Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Dia kembali


__ADS_3

Pemilik warung pinggir jalan itu, membantu Nathan berdiri dari lantai kasar tempatnya terjatuh.


Nathan merapikan jasnya yang kusut, karna ulah Rifal.


Nathan langsung membayar nasi goreng yang dimakan oleh Valen. Pemilik warung itu ingin memberikan nasi goreng pesanan Valen tadi, namun dia menolaknya karna Valen telah pergi bersama dengan Rifal.


Nathan langsung pergi meninggalkan tempatnya untuk menuju kerumah saudaranya. Dia tidak jadi kerumah sakit, moodnya hancu!


Bisa-bisa dia tidak menjaga Adelia, karna hatinya berkecamuk.


Mengingat Valen dan Rifal tadi berpelukan membuat Nathan menarik nafasnya panjang. Apakah Rifal dan Valen akan memulai hubungannya?


Tuhan.....Berapa kali gue harus gagal soal percintaan. Jika mengingat Tasya membuat hati Nathan kembali berdenyut. Dia pernah mencintai iparnya sendiri namun nyatanya Rara ditakdirkan oleh Frezan.


Tasya adalah sosok gadis yang mengajarinya bagaimana rasanya dicintai, pada saat itu Nathan belum mencintai Tasya, setelah kepergian gadis itu untuk selamanya membuat Nathan menjadi sadar, dengan perasaannya sendiri.


Frezan melirik jam dipergelangan tangannya, baru saja Nathan pergi kenapa dia kembali lagi? Tentu saja suara mobil milik Nathan dihapal oleh Frezan.


Ceklek....


Pintu utama dibuka oleh sosok Nathan yang masih mengenakan jas berwarna putih. Nathan berjalan kearah Frezan yang tengah duduk sembari meminum Coffe, dari jarak jauh Frezan bisa menebak jika saudaranya yang berbeda ibu dneganya itu tidak baik-baik saja.


Nathan langsung duduk disofa samping Rifal, dengan menyandarkan kepalanya di sofa. Frezan bisa melihat jika sudut bibir Nathan luka, luka Nathan masih baru, dan tentu saja Frezan tau jika luka itu, adalah luka baru.


"Berantem sama siapa Lo?"


Kalian salah jika kalian berpikir jika yang bertanya adalah Frezan.


Nathan membuka matanya, suara tersebut sudah tidak asing lagi, meski baru sekarang dia dengarkan lagi setelah bertahun-tahun tidak mendengarkannya.


"Bukan urusan lo!" sosor Nathan melihat gaya Elgara membuatnya semakin panas. Sosoknya dia bertanya dengan gaya songonya.


"Tanpa lo beri tau, gue udah tau kalau yang mukul bibir sexy lo itu, sahabat gue, Rifal," kata Elgara dengan menaikkan sebelah alisnya kearah Nathan.


Nathan beranjak dari sofa yang dia duduki, dia menatap Elgara yang berdiri yang tidak jauh darinya. Dia sudah dibuat emosi oleh Rifal, sekarang Elgara lagi.


"Kalau lo udah tau, buat apa lo bertanya lagi?" tantang balik Nathan membuat Elgara menyungkirkan senyumnya.

__ADS_1


"Karna gue mau lihat, sampai mana kejujuran seorang dokter bernama, Nathan," jawab Elga santai membuat Nathan mengepalkan tangannya.


Sementara Frezan masih melihat adiknya itu dengan iparnya. Mereka dewasa bukan berarti mereka merubah pola pikiranya masa SMA.


Buktinya saja, mereka masih membawa sifat yang sedari SMA.


Frezan menyesap kopinya sembari menatap Elgara dan juga Nathan secara bergantian.


"Jaga omongan, lo!" desis Nathan


"Ck! gue ini ngomongin fakta!" balas Elgara membuat Frezan menarik nafasnya panjang.


"Lo ya_"


"Diam. Atau gue usir kalian berdua!" tegas Frezan kepada adik dan iparnya.


Tentu saja mereka berudua menutup mulutnya, rapat-rapat mendengar perkataan Frezan. Tentu saja Elgara mengumpat dalam hati. Mentang-mentang dirinya hanya menumpang saja disini.


"Kok balik lagi, Nath," kata Rara yang membawa dokumen yang diminta oleh suaminya. "Katanya kamu mau jagain, Adel," lanjutnya sembari meletakkan dokumen tersebut.


Frezan melirik Rara, sehingga mata mereka berdua bertemu membuat Rara cengengesan.


Frezan tau, jika Rara ingin sesuatu dengan cara memijitnya. Dia sudah hapal bagaimana istrinya itu jika menginginkan sesuatu.


"Mau apa lagi lo, Ra?" tanya Kayla yang datang tiba-tiba sembari tertawa kecil melihat kelakuan sahabatnya itu.


"Nggak ada kok. Aku cuman mau pijit sayangnya aku," kata gadis itu membuat Kayla ingin berekspresi muntah.


Sementara Frezan, dia sudah terbiasa mendengar kata-kata tersebut yang keluar dari mulut istrinya.


"Nggak percaya gue!" ketus Kayla membuat Rara memanyunkan bibirnya.


"Anak-anak udah tidur?" tanya Elgara dengan sengaja, agar Nathan mendengarkannya.


"Udah," jawab Kayla lalu duduk disofa singel.


"Bagus dong, Kay. Itu bagus, karna kita udah punya anak," kata Elga lagi membuat Kayla baru paham, jika Elgara saat ini menyingung Nathan.

__ADS_1


Nathan satu tahun lebih tua dari Elga, namun dia juga yang belum menikah. Seperti sedang kena karma!


Kayla memutar bola matanya malas kearah Elgara, membuat Elga tersenyum tipis. Rupanya istrinya itu sudah paham maksud dan tujuannya mengatakan seperti itu.


Sementara Nathan? Sudah pasti dia tau siapa yang dimaksud oleh Elgara yaitu dirinya sendiri.


Elgara dan Nathan saling bertatapan, ada rasa puas dalam diri Elgara mengejek Nathan. Sementara Nathan hanya bisa diam sembari mengumpat Elgara dalam hati. Dia tidak tau mau membalas apa perkataan Elgara. Karna dia membawa soal anak. Sementara dirinya belum juga menikah.


"Selamat malam!"


Semua orang dalam ruangan tamu langsung melirik kearah pintu utama, nampaklah seseorang yang menggunakan jas rapih serta tas hitam yang dia tenteng. Tempat berkas lebih tepatnya.


Rara langsung berhenti memijit Frezan saat melihat sosok pria yang selama ini tidak pernah dia lihat lagi. Dia begitu rapih, tampan, serta tubuhnya yang tegak, berkumis tipis, serta wajahnya yang bersih.


Serta suaranya yang sangat tegas. Sementara. Kayla langsung mematung ditempatnya melihat sosok pria yang tidak asing lagi bagi dirinya.


Sementara Elgara? Dia menatap pria dengan seksama, setelah sekian lamanya dia baru melihat sosok pria yang berdiri diambang pintu dengan tubuh tegak.


Sementara Nathan? Dia menyungkirkan senyum penuh kemenangan saat melihat pria itu. Senyumannya ada arti tersendiri bagi dirinya.


Sementara Frezan? Dia hanya santai saja, karna dia sudah tau kalau malam ini dia akan membahas persoalan perusahaan bersama tangan kanannya yang sudah datang.


"DANIEL!"


Suara itu milik Kayla dan juga Rara.


Yah, sosok yang mengucapakan selamat malam adalah sosok Daniel. Sosok pria yang pernah bekerja sama dengan Frezan saat mengurus cafe bersama dengan Reta.


"Gue nggak salah lihat orang 'kan?" menolog Kayla dengan suara pelan dengan matanya masih melihat Daniel.


"Kamu nggak salah lihat, Kay. Itu mantan terindah kamu," kata Elgara dengan tidak suka membuat Kayla mengedikkan bahunya mendenger penuturan Elgara.


Apa yang dikatakan Elgara memang benar, jika Daniel adalah sosok mantan yang sangat berkesan dalam hidup Kayla.


Daniel berjalan kearah mereka, lebih tepatnya kearah Frezan dengan tegas. Dia mengabaikan tatapan Kayla dan juga Rara yang menatapnya dengan lekat. Seakan-akan dirinya adalah sosok hantu.


Sementara Nathan langsung duduk dikursi sofa dengan menyingkirkan senyum kearah Elgara membuat Elgara menatap manik mata Nathan yang sepertinya mengibarkan bendera perang dengan kedatangan Daniel.

__ADS_1


__ADS_2