
Pukul 01:35 lewat, malam sudah larut namun Lea belum juga beranjak dari hadapan laptop miliknya.
Huaaaa
Lea menguap seraya menutup mulutnya, sedari tadi dia sudah mengantuk namun tugasnya belum juga kelar.
''Dikit lagi, Ayok semangat Lea,'' Lea menyemangati sendiri dirinya. Lalu kembali mengerjakan tugasnya.
03:40 sudah hampir subuh, Lea baru selesai mengerjakan tugasnya. Dia sudah tidak bisa bergerak dari tempatnya.
Dia menutup laptopnya, lalu menyetel alarm pukul tujuh pagi, karna Agrif akan berangkat pukul delapan pagi ke sekolah.
Lea menidurkan kepalanya diatas meja lalu mulai menutup matanya, besok dia ada mata kuliah pukul sembilan pagi. Sudah dia pastikan, jika besok di kelas dia akan mengantuk.
Tringgggggg
Suara alarm dari ponsel Lea sudah berbunyi sehingga memekikkan telinga gadis itu, dengan matanya yang masih berat terbuka dia memaksanya terbuka.
‘’Perasaan Lea baru tidur deh, kok udah jam 7 pagi aja,'' keluh gadis itu dengan rasa kantuk yang susah untuk dia defenisikan.
Bayangkan saja, hampir jam 4 subuh baru dia tidur dan bangun pukul tujuh pagi. Leher Lea sedikit keram akibat kepalanya itu tidur diatas meja.
Lea berjalan kearah sofa untuk segera membangunkan Agrif untuk segera mandi.
''Agrif,'' panggil Lea menggoyangkan anak tampan itu dengan lembut.
''Bangun, kamu harus ke sekolah,'' tutur Lea kepada Agrif yang mulai membuka matanya.
''Kakak cantik udah bangun?'' Tanya Agrif seraya mengucek matanya.
‘’Belum, yang dihadapan kamu ini bayangan kakak,'' balas Lea dengan tersenyum kecil membuat Agrif langsung tertawa.
Anak itu semakin tampan saat tertawa, ternyata benar kata orang. Jika keturunan ingin bagus, makalah carilah pasangan yang cantik dan tampan.
Agrif menyibakkan selimutnya lalu masuk kedalam kamar mandi, sementara Lea mengambil tas tempat baju sekolah Agrif.
Sekitar beberap menit mandi, akhirnya Agrif keluar dari kamar mandi menggunakan handuk. Lea mulai memakaikan Agrif baju dan celana seperti dia memakaikan kedua adik kembarannya baju yaitu Raka dan Riki.
***
Saat ini Rara tengah membereskan tempat tidurnya, sementara Frezan sudah lebih dulu ke kantor.
__ADS_1
''Ra,'' panggil Kayla didepan pintu kamar Rara yang sedang menbersihkan tempat tidurnya.
‘’Kenapa, Kay?'' Tanya Rara menghampiri ipar sekaligus sahabtnya itu.
''Lo nggak lihat postingan Valen?'' Tanya Kayla.
Rara menggelengkan kepalanya tanda dia tidak melihat postingan Valen. Dari semalam memang Rara tidak memegang ponsel.
''Nih,'' Kayla langsung melihatkan Rara postingan Instagram Valen begitu mesra dengan suaminya.
Ditambah lagi tempat yang mereka tempati sangat mewah.
''Mereka berdua ke Bali?'' Kaget Rara melihat lokasi foto mereka.
‘’Kayaknya mereka mendadak pergi deh,'' jawab Kayla membuat Rara mengerucutkan bibirnya.
‘'Kamu udah komen?'' Tanya Rara.
''Belum,'' jawab Kayla
‘’Yaudah komen. Kamu bilang, bagus yah pergi liburan nggak ajak-ajak,'' desah Rara membuat Kayla mencubit pipih Rara.
''Valen kan hamil anak pertama, mungkin aja dia ngidam buat ke Bali,'' ucap Kayla.
Melihat postingan Valen, membuat Kayla tersenyum tipis. Dia mengingat suaminya, Elga jika romantis mengalihkan seluruh pasangan yang ada di Jakarta.
''Gue jadi kangen Elga,'' sedih Kayla membuat Rara langsung membawa Kayla dalam pelukanya.
''Kamu yang sabar, yah. Semogah aja ada keajaiban sama Daniel. Supaya hukuman bang Elga nggak sampai 13 tahun di penjara,'' kilah Rara.
Sudah beberapa bulan Elga di penjara, dia juga merindukan saudara kembarannya itu.
Rara memegang pundak Kayla, ini saatnya dia berbicara kepada Kayla. ''Kay,'' panggil Rara.
''Kamu nggak nyembunyiin sesuatu yang besar kan?'' Tanya Rara dengan intens kepada sahabtanya itu.
Kayla terdiam.
Dia belum menjawab pertanyaan Rara, apakah dia harus jujur kepada Rara? Jika saat ini dia tengah mengandung anak ketiganya
''Beberapa bulan ini, kamu nampak aneh," pungkas Rara."
__ADS_1
Kayla menghembuskan nafasnya kasar. ''Gue hamil anak ketiga, Ra,'' dan akhirnya tangis Kayla pecah membuat Rara terdiam.
Itu berarti, Kayla sudah hamil saat Elga di tahan di penjara. ''Aku bakal bilang sama kak, Eza,'' ucap Rara dengan sungguh-sungguh.
''Eza nggak bakalan mau, Ra. Meskipun dia tau kalau gue hamil,'' tandas Kayla.
''Aku yakin, kali ini kak Eza bakalan lulu,'' yakin Rara membuat Kayla langsung memeluk sahabatanya itu.
‘’Gue juga berharap kayak gitu, Ra. Tapi gue nggak mau berharap lebih,'' pungkas Kayla.
''Kamu nggak boleh kecapean, apa lagi banyak pikiran. Kamu harus banyak istirahat dan jagain anak dalam kandungan kamu. Bang Elga pasti bakalan senang kalau tau kamu sedang hamil,'' ucap Rara seraya tersenyum yakin kepada Kayla.
Mereka berdua mengobrol, hingga Kayla pamit ke kamar untuk istirahat . Karna kepalanya sangat pusing saat ini.
Sementara Rara masih mondar mandir di dalam kamarnya, dia akan menunggu kepulangan suaminya dan mengatakan ini semua.
Semogah saja, Frezan akan berubah pikiran mengenai kondisi Kayla yang sedang hamil dan membutuhkan sosok suami yang harus siap siaga kepada istri yang sedang hamil.
Rara ingin mengatakan hal ini kepada Alvi, namun bundanya sedang tidak di rumah. Pagi tadi bunda dan ayahnya pamit untuk lari pagi dan sekarang belum juga balik.
Mereka pasti akan senang dan sedih jika mengetahui menantu mereka bernama Kayla sedang mengandung anak ketiganya.
Sedih karna Kayla hamil namun Elga berada dalam penjara.
''Ya Tuhan, Semogah aja kak Eza bakalan mau bebasin Abang El kalau tau Kayla sedang hamil,'' gumam Rara.
Rara keluar dari kamarnya untuk menuju kamar milik Farel. ''Rel,'' panggil Rara saat membuka pintu kamar Farel.
Semalam Farel tinggal Disini, pagi ini dia tidak ke sekolah karna belum menyelesaikan tugas sekolahnya. Jika dia ke sekolah maka dia akan di hukum lari keliling lapangan dua kali dan Farel tidak mau.
''Kamu lagi apa?'' Tanya Rara kepada ipar kecilnya itu.
''Farel lagi nonton, mbak,'' jawab Farel dan dibalas anggukan kepala oleh Rara.
Rara menghampiri Farel diatas tempat tidurnya. ''Kamu nggak beri tau bang Nathan kmau, kalau hari ini kamu nggak ke sekolah?'' Tanya Rara.
''Jangan di tanya mbak,'' kilah Farel dengan cepat. ''Bisa-bisa bang Nathan bakalan marah sama Farel,'' keluhnya membuat Rara mengusap rambut Farel.
‘’Lain kali jangan alpa lagi, kali ini mbak Rara nggak laporin kamu sama Abang kamu. Tapi lain kali mbak Rara bakalan bilang kalau kamu alpa lagi,'' ancam Rara dan dibalas anggukan kepala oleh Farel.
Rara keluar dari kamar Farel, dia ingin turun di lantai bawa seraya menunggu kepulangan ayah dan bundanya.
__ADS_1
Saat keluar dari kamar Farel, Rara tidak sengaja melihat keponakanya yang berambut keriting itu sedang menangis di anak Tangga.