Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Menjadi mamah untuk Agrif


__ADS_3

Di sisi lain Nando hanya berdiam diri diatas karpet yang dibawa oleh Lea.


"Dasar gadis gila, dia pikir kita sedang ke pantai bawa karpet dan makanan sebanyak ini!" Nando berdecak kesal kepada Lea yang sudah pergi bermain bersama anak-anak sembari membawa makanannya sebagian untuk dia bagikan.


Sementara Daniel sedang menerima telfon dari Elgara, pria itu bertanya kepada Daniel apa saja yang harus dia lakukan. Sehingga Daniel tidak melihat jika Agarif telah pergi di tempat banyak anak-anak sedang berkumpul.


"Semuanya berdiri yang rapih yah, biar kakak bagiin makanan enak ini!" intruksi Lea kepada anak-anak dihadapanya.


Sehingga anak-anak tersebut bersusun rapih untuk mendapatkan makanan yang di janjikan oleh Lea. Bahkan, Agarif pun ikut bergabung dan berbaris rapih seperti anak-anak lainnya.


"Hey, kamu," panggil Lea kepada Agrif yang tidak mempunyai lurusan barisan.


Lea menghampiri Agrif yang sangat tampan dia lihat. Namun, anak itu seperti cowok dingin karna tidak banyak bicara. Mungkin saja dia banyak bicara jika bersama dengan orang-orang tertentu saja.


"Kamu ikut kakak yah, bagi-bagi makanan ini," kata Lea sembari menggandeng tangan Agrif.


Dia melihat barisan sudah rapih membuat Lea mengambil makanan yang dia beli di indomaret tadi.


"Kamu bagikan makanan ini 2 kue dapat satu orang yah. Kamu bagi di barisan seblah sini," kata Lea menujuk barisan yang akan dibagikan oleh anak tersebut.


Anak tersebut bernama Agrif mengangguk mengiyakan ucapan Lea.


"Ok," kata Lea mengacungkan jempolnya kearah Agrif membuat anak itu tertawa kecil melihat tingkah Lea seperti anak kecil saja.


Lea dan Agrif berjalan membagikan makanan tersebut untuk anak-anak yang sudah berbaris rapih.


"Dasar bocah, bergaul nya sama bocah juga," keluh Nando melihat Lea dari kejauhan sedang membagikan makanan yang dia beli di indomaret tadinya.


Nando mengeluarkan rokoknya, tidak ada hal lain lagi yang akan dia lakukan selain menyesap asap rokonya.


Nando menyingkirkan senyum tipisnya saat melihat Lea sedang bertos riah dengan anak kecil yang dia berikan makanan tersebut.


Nando menggelengkan kepalanya. "Ternyataa masih ada gadis modelan seperti, Lea," gumam Nando sembari memyembulkan asap rokoknya ke udara.


Anak tersebut sudah bubar seteleh dibagikan makanan oleh Lea dan juga Agrif, ada sekitaran 15 anak tadi yang dibagikan makanan.


"Ini bagian kamu," kata Lea menberikan lebih dari dua makanan untuk anak yang sudah membantunya.

__ADS_1


"Nama kamu siapa?" tanya Lea menyamakan tingginya dengan Agrif.


"Agrif," jawab Agrif.


"Nama yang tampan. Setampan orangnya," kata Lea mengedipkan matanya kearah Agrif membuat Agrif tertawa melihat tingkah Lea.


Lea juga tertawa, dia pikir anak dihadapanya ini sangat dingin ternyata dia salah.


"Apa tante udah punya suami?"


Tawa diwajah Lea luntur saat anak itu memanggil dirinya dengan sebutan tante. Dan apa katanya tadi? Dia menanyakan apakah Lea sudah punya suami atau belum?


Setua itukah wajahnya sekarang? Sampai anak kecil tampan dihadapanya ini memanggilnya dengan sebuah tante. Andai saja ada Nando disini sudah sedari Lea akan diketawain oleh Nando.


Lea tersenyum kearah anak itu sembari merapikan anak rambutnya. "Panggil kakak Lea, Yah. Jangan manggil tante," kata Lea dengan senyuman. "Kakak seorang mahasiswa, belum punya suami."


"Apa itu mahasiswa?" tanya Agrif.


"Semacam sekolah," jawab Lea dan dibalas anggukan kepala oleh Agrif.


Melihat Agrif membuat Lea teringat anak nakal macam Farel yang mengatainya kakak genit. Lea yakin, anak itu saat dewasa akan bandel, suka cari masalah dan yang pastinya suka ngejek orang-orang.


"Kakak mau nggak jadi mamah, Agrif," kata Agarif dengan polos membuat Lea tertawa kecil.


"Mamah kamu mana sayang?" tanya Lea. Andai Nando melihat Lea sekarang mungkin dia takjub melihat aura kedewasaan Lea keluar. Jarang-jarang dia seperti itu.


"Udah pergi ditempat jauh," kata Agrif membuat Lea mengerutkan keningnya.


"Kata papah, mamah nggak bakalan balik lagi," lanjutnya membuat Lea terdiam. Dia baru tau apa maksud anak dihadapanya.


"Kakak mau kan jadi mamah untuk Agrif," kata Agrif lagi membuat Lea menjadi kikuk seperti ini.


"Emm... Papah kamu mana?" tanya Lea mengalihkan pembicaraan.


"Lagi sibuk telfon sama seseorang," jawab Agrif dan dibalas anggukan kepala oleh Lea.


"Yaudah, kita duduk di ayunan dulu yah," ajak Lea menggandeng tangan Agrif untuk segera menuju ke ayunan.

__ADS_1


Agrif dan Lea duduk di ayunan berdua.


"Kakak Lea nggak mau jadi mamahnya Agrif?" tanya anak itu lagi membuat Lea tertawa. Dia tidak tau harus membalasnya seperti apa.


"Kita main ayunan aja," kata Lea kembali mengalihkan pertanyaan Agrif. Berbicara dengan anak kecil membuatnya seperti sedang berbicara dengan dosen pembimbingnya.


Sementara Daniel sedang berusaha menjaga agar dia tidak emosi meladeni Elga dibalik telfon.


"Apa kau sudah paham?" tanya Daniel lagi. Mustahil sekali Elga yang pintar tidak paham dengan hal kecil yang dijelaskan olehnya. Dia yakin jika Elga sedang bermain-main dengannya itu.


"Baiklah, asisten Daniel. Saya sudah mengerti," kata Elga juga yang sengaja menggunakan bahasa formal membuat Daniel langsung mematikan handphonenya. Dia membalikkan belakangnya dan tidak melihat putranya lagi.


"Agrif!" panggil Daniel lalu memasukkan handphonenya kedalam saku bajunya.


Daniel mencari sekelilingnya, gara-gara meladeni Elga membuatnya lupa menjaga putranya.Daniel bernafas legah saat melihat Agrif sedang tertawa diatas ayunan, dia tidak seorang diri karna ada perempuan manis didekatnya.


"Agrif," panggil Daniel menghampiri Agrif.


Sehingga Lea dan Agrif langsung melihat ke asal suara, Lea meneguk salivanya susah payah saat melihat Daniel berjalan kearah mereka dengan tubuhnya yang tegap gagah serta wajahnya yang tampan dihiasi wajahnya yang dingin.


"Papah!" Agrif langsung turun dari ayunan lalu memeluk Daniel.


"Kalau mau kemana-mana bilang sama papah. Gimana kalau kamu hilang?" kata Daniel mendudukkan tubuhnya agar bisa menyamakan tingginya dengan Agrif.


"Agrif nggak bakalan hilang. Soalnya Agrif di jagain sama kakak cantik itu," tunjuk Agrif kepada Lea membuat Kepala Lea ingin naik beberapa centi karna pujian dari Agrif.


Dari banyaknya nama panggilan yang diberikan oleh orang kepadanya hanya nama panggilan dari Agrif yang baru dia kenal mampu membuatnya bahagia di panggil kakak cantik..


Daniel melihat kearah Lea sehingga mereka berdua saling bertatapan.


"Makasi sudah menjaga Agrif," kata Daniel dan dibalas anggukan kepala oleh Lea.


"Sama-sama."


Daniel melirik jam di pergelangan tanganya, sudah lebih dua jam dia berada disini.


"Kita pulang," ajak Daniel membuat Agrif menatap lesuh kearahh Lea. Meski baru melihat Lea namun sudah mampu membuat Agrif jika Lea pantas untuk menjadi mamahnya.

__ADS_1


"Kakak cantik, minta nomor telfonya."


__ADS_2