Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Atasan dan bawahan


__ADS_3

Bugh


Tanpa aba-aba Elga langsung meninju wajah tampan seorang pria yang tengah sibuk dengan laptopnya. Pria itu langsung terpental kelantai tempat kerjanya mendapatkan pukulan mendadak dari pria dihadapannya.


Tentu saja dia terkejut, saking seriusnya dia bekerja dia tidak sampai mendengar jika seseorang membuka pintua ruangannya dan langsung menghantam wajahnya yang tampan itu.


Elgan dan Daniel saling bertatapan seakan-akan bola mata mereka berdua akan keluar api yang sangat besar dari pancaran mata mereka yang tajam.


Yah, pria yang meninju wajah Daniel adalah sosok Elga yang memberikan serangan tiba-tiba membuat Daniel terjatuh karna kehilangan keseimbangan tubuhnya.


Elga menggunakan baju kantor, bisa dikatakan jika pria itu bersiap-siap ke kantor dari hotel.


Daniel memperbaiki jasnya yang kusut serta merapikan dasinya yang bertengger dilehernya.


Daniel berdiri dengan tegak lalu menatap Elga.


"Ada apa?" tanya Daniel dengan singkat dan juga suaranya yang dingin membuat suasana diruangan Daniel semakin mencekam.


Serta AC diruangan Daniel membuat suasana semakin dingin.


Daniel tidak membalas pukulan Elga, dia malah bertanya kepada pria yang memukulnya dengan tiba-tiba.


Elga menggertak giginya saking jengkelnya. Entahlah, pria itu memang mirip kepada sahabatnya sendiri, yaitu Rifal.


Padahal, sikap Elga sudah dewasa menurut Rifal, karna apa? Karna saat Rifal mempunyai masalah hati dengan Valen Elga yang memberikan nasehat kepada Rifal.


Seseorang yang keras kepala bertemu dengan seseorang keras kepala akan membuat mereka berudua saling memberikan nasehat, jika berpisah mereka akan lupa akan hal itu.


Daniel mengerutkan keningnya dalam-dalam saking bingungnya, karna Elga tidak menjawab melainkan dia langsung pergi meninggalkan Daniel diruanganya.


Daniel kembali duduk ditempat kerjanya setelah punggung Elga sudah menjauh.


"Elga!"


Langkah kaki Elga terhenti, dia sudah mendengar suara dingin yang sudah tidak asing lagi bagi telinganya saat ini.

__ADS_1


Elga kembalikan badannya, dia sudah melihat Frezan berdiri tegak dengan wajahnya yang datar serta aura dingin yang dia pancarkan dari lekuk wajahnya berserta sorot matanya yang tajam tidak pernah berubah.


Bisa dikatakan, jika Frezan melihat Elga keluar dari ruangan milik Daniel.


"Ngapain kamu dari ruangan, Daniel?" tanya Frezan dengan tegas.


"Bukan urusan, mu!" desis Elga tidak membuat raut wajah Frezan berubah. Dia masih setia memasang wajah datarnya.


Frezan menatap tajam Elga, bukan jawaban seperti ini yang dia harapkan. "Jelas itu semua urusan saya, apa perlu saya tegaskan kembali?"


Elga memalingkan wajahnya kearah samping, dia tau jika dihadapanya ini adalah atasannya sekaligus iparnya.


Andaikan saja Kevin dan Alvina tidak memberikan amanah kepada Frezan, tentu saja Frezan tidak ingin seperti ini.


Kevin ingin membuat Elga lebih dewasa mengenai masalah pekerjaan, dia mau Elga tau bagaimana cara menghasilkan uang tanpa menunggu santai dirumah.


"Jadi, apa yang kamu lakukan diruangan, Daniel?" Frezan kembali melayangkan pertanyan yang sama kepada Elga.


"Tentu saja memberikan pelajaran," kata Elga kepada Frezan.


Tentu saja perkataan Frezan membuat Elga berdecih. Frezan berhenti melangkahkan kakinya dia membalikkan badannya dia masih melihat Elga masih berdiri ditempatnya masih menatap kearahnya.


"Dikantor kita menjadi atasan dan bawahan," kata Frezan dengan santai. "Jika dirumah kita adalah ipar," lanjutnya lalu benar-benar pergi membuat Elga mengumpat iparnya.


"Dasar kutub es!" desis Elga lalu pergi dari tempatnya yang tadi.


***


Setelah dua jam melakukan tindakan operasi Valen dan Nathan akhirnya bisa kekantin makan siang bersama, bertepatan makan jam siang mereka menyelesaikan operasi pasien tadi.


Saat ini Nathan dan Valen tengah berada di kantin khusus untuk para dokter. Kantin dirumah sakit dibagi menjadi tiga, yaitu kantin untuk perawat, dokter dan kantin untuk umum jika seseorang ingin membeli makanan jika menjenguk orang sakit.


Nathan memesan makanan untuk dia dan juga Valen. Dengan Nathan memesan mie pangsit sedangkan Valen memesan bakso berkuah sedikit. Begitu yang Valen katakan, jika dia ingin makan bakso dengan kuahnya sedikit saja.


Mereka berdua duduk dengan saling berhadapan sembari menunggu kedatangan makanan mereka. Tidak butuh waktu lama, makanan yang dia pesan telah datang.

__ADS_1


Pelayan kantin tersebut meletakkan nampan berisi mie pangsit dan juga bakso. Bakso yang datang sesuai dengan apa yang dipintah oleh Valen berkuah sedikit saja.


"Makasih," kata Valen dan Nathan hampir bersamaan.


Pelayan kantin tersebut menggangguk. "Sama-sama, dok," jawab pelayan tersebut lalu mengundurkan diri dari meja tersebut.


Salah satu dokter yang sangat gemas melihat kedekatan Nathan dan juga Valen memotret mereka berdua.


"Sosweet banget!" gumamnya tertahan melihat hasil jepretannya.


"Ini harus masuk diinfo dokter Medika," menolognya sembari mengirimkan foto tersebut ke admin Instragram.


"Jangan makan sambel yang banyak, Len. Nggak baik buat kesehatan lo. Lo 'kan hamil seharusnya lo kurangin makan-makan pedas," kata Nathan menggeser lombok sambal tersebut agar tidak dijangkau oleh Valen lagi.


"Yah.... Padahal gue mau cobain," kata Valen sedikit lesuh. Padahal sambal itu tadi sangat menggugah seleranya, namun Nathan menggeser lombok tersebut.


Nathan dan Valen melanjutkan makanya, karna jam satu siang nanti, dia bakalan memeriksa kondisi Adelia. Rasanya sangat kasihan Adelia bangun tapi kondisinya tidak stabil, malah semakin melemah. Yang akan membuat dirinya kesakitan.


Jika dia koma, dia tidak akan merasakan sakit tersebut, karna tubuhnya yang mati rasa.


Tring


Rifal yang sedari tadi menggonta-ganti siaran tv guna menghilangkan rasa sakit kepalanya melirik handponenya bergetar.


Akun yang dia follow mengenai dokter Medika memosting postingan baru. Entah mengapa Rifal mau melihat berita tersebut, padahal dia tidak suka gosip-gosip disosmed.


Kemesraan Dokter muda rumah sakit Medika yang bernama lengkap Dokter Valensia dan dokter Nathan tertangkap kamera sedang makan bersama, dan jangan lupa mereka sembari bercanda riah, terlihat foto yang ditangkap oleh seseorang, jika mereka berdua tersenyum bahagia. Para dokter dan perawat mendukung kedua hubungan dokter tampan dan cantik itu, dan banyak juga merasakan patah hati karena dokter Nathan yang terkenal cuek sama wanita lain begitu hangat kepada dokter Valen. Banyak para fans mereka dirumah sakit mendoakan agar mereka bisa bersatu dalam ikatan yang serius.


"Berita macam apa ini!" Rifal langsung membuang handpone bergambar apel itu diatas kursi sofa.


"Ck, dasar pansos. Berita tidak berbobot mereka masukkan di Instagram. Dasar bodoh!" geram Rifal.


Membaca caption tersebut membuat hatinya panas, mulutnya mengatakan kata umpatan namun hatinya mengatakan jika dirinya cemburu melihat kedekatan Valen dan juga Nathan.


Banyak dari mereka yang tidak tau, jika Valen sudah mempunyai suami yang tak kalah tampannya dengan Nathan.

__ADS_1


__ADS_2