
Sementara Rara dan Kayla sedang menemani Tegar menaiki bianglala, menikmati angin malam yang sangat menyejukkan membuat Rara memejamkan matanya diatas bianglala yang sudah berputar.
Meski pasar malam tempat teringinya yang kedua, karna nomor satu adalah Bali yang ingin sekali dia kunjungi, namun ujian selalu saja datang sehingga mereka tidak jadi ke Bali waktu itu.
“Bund, lihat deh di bawah. Itu Ayah sama Dyra dan Hasya,” tunjuk Tegar dari atas sehingga Kayla dan Rara langsung melihat kearah bawah.
Rara tersenyum melihat Frezan menggendong Dyra dan Hasya dengan membawa permen kapas. Jika Rara yang menggendong dua anak sekaligus, sudah di pastikan pinggangnya bakalan encok.
Kayla juga melihat Frezan menggendong Dyra dengan permen kapas di tangan anak itu. Kayla bersyukur karna Frezan tidak menyangkut pautkan soal anak dan kebencian Elga kepadanya akibat masa lalu.
“Kita beli permen kapas juga nanti yah, Bun,” kata Tegar.
“Iya sayang,” jawab Rara membuat Tegar langsung memeluk Rara.
Sementara Kayla tersenyum simpul melihat Tegar memeluk Rara, rasanya Kayla ingin sekali hamil dan memiliki anak laki-laki.
Namun Tuhan belum mempercayainya, sehingga belum di titipkan janin di dalam perutnya.
Rara melirik Kayla. “Semogah kamu cepat hamil, dan punya anak laki-laki,” kata Rara lalu di aminkan oleh Kayla.
Rara sudah bersyukur mempunyai seorang putra dan putri yang cantik dan tampan. Setelah menaiki bianglala dua putaran, akhirnya mereka turun.
“Ayok Bund, kita cari permen kapas,” ajak Tegar dan dibalas anggukan kepala oleh Rara.
“Kay, kamu nggak ikut?” Tanya Rara.
“Lo aja yang pergi, Ra. Gue mau duduk di sana sambil makan,” kata Kayla. “Gue tungguin kalian di sana aja,” lanjutnya dibalas anggukan kepala oleh Rara.
“Yaudah, aku sama Tegar duluan yah,” pamitnya kepada Kayla.
Kayla langsung berjalan menuju kursi, di mana ada penjual somay bakar. Dia duduk di kursi sembari melihat sekeliling pasar malam ini dari kursi.
“Pesan somay bakarnya sama ice jeruknya pak,” kata Kayla dan dibalas acungan jempol oleh penjual tersebut.
Beberapa menit kemudian, pesanan Kayla datang.
Dia memakannya dengan khidmat, tidak di pungkiri jajanan pinggir jalan dan makanan pasar malam memang enak, mempunyai ciri khas tersendiri.
__ADS_1
“Kayla.”
Kayla langsung menghentikan kunyahan makananya saat seseorang memanggil namanya.
Kayla hampir saja tersedak makananya saat melihat siapa yang memanggilnya, dia pikir pria itu sudah tidak ingin menyapanya karna saat Kayla bertemu di Club pria itu sangat dingin padanya.
“Daniel.”
Daniel langsung duduk di hadapan Kayla. “Kamu di sini juga? Sama siapa?” Tanya Daniel membuat Kayla tersenyum.
Dia bahagia Daniel menyapanya, namun dia juga takut jika Elga melihat dirinya hanya berdua dengan Daniel di sini.
“Gue sama anak-anak dan suami gue,” kata Kayla sembari tersenyum lalu mengetik pesan untuk di kirim ke Rara.
Ting
Ponsel Rara bunyi, menandakan adanya pesan masuk. Saat ini, Rara berada di depan penjual permena kapas tempat Frezan tadi.
“Kamu pilih aja rasanya, bunda mau buka ponsel bunda dulu,” kata Rara kepada Tegar dibalas anggukan kepala anak itu.
Rara langsung membuka ponselnya, rupanya yang mengirimkannya pesan adalah Kayla.
Begitulah isi pesan dari Kayla, menbuat Rara langsung buru-buru membayar permen kapas yang di beli Tegar lalu menggandeng tangan anak itu untuk segera pergi.
Dia tau sifat Elga seperti apa, kemarahan Elga seperti seorang iblis yang kejam apa lagi dia tidak suka pada Daniel karna merupakan mantan Kayla yang hampir saja menikah dengan Kayla saat itu.
“Kay!” panggil Rara berjalan menuju kearah Kayla dengan menggandeng tangan Tegar. Daniel melirik kearah Rara, yang merupakan istri dari bosnya.
“Halo kak Daniel,” sapa Rara.
Daniel mengangguk sembari tersenyum ramah kearah Rara. Rara langsung duduk di dekat Kayla.
“Apa Frezan juga ada di sini?” Tanya Daniel.
“Iya, dia ada juga di sini, dia sedang menemani anak-anak bermain,” kata Rara dengan sopan dan dibalas anggukan kepala oleh Daniel.
“Mau pesan somay juga nggak?“ tanya Kayla basah-basih.
__ADS_1
“Pesanin aku juga Kay, sama Tegar,” pinta Rara kepada Kayla.
“Kalau lo, Niel?” Tanya Kayla kepada Daniel.
Pria itu hanya mengenakan celana sampai lutut serta baju kaos berwarna hitam menbuatnya semakin tampan.
“Saya juga mau,” jawab Daniel.
Kayla langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Abang yang menjual somay bakar tersebut. Kayla memesan tiga porsi somay bakar dan tiga minuman ice jeruk.
Kayla kembali ke tempat duduknya, sembari menunggu tukang somay tersebut membawa pesanan mereka.
“Oh iya Niel, lo kesini sama siapa?” Tanya Kayla.
Daniel terdiam, sudah banyak orang tau jika dia seorang duda, namun belum ada yang tau jika dia punya anak bahkan Frezan pun tidak tau, hanya Lea saja yang mengetahuinya.
“Sendiri,” bohong Daniel. Entahlah, mengapa dia tidak ingin memperkenalkan anaknya kepada banyak orang.
Rara dan Kayla menganguk secara bersamaan. Padahal Daniel kesini bertiga, bersama dengan Lea dan juga putranya Agrif.
“Niel, muka lo berserih banget, lo pakai apaaan? Kayak muka lo keluar cahaya ilahi,” canda Kayla, apa yang di katakanya memang benar, jika wajah Daniel nampak berserih-seruh.
“Apa yang di bilang Kayla emang benar, muka kak Daniel berserih banget,” kata Rara yang sedari tadi memperhatikan wajah Daniel sangat bercahaya seperti kebahagiaan yang selalu cerah.
Daniel hanya tertawa saja menanggapi perkataan Kayla dan juga Rara. Bukan hanya mereka berdua yang mengatakan jika wajah Daniel berserih namun putranya juga mengatakan seperti itu.
“Kakak cantik, papah kemana?” Tanya Agrif dengan tanganya menggenggam erat tangan Lea.
Lea melirik Agrif, dia ke pasar malam atas permintaan Agrif menyuruh sang papah untuk menjemputnya agara menemaninya ke pasar malam.
“Kata papah kamu, dia ingin samperin teman SMA-nya,” kata Lea dan dibalas anggukan kepala oleh Agrif.
Entah mengapa Agrif ingin sekali pulang dan meninggalkan tempat ini, namun dia belum menemukan sang papah.
“Kakak cantik, Ayok kita cari papah. Agrif udah mau pulang, Agrif nggak mau di sini lama-lama,” kata anak itu dan dibalas anggukan kepala oleh Lea.
Mereka berdua langsung mencari keberadaan Daniel, Lea sangat kesal karna dia sampai lupa membawa ponselnya, andai saja ponselnya tidak ketinggalan sudah sedari tadi dia menelfon Daniel menanyakan di mana dia.
__ADS_1
Kata Daniel dia hanya sebentar saja, menyuruh Lea menjaga putranya.