
Perkataan Nando sukses membuat Lea membuka mulutnya sedikit saking terkejutnya dengan apa yang Nando katakan yang terlewat santai mengatakan kata peluk.
"Supaya saya nggak dingin," lanjut Nando sementara Lea masih mencoba mencernah perkataan Nando tadi.
"Kalau dingin pake selimut," kata Lea membuat Nando memutar bola matanya malas kearah Lea.
"Saya maunya kamu, bukan selimut," kata Nando menekan setiap perkataannya.
Lea bergedik ngeri mendengar apa yang dikatakan oleh Nando. "Tapi Lea maunya pangeran Nathan, bukan kak Nando," kata Lea membuat Nando memasang wajah sok datarnya yang terlihat lucu menurut Lea bukan seram.
"Siapa juga yang mau sama kamu, saya cuman minta peluk, bukan minta kamu memilih antara saya dan Pangeran kamu itu," kata Nando memperjelas membuat Lea manggut-manggut.
"Tap_"
Drt....
Belum sempat Lea menyelesaikan perkataanya suara handphonenya berdering menandakan adanya telfon masuk.
Lea langsung mengambil handphone miliknya diatas sofa lalu melihat nomor yang sedang menelfon.
"Agrif," beo Lea lalu menepuk jidatnya. Dia lupa jika dia akan sarapan pagi dirumah Agrif atas permintaan anak itu, dan semalam Lea mengiyakan kemauan anak itu.
Lea menekan tombol hijau tanda dia mengangkat telfon dari Agrif.
"Halo sayang, maaf yah, kakak lambat buat kesana." Lea meminta maaf di seberang telfon. Tidak ada respon dari seberang telfon membuat Lea melihat layar handphone miliknya masih tersambung.
Sementara Nando yang mendengar Lea menggunakan kata sayang berekspresi seperti ingin muntah, apa lagi dia sedang sakit wajahnya sangat cocok jika berekspresi seperti itu.
"Agrif ." panggil Lea karna tidak mendapatakan jawaban dari seberang telfon.
Oh, jadi namanya Agrif, dasar bocah baru kenal cinta.
__ADS_1
"Dek, cinta tak selamanya indah, dek," kata Nando seperti sedang bernyanyi membuat Lea langsung melirik Nando yang sudah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Cie, ngambek," kata Lea membuat Nando yang berada dalam selimut memanyunkan bibirnya kesal karna Lea telah sukses mempermainkan dirinya.
"Saya sudah berada di depan apartemen."
Jlebb....
Suara berat dari seberang telfon membuat Lea seperti cicak yang sudah ingin meregang nyawa mendengar suara dingin dari seberang telfon.
Lea melihat kembali handphone miliknya rupanya yang berbicara saat ini adalah papah dari anak yang meminta nomor handphonenya saat di taman. Andai saja Lea tau, dia tidak akan menggunakan kata sayang.
Lain kali dia akan lebih teliti agar tidak terjadi hal seperti ini lagi.
Sementara Daniel masih setia berada di dalam mobilnya menunggu Lea turun dari apartment tempat dia menjenguk Nando.
Jujur saja, saat Lea menggunakan kata sayang Daniel tak berekspresi apapun, sepertinya mantan Kayla sudah benar-benar mati rasa terhadap cinta.
Semalam Lea mengsharelook tempatnya kepada Agrif karna dia bukan di rumah. Dan pagi ini, Daniel telah menjemput dirinya.
"Saya tunggu di bawah, secepatnya turun karna Agrif dirumah sendiri." Lepas mengatakan itu Daniel menutup handphonenya membuat Lea meneguk salivanya susah payah.
Jadi, Daniel hanya seorang diri saja datang menjemput dirinya.
Lea langsung mengambil tas kecilnya memasukkan handphonenya kedalam tas, dia akan segera turun kebawah karna dia yakin tipe seperti yang menelfon dirinya tidak suka menunggu, apa lagi dari suaranya dia sangat di siplin waktu dan tegas.
Lea sudah siap, sisa berpamitan kepada Nando yang masih menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
"Kak Nando," panggil Lea kepada Nando namun Nando tidak menggubris, dia dapat mendengar gadis itu memanggilnya namun dia tidak ingin menyahut.
Lea memanyunkan bibirnya, dia ingin pamit kepada Nando sebelum pergi namun rupanya pria itu sudah tidur itu yang dipikirkan Lea apa lagi Nando sedang sakit.
__ADS_1
Sementara Nando belum tidur, dia mendengar langkah kaki sedang menghampiri dirinya, dia yakin jika itu adalah Lea gadis yang telah membuatnya kesal.
"Kak Nando, Lea pamit yah," kata Lea didekat Nando membuat Nando menyeritkan alisnya. Mau kemana Lea? Apakah gadis itu ingin bertemu dengan orang yang menelfon dengan dirinya di seberang telfon tadi yang bernama Agrif?
"Lekas sembuh," kata Lea lagi lalu membalikan langkah kakinya untuk segera pergi. Langkah kaki Lea yang pergi dapat didengar oleh Nando.
Nando mendengar jika langkah kaki Lea terhenti, apa ada yang ditinggalkan gadis itu? Lea melirik kearah Nando yang sedang menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal.
Lea mengigit bibirnya lalu berjalan mendekati Nando lagi derap langkah kaki Lea dapat didengar oleh Nando yang sedang berjalan kearahnya. Sebagai seorang asisten Nando sangat peka dengan hal seperti ini.
Tubuh milik Nando yang berbungkus selimut mematung, terkejut dengan tindakan Lea kepadanya.
Lea memeluk dirinya dengan erat, meski tubuhnya di selimuti dengan selimut namun pelukan Lea dapat memberikan tubuhnya kehangatan. Jelas saja Nando tidak membalas pelukan Lea, bisa-bisa anak itu akan mengatai dirinya jika dia tau jika dia hanya pura-pura tidur saja.
"Cepat sembuh, makasih buat waktunya kemarin," kata Lea melepaskan pelukanya kepada Nando. Jantung Lea tidak tinggal diam, ini pertama kalinya dia melakukan seperti ini dan sedekat ini kepada pria.
Semenjak dewasa dia selalu menjaga jarak kepada laki-laki yang tidak dia kenali. Dan dia yakin Nando laki-laki baik.
"Lea pergi dulu, Lea bakalan nyuruh dokter Valen buat kasi kak Nando obat penurun demam," kata Lea membuat Nando yang berada dalam selimut melototkan matanya.
Mulutnya ingin berbicara kata jangan. Namun, dia sudah pura-pura tidur, jika dia bersuara Lea akan mengata-ngatainya.
Lea langsung pergi dari kamar Nando untuk segera turun. Nando langsung membuka selimutnya setelah dia yakin jika Lea benar-benar sudah pergi meninggalkan dirinya. Pelukan dan perkataan Lea tadi memberikan kehangatan dan juga kepanasan dari dalam dirinya.
"Loh, Lea kamu udah mau balik sepagi ini?" tanya Valen yang berpapasan dengan Lea di anak tangga. Valen sedang membawa bubur untuk Nando yang sedang sakit.
"Eh dokter Valen. Iya dok, Lea buru-buru mau kerumah Agrif," kata Lea membuat Valen nampak berpikir. Siapa Agrif? Semenjak bertetangga dengan Lea dia melihat anak itu tidak dekat dengan banyak orang. Lantas siapa Agrif?
"Lea pamit, salam sama om Rifal," pamit Lea menyalami tangan Valen lalu pergi.
"Lea, Agrif itu siapa?" Valen mulai kepo.
__ADS_1
"Rahasia!" balas Lea lalu benar-benar keluar dari apartment membuat Valen menggelengkan kepalanya.
"Apa mungkin pacar barunya, Lea?" tidak ingin ambil pusing Valen melanjutkan langkah kakinya untuk segera membawakan Nando bubur di tempat yang sangat sederhana. Sementara Rifal masih berada di dapur mengambil air dan juga obat yang diperintahkan oleh Valen untuk dibawa ke kamar Nando.