Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Supermarket


__ADS_3

''Suami kamu siapa, aku atau Nando?''


Valen menatap malas kearah, Rifal. ''Suami aku Asrifal, anak dari Daddy Aska sama Mommy Rina, tapi yang buat Anna berhenti nangis, Fernando.''


Rifal menatap Valen tidak suka. ''Udahlah, Fal. Kamu nggak kasihan lihat Nando. Kayak Nando aja bapaknya Anna.''


''Aku butuh pelukan kamu, seha—''


''Aku tau ini soal rindu,'' Valen langsung memotong ucapan Rifal membuat Rifal langsung menghampiri Valen.


''Kamu siap-siap, kita ke supermarket.'' Lepas itu Rifal berlalu pergi membuat senyuman Valen mengambang.


''Gitu kek.''


''Buruan, sebelum aku berubah pikiran.''


''Iya-iya, Fal!''


Sepuluh menit bersiap-siap, Rifal dan Valen langsung berlalu pergi meninggalkan rumah mewah mereka untuk menuju supermarket.


''Udah bawa atm?'' tanya Valen menatap wajahnya di kaca yang tersedia di dalam mobil.


''Kamu tenang aja.''


''Fal, kapan kamu izinin aku ketemu sama sahabat aku. Aku rindu sama Kayla dan Rara. Aku juga penasaran melihat wajah anak ketiga Kayla. Dia lahirin anak cewek atau cowok.''


''Emang kenapa kalau Kayla lahirin anak cowok?'' tanya Rifal.


Valen menggenggam tangan Rifal. ''Bisa kita jodohin kalau mereka udah besar.''


Rifal menatap Valen tak habis pikir. ''Nyunat aja belum, udah mikirin soal perjodohan.''


Valen tertawa renyah. ''Biar silaturahmi kita makin panjang. Kamu dan El bersahabat aku dan Kayla juga bersahabat. Jadi nggak ada salahnya kalau mereka udah besar kita jodohin mereka.''


''Terserah kamu aja.''


Menyebut nama Elga, membuat Rifal memikirkan nasib sahabatnya itu. Dia tidak bisa melakukan banyak hal, karna yang ia lawan adalah Frezan.


Sudah pasti Frezan yang akan menang.


Valen semakin mengeratkan genggamannya kepada Rifal, dia tau apa yang di pikirkan oleh suaminya sekarang.


''Biarin semua mengalir seperti air, kamu udah lakuin semaksimal mungkin untuk Elga, tapi jawabnya tetap seperti itu.''


Rifal mengangguk, meskipun ada sedikit rasa tidak suka pada Frezan, namun dia berusaha mengubur itu semua karna hbungan mereka berdua sangat dekat.


Elga akan keluar dari penjara jika waktunya sudah tiba, mereka hanya menunggu waktu itu datang.


Rifal memarkirkan mobilnya. Saat Valen ingin membuka pintu mobil Rifal langsung mencekat tanganya.


''Kenapa?'' tanya Valen.


Rifal mengambil sesuatu di dalam Dashboard mobil. ''Pake ini dulu.'' Rifal memberikan masker kepada Valen.


Valen langsung memakainya lalu turun dari mobil.

__ADS_1


“Kecantikan gue jadi tertutupi karna Rifal.”


Rifal mengikuti Valen dari belakang. ''Kita ke sebelah sana, beli daging ayam.'' Tunjuk Valen kearah sana lalu pergi dengan Rifal mengikutinya dari belakang dengan membawa keranjang.


Valen mulai mengambil daging ayam, sapi, ikan dan udang. Lalu dia memasukkannya kedalam keranjang lepas itu ia membayarnya.


Rifal tersenyum. ''Kebiasaan pas di Bali yah, Len. Jadi penjual seafood,'' Rifal mengejek Valen namun hanya dia abaikan oleh Valen.


Rifal dengan setia membawa keranjang belanjaan Valen, mengikuti Valen yang singgah membeli sayuran. Dia memasukkan berbagai jenis sayuran, yang Rifal saja tidak tau jenis sayuran apa saja yang diambil Valen.


Mereka melewati penjualan sayuran lalu Valen membeli bawang merah, bawang putih, cabai dan berbagi jenis bahan dapur lainya.


Valen sudah belanja kebutuhan dapur, keranjang hampir penuh dengan belanjaaan Valen. ''Sudah?'' tanya Rifal dan dibalas anggukan kepala oleh Rifal.


Mereka sudah kembali ke mobil, Rifal lebih dulu memasukkan barang belanjaan Valen di Bagasi mobil.


Sudah pukul 12 siang, Nando juga belum bangun dari tidurnya bersama Kianna, mereka berdua masih tidur dengan nyenyak.


''Kamu nggak usah bawa belanjanya, biar aku yang bawa.'' Valen mengangguk membiarkan Rifal membawa semua belanjaannya masuk kedalam rumah.


''Tata semua di dalam kulkas, Fal,'' ucap Valen dan dibalas anggukan kepala oleh Rifal.


''Aku bantu kamu masak ya,'' pintah Rifal yang menyimpan belanjaan Valen kedalam kulkas.


Valen tersenyum. ''Iya. Kamu kupas bawang merahnya sama bawa putih,'' perintah Valen kepada Rifal.


''Iya.''


Valen mulai mengulek cabai dan bawang yang sudah di kupas oleh Rifal. ''Ini kebiasaan kamu di rumah kakek Halan?'' tanya Rifal melihat Valen mengulek dengan telaten.


''Iya, rasanya lebih enak jika di ulek seperti ini.''


Rifal hanya menganguk.


''Ada yang mau aku bantuin lagi?'' Rifal menawarkan diri kepada Valen.


''Ohiya, Fal. Kamu kupas sayur terong ungu itu. Kalau udah di kupas, kamu cek Anna sama Nando diatas.''


''Cuman itu?''


Valen mengangguk lalu Rifal mengupas sayur terong yang Valen katakan tadi.


Setelah kerjanya selesai, Rifal mengunci tangan.


''Nggak apa-apa tinggalin di sini?''


''Nggak apa-apa, kamu cek Anna aja sama Nando.''


''Memangnya Nando anak kita?'' Lepas itu Rifal melenggang pergi membuat Valen tertawa dengan apa yang Nando katakan.


Ceklek.


Rifal membuka pintu kamar, dia masih melihat Nando masih tidur padahal sudah jam 12 siang.


''Nando bangun lo, udah siang!''

__ADS_1


''Ahk, apa sih, Fal!''


''Buruan mandi!'' perintah Rifal namun tidak di gubris oleh Nando.


''BANGUN FERNANDO!!!'' Rifal mengguncang tubuh Nando.


Untung saja suaranya tidak membuat Anna terbangun.


Rifal masih setia mengguncang tubuh Nando. ''Bangun nggak, kalau nggak gue tarik semua duit di saldo lo itu!''


Mata Nando terbuka dengan terbelalak membuat Rifal tersenyum. Jika ia menyebut uang Nando dengan segera bangun.


''Bangun!''


''Dompet gue mana?'' tanya Nando memeriksa kantong celananya dompetnya tidak ada.


''Lo mandi sana baru gue kasi dompet lo,'' perintah Rifal membuat Nando harus bangun dari tempat tidur dengan berjalan gontai masuk kedalam kamar mandi.


''Nan, baju gue simpan di atas tempat tidur.'' Rifal menyimpan baju untuk Nando diatas tempat tidur lalu menggendong Anna keluar, padahal anak itu masih menutup matanya.


''Iya!'' sahut Nando dari dalam.


Beberap meni mandi, Nando keluar dengan handuk terlilit di pinggangnya. Ia mengambil baju dan celana diatas tempat tidur lalu memakainya.


''Anak can—'' Nando langsung menggantung ucapannya saat berjalan tempat tidur Anna, anak menggemaskan itu sudah tidka ada di sini.


''Ini nih, udah jadi bapak tapi nggak tau apa-apa.''


Nando kembali merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, lalu memegang perutnya.


''Lapar....mau cari makan di luar takut ketemu Lea dan Nathan lagi.''


Tok...


Tok...


Tok...


Suara ketukan pintu membuat Nando menoleh.


''Nando buruan turun, mau makan. Lo lambat beberapa menit gue habisin bagian lo!''


Ceklek.


Nando membuka pintu dan melihat Rifal tengah menggendong Kianna.


''Kenapa kau menggendong anak yang tidur? Simpan di kembali di tempat tidurnya.''


Rifal menatap Nando dengan tatapan kesal.


''Punya hak apa kamu, Hah.''


''Saya punya hak. Aku akan menjaga Kianna, siapa tau saat dewasa dia akan menjadi milik ku.''


Pletak...

__ADS_1


''Gila lo di tinggal, Lea.''


__ADS_2