Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Bucin akut


__ADS_3

Lea mengusap rambut Agrif dengan lembut. ''Sisa tiga nomor lagi, kalau udah selesai langsung Bobo yah,'' pinta Lea dan dibalas anggukan kepala oleh Agrif.


''Iya kakak cantik,'' jawab Agrif dan dibalas anggukan kepala oleh Lea.


Mereka berdua kembali fokus dengan tugas di hadapan mereka, Lea malam ini harus begadang menyelesaikan tugasnya dari kampus sebelum dia turun praktek di rumah sakit ini.


Sore tadi, dia mendapatkan kabar dari pihak kampus jika dia akan praktek di rumah sakit ini, hanya dirinya saja sendiri. Dia tidak mau, jika tugas yang belum dia selesaikan menjadi penghalang untuk dicabutnya kesempatan ini.


Lea berencana ingin menelfon Valen untuk mengucapkan Terimaksih, namun niatnya terurung karna dia lupa, jika Valen tengah berlibur di Bali.


Dia tidak mau menganggu masa liburan Valen. Sudah hampir satu jam mereka bertempur dengan buku mereka.


Sekarang sudah pukul 9 malam.


‘’Kakak cantik,'' panggil Agrif sehingga Lea langsung melirik Agrif.


''Kenapa sayang?'' Tanya Lea dengan lembut.


Jika saja orang yang mengenal Lea melihat Lea bersikap dewasa seperti ini, mereka akan terkejut .


''Tugas Agrif udah selesai,'' jawab Agrif dan dibalas senyuman hangat oleh Lea.


''Kalau gitu kamu tidur yah, besok Senin kamu harus sekolah,'' saran Lea kepada Agrif karna malam sudah hampir larut untuk usia seperti Agrif.


Agrif mengangguk patuh dengan ucapan Lea. Lea terlebih dahulu beranjak dari depan laptopnya untuk membersihkan sofa karna Agrif akan tidur.


Agrif sudah berbaring diatas sofa siap untuk tidur.


‘’Kakak cantik besok antar Agrif ke sekolah kan?'' Tanya anak itu saat Lea menyelimuti tubunya dengan selimut kesayanganya.


Lea mengangguk. ‘’Iya sayang, besok kakak antar kamu ke sekolah. Asal kamu tidur cepat.'' ucap Lea dan dibalas acungan jempol oleh Agrif.


''Ok siap laksanakan kakak cantik.''


Perlahan-lahan Agrif sudah menutup matanya, sementara Lea kembali melanjutkan aktivitasnya.

__ADS_1


Lea mendongakkan kepalanya melihat Daniel di bansal yang tengah berbaring kakuh.


‘’Cepat sadar om, kasian Agrif nggak ada yang nemenin dia. Apa lagi Lea nggak bisa janji bakalan ada setiap saat untuk Agrif,'' sedih Lea seraya menitihkan air matanya.


***


Sudah satu jam lebih Rifal dan Valen berada di Restaurant. Menu makanan di hadapan mereka semuanya enak-enak dan hampir habis.


Valen makan dengan lahap yang sebelumnya belum pernah Rifal lihat. Dia semakin yakin, jika anak dalam perut Valen yang meronta-ronta.


''Kalau udah makan, kita balik ke Villa. Kamu nggak boleh begadang,'' ajak Rifal membuat Valen langsung memanyunkan bibirnya kearah Rifal.


''Kamu sendiri kan yang bilang tadi, kalau kamu bakalan ajak aku jalan-jalan di tempat yang aku maui,'' desah Valen kepada suaminya itu.


''Besok lagi aja, sayang. Kamu nggak lihat sudah jam 9 lewat,'' kekeh Rifal kepada istrinya itu.


‘’Biasanya aku begadang sampai subuh, cuman karna ladenin kamu. Masa kayak gini nggak boleh,'' decak Valen.


''Hehhehe, itu lain sayang,'' tawa Rifal seraya mengusap rambut Valen.


Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil untuk segera ke Villa, kali ini sopir yang lain yang mengantar mereka pulang.


Di sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka suara, Valen fokus dengan ponselnya seraya tersneyum melihat foto-fotonya bersama Rifal.


Tangan lentik miliknya bergerak membuka instagram, dia akan mengabadikan momen Romantis ini di akun sosial medianya.


Valen tersneyum bahagia, saat fotonya bersama Rifal sudah terpost di Instagram miliknya. Lebih dulu dia akan mematikan data ponselnya. Karna dia yakin, pengikut dan juga sahabtnya akan mengirimkan Dm dan berkomentar yang akan menggangu di saat seperti ini.


Valen menyandarkan kepalanya di pundak Rifal, lalu memejamkan matanya dan tertidur.


Dia juga capek, namun rasa semangatanya dia ingin mengalahkan rasa lelahnya itu. Namun dia juga tidak ingin terlalu memaksa, takut jika karna egonya anaknya akan kenapa-kenapa.


Dia tidak mau itu terjadi, dan Rifal akan mengoceh kepadanya karna tidak mendengar.


Mobil yang mengantar mereka sudah sampai didepan gerbang Villa tempat mereka. Rifal langsung menggendong Valen keluar dari mobil.

__ADS_1


Rifal masuk kedalam Villa, lalu membaringkan Valen diatas tempat tidur. Lebih dulu dia melepaskan sepatu hak tinggi yang dikenakan oleh Valen.


Lalu membuka kancing dres Valen, dia ingin membuka baju Valen agar istrinya itu tidak gerah dengan pakaikan seperti ini.


Rifal mengurungkan niatnya, takut jika Valen akan terganggu.


Cup


Rifal mencium kening Valen, ''tidur yang nyenyak sayang,'' Rifal berkata dengan lembut lalu berjalan menuju kamar mandi.


Dia melepaskan setelan tuxedo yang dia kenakan. Lalu menggantinya dengan kaos oblong.


Dia membaringkan tubunya di dekat Valen. Dia ingin tidur, namun matanya belum mengizinkannya untuk tertutup.


Rifal mengambil ponsel Valen diatas nakas, lalu membuka Sosmed Valen. Rifal menyungkirkan senyuman tipisnya saat mengecek akun Instagram Valen di penuhi dengan komentar dan banyak pengikut mereka yang Dm Valen, terutama para sahabatanya dan orang terdekat mereka.


Senyuman manis mengambang di wajah milik Rifal, melihat foto yang di posting Valen sangat cantik dan tampan.


Istrinya itu tak lupa menandai Rifal, membuat Rifal semakin tersneyum. Jujur saja, Rifal itu tipikal yang tidak terlalu suka bermain sosial media.


Rifal kembali menyimpan ponsel Valen, seraya memperbaiki tempatnya untuk segera tidur. Besok dia akan membawa Valen di tempat yang di inginkan Valen, apa lagi dia sudah berjanji akan membawa Valen di pantai dan bermain disana.


Rifal memeluk Valen dengan erat, lalu memejamkan matanya untuk segera tidur, memeluk Valen mampu membuatnya cepat lelap.


Valen baginya bagaikan sesuatu yang candu, yang ingin selalu dia peluk dan ingin setiap saat ingin melihat senyuman Valen.


Meskipun selama Valen hamil, Rifal harus ekstra sabar dan harus menuruti setiap permintaan Valen. Di tambah lagi perasaan Valen selama mengandung sangat sensitif. Sedikit-sedikit dia akan menagis, padahal Valen dulu tidak seperti itu.


Namun Rifal tetap bahagia dan tidak bisa menyembunyikan kebahaginya jika Valen merengek padanya untuk meminta sesuatu.


Rifal sudah tertidur lelap seraya berpelukan dengan Valen. benar kata orang-orang, jika orang yang kita sayang akan selalu membuat kita nyaman dan menghilangkan sedikit beban pikiran.


Rifal sudah berjanji pada dirinya sendiri, akan membahagiakan Valen hingga akhir hayatnya. Dia akan melakukan apapun itu untuk Valen, dan dia tidak segan-segan kehilangan nyawanya jika itu semua untuk Valen.


Dia juga tidak akan menyangka, jika dia akan bucin akut seperti ini kepada Valen. Padahal dulu, dia sangat membenci Valen dan selalu membuat wanita itu emosi.

__ADS_1


__ADS_2