Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Lea dan Nando


__ADS_3

Nando saat ini duduk di meja yang dekat dengan pintu masuk. Ia duduk di kelilingi dengan wanita cantik dan **** tentunya.


''Nando, apakah kau sudah mendapatkan pujaan hatimu?'' celetuk salah satu wanita berbaju **** berwarna hitam.


Rifal tidak jadi mengadakan acara ulang tahun Nando di hotel, karna alasan tertentu. Tapi ia tetap mengganti kerugian itu.


Acara Nando tidak tersedia minuman mengandung alkohol, Rifal mendengarkan ucapan Valen untuk tidak membawa minuman berbaur alkohol ke dalam rumah mereka.


Rifal mengangguk setuju, karna ia juga mulai anti dengan alkohol beberapa tahun terakhir ini.


''Aku sudah tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita manapun lagi.'' Nando menjawab dengan nada yakin kepada wanita **** yang sekarang sedang mengelilingi.


Satu lagi, Rifal tidak mengundang Satupun mantan Nando di acara ulang tahun pria itu. Valen melarangnya, Valen tidak mau jika terjadi keributan karna ulah para mantan Nando.


Rifal sempat menolak, namun Valen langsung mengancamnya membuatnya mau tidak mau harus menurut dengan ucapan Valen.


Pesta ulang tahun Nando begitu ramai, bagaimana tidak jika Rifal mengundang seluruh orang kantoran dan wanita yang sedang dekat dengan Nando, namun tidak untuk mantan Nando.


''Kenapa?'' tanya wanita di sebelahnya.


Nando menyungkirkan senyuman manis. ''Aku sudah mati rasa.''


Mereka tertawa, bagaimana tidak jika seorang Playboy seperti Nando sedang mati rasa.


Nando nampak lesuh, karna tidak ada minuman alkohol berada di sini. Dia akan merayakannya seorang diri di club, dengan meminum-minuman alkohol akan membuatnya melayang dan melupakan sedikit masalah yang menggerogoti pikiranya.


''Kak Nando!''


Deg


Jantung Nando berdetak kencang, seperti ia baru saja menyelesaikan lomba lari malam ini.


''Lea.'' Nathan membalikkan tubuhnya, dia melihat Lea menggunakan dres berwarna abu-abu.


Ia berjalan menuju Lea dan seseorang yang menggandeng tanganya


''Selamat ulang tahun.'' Nathan mengulurkan tanganya kepada Nando.


Nando tersenyum menyambut uluran tangan Nathan.


‘’Terimakasih pak Dokter.'' Nando tertawa kecil membuat Nathan ikutan tertawa.


''Lea,'' panggil Nathan membuat Lea menatap Nathan. ''Jika kamu ingin mengobrol dengan Nando Silahkan.'' Nathan tersenyum kepada Lea.

__ADS_1


''Aku akan memberikan kamu waktu untuk mengobrol dengan Nando.''


Lepas itu Nathan pergi meninggalkan Lea. Nathan sengaja meninggalkan Lea dan Nando. Nathan tidak ingin setelah mereka menikah Nando dan Lea kembali berkomunikasi seperti dulu.


Maka sebelum menikah, ia memberikan waktu untuk Lea mengobrol dengan Nando di acara ulang tahun ke 27 pria itu.


''Selamat ulang tahun kak Nando.'' Lea menjulurkan tanganya kepada Nando.


Nando tersenyum, namun matanya memerah. Gadis di hadapanya akan segera menikah, tinggal menghitung hari gadis di depanya akan menjadi milik seorang Nathan dengan seutuhnya.


Gadis di hadapanya akan menjadi seorang istri. Gadis yang tiba-tiba saja masuk ke hatinya dan membuatnya jatuh cinta.


''Terimaksih, Lea.'' Nando menerima uluran tangan Lea.


Lalu mereka berdua melepaskan tanganya, tidak baik bersalaman begitu lama, sementara dirinya akan segera menikah.


Sementara Nathan memperhatikan keduanya di antara kerumunan orang-orang berpesta malam ini.


''Aku juga mengucapkan selamat untukmu,'' lanjut Nando seraya tertawa kecil. ''Tidak lama lagi sosok gadis bernama Lea akan menikah dan menjadi seorang istri dari dokter Nathan.''


Lea tau, jika Nando menyukainya dari Nathan. Ia sempat tidak percaya jika Nando menyukainya dengan sungguh-sungguh.


Ia pikri pikir pria itu hanya bercanda saja.


''Jangan menunduk, Lea. Ini bukan kesalahanmu. Kau yang tentukan sendiri pilihan mu. Semogah engkau bahagia dengan pria pilihan mu,'' lanjut Nando membuat Lea menitihkan air matanya.


Ia mengusap dengan cepat air matanya, ia tidak mau jika Nathan datang dan melihat matanya memerah.


''Semogah kak Nando dapat gadis secantik Lea.''


Nando tertawa saat Lea dengan polos berkata seperti itu.


''Kau merasa cantik, Lea?'' ejek Nando berusaha menetralkan hatinya yang panas.


''Lea merasa cantik, saat Lea tau kalau kak Nando juga menyukai Lea. Itu menandakan jika Lea tidak jelek, melainkan cantik.''


Mereka berdua tertawa, hingga seseorang menepuk pundak Nando lalu bergabung bersama Lea dan Nando.


''Om Rifal. Apa kabar om?'' tanya Lea dengan cenggengasan kearah Rifal.


''Mentang-mentang mau nikah, aku dilupakan.''


Lea tertawa. ''Lea senang om, akhirnya om bisa tertawa lagi,'' lanjut Lea membuat Rifal tersenyum jenaka.

__ADS_1


''Tentu saja, Lea.''


''Om Rifal bakalan datang, kan, di acara pernikahan Lea nanti?'' tanya gadis itu dengan penuh harap agar Rifal tetangganya datang di saat acara pernihanya


''Tentu saja Lea, aku sudah menyiapkan hadiah istimewa untuk pernikahan mu nanti.'' Rifal mmenayangkan, bagaimana wajah Lea saat dirinya datang bersama Valen dan Anna di acara pernikahan Lea dan Nathan.


Sungguh, Rifal sudah tidak sabar lagi datang ke acara pernikahan Lea dan Nando. Rifal ingin melihat wajah terkejut Nathan saat melihat Valen.


''Kak Nando datang juga, kan?'' Lea kembali memastikan kepada Nando.


‘’Tentu saja, Lea. Aku akan datang ke acara pernikahan mu.''


Setelah mengobrol dengan Rifal dan Nando, Nathan datang memanggil Lea untuk segera pulang.


Orang tua Lea juga datang bersama kedua adik Lea. Mereka semua sudah ingin pulang sehingga Nathna memanggil Lea untuk pulang.


Lea dan Nathan pamit kepada Rifal dan Nando untuk segera pulang. Nathan menyimpan mobilnya di rumah Lea dan berjalan kaki bersama Lea kerumah Rifal.


''Kamu mengobrol dengan Nando dan Rifal sangat asik tadi,'' ucap Nathan santai.


Mereka berdua sedang jalan kaki menuju rumah Lea, mengayunkan langkah kaki mereka selambat mungkin seraya mengobrol kecil.


''Dokter Nathan ngintip?'' ledek Lea membuat Nathan tersenyum tipis.


''Meskipun aku pergi dari sana, tapi mataku masih tetap berada di sana, Lea,'' balas Nathan dengan santai membuat lea manggut-manggut.


''Lea cuman ngucapin selamat ulang tahun untuk kak Nando, dan berharap kak Nando dan om Rifal datang ke acara pernikahan kita nanti. Bagaimanapun Lea dan om Rifal tetangga, apa lagi Lea lumayan dekat dengan om Rifal dan kak Nando.''


''Ada lagi?''


''Itu saja kok,'' jujur Lea.


''Aku harap setelah kita menikah, kamu jaga jarak dengan Rifal dan Nando.'' Nathan berkata dengan serius membuat Lea mengangguk paham.


Mereka sudah sampai di depan rumah Novi. Novi serta kedua anaknya sudah lebih dulu masuk kedalam rumah.


''Lea ngerti kok,'' balas Lea membuat Nathan mengacak rambut Lea.


''Kalau begitu aku duluan. Aku akan pulang ke rumah kak Eza.'' pamit Nathan kepada Lea.


''Hati-hati.''


Lea melambaikan tanganya setelah Nathan sudah masuk kedalam mobil untuk segara pulang.

__ADS_1


Setelah mobil Nathan sudah menghilang, Lea baru masuk kedalam rumah untuk segera istirahat.


__ADS_2