Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Pacar Kakak cantik?


__ADS_3

Setelah selesai sarapan pagi, Rara mengantar Frezan sampai pintu, karna pria itu akan segera berangkat ke kantor. Mungkin saja nanti dia akan pulang larut malam karna banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan karna besok dia akan menuju bali bersama dengan istrinya. Di tambah lagi Daniel tidak ke Kantor, karna kejadian semalaman membuat Frezan menyuruh pria itu untuk tidak masuk kantor hari ini.


Rara mengalami tangan milik Frezan. "Mungkin nanti aku pulang larut malam," kata Frezan membuat Rara mengerucutkan bibirnya kearah suaminya itu. "Jadi, kamu tidur duluan yah. Jangan tunggu aku, karna besok kita akan ke bali."


Mengucapakan kata Bali membuat Rara merasakan kebahagiaan, dari dulu dia ingin kesana dan baru sekarang ingin tersampaikan.


"Iya," kata Rara membuat Frezan menyungkirkan senyuman tipisnya lalu Frezan mencium pipi Rara lalu berjalan menuju mobilnya untuk segera menuju kantor.


Rara menutup pintu rumah, setelah Frezan sudah menjauh dari pandangan matanya.


"Ra," panggil Elga saat Rara sudah berhasil menutup pintu dan dia mendengar suara Elga dari belakang punggungnya.


"Semalaman bang El kemana?" tanya Rara dengan tidak sabaran kepada Elga.


Elga tadi, terlebih dahulu meninggalkan meja makan sehingga dia tidak sarapan bersama dengan Rara.


"Bar," jawabnya dengan singkat membuat Rara menggelengkan kepalanya.


"Kebiasaan buruk abang El buang jauh-jauh deh," nasehat Rara sembari memegang pundak milik Elga. "Abang El, udah punya anak. Masa iya bapak kerjanya mabuk-mabukan. "


"Gue lakuin dalam keadaan terpaksa, Ra. Lagian, suami lo buat gue pengen tonjok makanya itu," decih Elga sembari mengingat kejadian kemarin.


"Andai bukan karna Kak Eza sama Daniel, mungkin aja kamu udah tidur di Bar," sahut Kayla dari arah dapur menghampiri Rara dan juga Elga.


"Apa maksud kamu, Kay?" tanya Elga yang tidak suka jika nama Daniel di sebut apa lagi nama Daniel keluar dari mulut istrinya.


"Tanya aja satpam, yang bawa kamu dalam keadaan mabuk itu Daniel. Dan nyuruh Daniel buat nyuruh cari kamu adalah Frezan," lanjutnya membuat tangan milik Elga terkepal lalu memalingkan wajahnya kearah samping.


"Aku nggak pernah minta bantuan mereka berdua, kamu tau kan Kay, karna mereka aku jadi mabuk kayak gini," kata Elga yang tidak ingin kalah oleh istrinya itu.


"Tapi kan-" perkataan Kayla langsung terhenti karna Elga lebih dulu memotongnya.


"Nggak usah bahas mantan kamu," ketus Elga lalu pergi meninggalkan kedua wanita cantik itu.


"Abang lo kayak pms aja, Ra," kata Kayla sembari tertawa kecil.


"Mungkin aja abang El, Cemburu. Karna kamu nyebut nama mantan terindah kamu," ejek Rara membuat Kayla langsung tertawa dengan apa yang di katakan oleh sahabatnya itu sekaligus iparnya.


****

__ADS_1


Nando dan juga Rifal telah sampai didepan rumah sakit, Rifal sudah lebih dulu meninggalkan Nando di parkiran untuk segera masuk kedalam rumah sakit.


Drt.... Drt.... Drt


Handphone milik Nando bergetar, terlebih dahulu Nando melihat siapa yang menelfon.


"Lea," gumam Nando melihat nama yang tertera di layar handphonenya tertulis kan nama Lea.


Nando terlebih dahulu menutup pintu mobil sebelum mengangkat telfon dari Lea .


"Halo bocah ingusan," sapa Nando di seberang telfon.


"Ngapain nelfon tadi?" tanya Lea membuat Nando mengingat jika dia menelfon Lea tadi di kantor.


"Dari mana aja kamu? Dari tadi aku telfon," kesal Nando membuat Lea di sebera☺telfon mencaci maki Nando.


"Lea lagi di jalan. Emang kenapa? Ada yang penting? Kalau nggak Lea matiin," kata gadis itu membuat Nando menjadi comge, dia seperti sedang berbicara dengan seorang presiden yang sangat sibuk. Namun nyatanya ini Lea, bukan presiden.


"Emangnya kamu mau kemana?" tanya Nando.


"**Ngampus."


"Dianterin sama siapa**?"


"Lea berangkat sama Agrif."


Mendengar nama yang tidak asing itu, membuat Nando langsung mematikan handphonenya secara sepihak. Tentu saja dia mengenal nama Agrif meski dia belum pernah melihat wajah milik Agrif.


Nando masih mengingat, dimana saat itu Lea tinggal di apartemen miliknya dan memanggil Agrif dengan sebutan sayang, Nando semakin yakin jika Agrif itu adalah pacar Lea.


"Mungkin gue lebih ganteng ketimbang pacar kamu itu, Lea," kesal Nando lalu masuk kedalam rumah sakit menyusul Rifal.


"Kak Nando nggak jelas banget sih," kata Lea memasukkan handphone miliknya kedalam tas.


Hari ini Daniel tidak masuk bekerja, sehingga hari ini dia mengantar Agrf ke sekolah. Namun, Agrif juga menyuruh sang papah untuk menjemput Lea.


"Pacar kakak cantik yah, yang nelfon?" tanya Agrif kepada Lea.


Lea melihat kearah belakang, lalu menggelengkan kepalanya, tanda yang menelfon bukan pacarnya.

__ADS_1


"Terus siapa?"


"Tem-"


"Agrif, itu bukan urusan kamu," kata Daniel dengan suara pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari depan untuk menyetir.


Lea kembali memperbaiki duduknya.


"Pah," panggil Agrif.


"Yah."


"Foto Agrif sama Ziya di taman mana?" tanya anak itu membuka galeri handphone Daniel tidak melihat foto tersebut.


"Di handphone satu, emang kenapa?" tanya Daniel.


"Agrif mau nyuci foto Agrif dengan Ziya, lalu Agrif tempel di kamar Agrif. "


Daniel hanya diam saja, biarkan keinginan Agrif itu akan di laksanakan oleh sopir saja.


Sementara Lea hanya mendengarkan percakapan singkat antara anak dan ayah itu. Entahlah, mengapa ia ikut bergabung dengan keluarga ini, yang belum dia tau sepenuhnya.


Daniel milirik Lea, sehingga mereka berdua bertatapan membuat Agrif dibelakang langsung berdeham.


"Ehemmmm!"


Dengan cepat Daniel langsung fokus menyetir kembali, sementara Lea langsung kikuk.


"Kakak cantik mau nggak jadi mamah sambung Agrif? pertanyaan polos Agrif bertepatan mobil mereka singgah didepan sekolah tempat Agrif sekolah.


" Udah sampai," kata Daniel, membuat Lea bernafas legah. Setidaknya dia lolos dengan pertanyaan yang diberikan oleh Agrif, yang entah bagaiamana menjawabnya. Dia takut salah menjawab dan melukai hati anak kecil itu.


Sebelum keluar dari mobil, terlebih dahulu Agrif menyalami tangan milik Daniel. Ini yang kedua kalinya Lea berangkat kuliah bersama dengan Daniel dan juga Agrif.


"Kakak cantik," panggil Agrif karna tanganya tidak di sambut oleh Lea.


“eh iya," kata Lea gelagapan lalu membrikan tangannya untuk di salimi oleh Agrif.


"Kalau gitu Agrif sekolah dulu, " kata Agrif lalu keluar dari mobil sang papah.

__ADS_1


Agrif langsung masuk ke dalam sekolah diantar oleh satpam yang sudah bertugas untuk mengantar murid yang belum tahu menahu mengenai sekolah ini.


Rifal kembali melajukan mobilnya, di dalam mobil hanya ada keheningan antara Lea dan juga Daniel, tidak ada yang angkat bicara diantara mereka berdua di sepanjang jalan.


__ADS_2