Rara tau, mengapa Frezan mengajarkan itu semua padanya, dengan alasan karena cowok itu akan pergi tanpa pamit?


__ADS_2