
Rara yang melihat Elga dengan wajahnya yang tidak bersahabat langsung menghampiri saudara kembarannya.
“Abang El!” panggil Rara sehingga Elga melihat kearah belakang.
“Kenapa?” Tanya Elga berusaha mengontrol hatinya yang panas saat ini.
“Abang El yang kenapa?” Tanya Rara memperhatikan raut wajah Elga. Sepertinya Elga mempunyai masalah.
Elga menarik nafasnya panjang. “Abang cari suami lo, Eza,” kata Elga menyebutkan nama Elga dengan tidak suka.
“Ngapain Abang El nyariin suami Rara?” Tanyanya dengan penasaran.
“Ada urusan!” kata Elga lalu pergi meninggalkan Rara.
“Bang El, jangan pernah cari masalah sama kak Eza. Abang El tau kan apa yang ayah lakuin kalau dia tau,” peringat Rara pada Elga yang di hiraukan oleh pria itu.
“Mbak Rara!” panggil Farel dari arah belakang.
Rara membalikkan badanya lalu melihat Farel sedang membawa bola basket. Bola basket yang sama yang di bawa oleh Dyta tempo hari.
Sudah lima hari ini Farel bermalam di rumah Frezan, karna Nathan keluar kota sehingga Farel tinggal di rumah Kakak sulungnya.
“Kenapa sayang?” Tanya Rara memegang pipi milik Farel.
“Keriting mana?” Tanya Farel membuat Rara terkekeh mendengar Farel mencari Dyta dengan sebutan keriting.
“Dyta lagi mandi,” kata Rara.” Emangnya kenapa?” Lanjutnya.
Farel memberikan bola basket tersebut pada Rara. “Ini bola basket keriting, kemarin dulu Farel umpetin,” kata anak itu sembari cengengesan membuat Rara menggelengkan kepalanya.
Rara langsung mengambil bola basket tersebut untuk di berikan pada Dyta.
“Nggak baik panggil Dyta dengan nama keriting,” nasehat Rara pada Farel. Memang rambut Dyta keriting namun Farel tambah memperjelasnya.
Farel memiringkan kepalanya.” Terus Farel manggilnya dengan sebutan apa Mbak?” Tanya Farel. “Rambut Dyta emang keriting,” lanjutnya sambil tertawa lucu.
“Atau Farel manggilnya dengan sebuta….” anak itu sengaja menggantung ucapannya agar Rara penasaran.
“Sebutan apa? Sebutan sayang yah?” Goda Rara membuat Farel langsung menggelengkan kepalanya.
“Farel bakalan manggil Dyta dengan sebutan curiting,” kata anak itu dengan tawa membuat Rara tersenyum masam. Ternyata lebih buruk lagi, hanya hurufnya saja yang terubah.
“Terserah kamu saja Farel,” kata Rara sembari mengusap rambut Farel.
__ADS_1
Melihat wajah Farel membuat Rara mengingat masa SMA mereka. Andai saja Farel tau jika ibunya itu adalah mantan kekasih kakaknya sendiri.
“Farelll!”
Teriakan menggemah anak kecil membuat Rara dan Farel langsung melihat kearah belakang.
“Tegar, jangan teriak-teriak sayang,” tegur Rara.
“Bund…..Farel ngambil bola basket Dyta. Dyta nangis sama Tegar!” marah anak itu membuat Farel langsung bersembunyi di belakang Rara.
Ternyata Tegar jika marah sangat menyeramkan, sama seperti Frezan.
“Ini bolanya,” kata Rara lalu Tegar mengambil bola tersebut.
“Dasar Farel nakal!!!!” kesal Tegar membuat Farel yang berada di belakang Rara tertawa pelan.
Tegar langsung pergi, namun Farel langsung meneriaki Tegar sehingga anak itu langsung menghentikan langkah kakinya.
“Tegar. Farel nggak di ajak main?” Tanya anak itu membuat Tegar menyipitkan matanya kearah Farel.
“Ng-“ Belum sempat Tegar menyelesaikan perktaanya, Rara sudah memotongnya.
“Tegar,” tegur Rara pada anaknya itu sembari bersedekap dada. “Nggak baik loh kayak gitu, nggak sopan. Kamu kan tau Farel adiknya ayah kamu, itu artinya Farel om kamu!” tegas Rara membuat Tegar menundukkan kepalanya.
“Maaaf, Bund!” Cicitnya membuat Rara tersenyum manis.
Tegar langsung berjalan kerah Rara. Dan memeluk sang bunda.
“Maaf bun, Tegar nggak sopan,” kata Tegar penuh dengan penyesalan memeluk Rara dengan erat.
Rara menundukkan tubuhnya untuk mensejajarkan tubuhnya dengan sang putra.
“Lain kali jangan gitu yah, Farel itu om kamu bukan cuman teman kamu,” peringat Rara pada Tegar. “Jadi sopan yah sayang,” lanjutnya dan dibalas anggukan kepala oleh Tegar.
“Yaudah, kalian main ajak Farel,” kata Rara membuat Farel tersenyum bahagia karna akan bermain dengan Tegar dan Juga Dyta.
“Tapi bun, Farel selalu jahilin Dyta!” aduh Tegar pada Rara. Tanpa Tegar jelaskan Rara juga akan tau jika Farel sangat senang menjahili Dyta karna anak itu mempunyai rambut keriting.
“Farel,” panggil Rara.
“Iya mbak,” kata anak itu lalu berhadapan dengan Rara.
Posisi Farel dan Tegar sedang bersampingan menatap kearah Rara.
__ADS_1
“Jangan jahil, Dyta jarang nangis. Kalau nangis susah banget di bujuknya,” Rara memberikan peringatan pada Farel.
Farel mengangguk paham.
“Anak baik,” kata Rara.
“Kak Tegar!!!!”
Suara nyaring dua anak kecil membuat Rara memejamkan matanya. Dua anak itu adalah Dyra dan juga Hasya.
Kedua anak itu langsung menghampiri mereka dengan boneka Barbie berdada di tangan Hasya dan boneka panda berada dalam pelukan Dyra.
“Kaburrrrr!” seruh Tegar mengambil tangan Farel mengajaknya untuk segera pergi dari sini karna melihat kedatangan kedua anak perempuan membawa boneka kesukaan mereka.
“Kak Tegar!!!!!” seruh kedua anak itu karna Tegar dan Farel langsung pergi meninggalkan dirinya.
Sementara Rara langsung memijiti pelipisnya.
“Bunda,” panggil Hasya dengan berjalan lucu kearah Rara.
“Ayah mana?” Tanya Hasya.
“Lagi ke kantor,” jawab Rara.
Anak itu langsung lesuh saat Rara mengatakan jika Frezan ke kantor.
“Emangnya kenapa?” tanya Rara dengan lembut pada Hasya.
“Hasya sama Dyra mau ngajakin Ayah main Barbie,” Hasya menjelaskannya dengan lucu membuat Rara tertawa mendengar jika anaknya itu mencari Frezan hanya untuk mengajaknya bermain boneka Barbie.
“Ayah kamu nggak suka mainan perempuan,” kata Rara menunjuk boneka Barbie milik Hasya. “Apa lagi kalau beginian,” lanjutnya menunjuk boneka Barbie Rara.
“Soalnya ayah selalu main sama Dyta sama Farel dan kakak Tegar, jarang banget main sama Hasya dan Dyra,” keluhnya membuat Rara mengusap pipi Hasya dengan lembut.
“Kamu ajak main Dyta aja,” kata Rara.” Dyta kayaknya udah mandi karna Dyra udah ada.”
“Dyta nggak mau mandi,” kata Dyra membuat Rara menggelengkan kepalanya, Dyta memang sangat susah untuk diajak mandi. Tidak seperti Dyra yang setiap saat ingin wangi dan berdandan cantik.
Dyra dan Hasya bermain boneka di depan televisi hanya berdua saja, karna Farel dan Juga Tegar tidak suka bermain boneka. Sementara Dyta ikut bergabung dengan Farel dan Juga Tegar karna anak itu menyukai permain cowok apa lagi main bola dan bola basket. Tidak seperti Dyra dan juga Hasya.
Sementara Farel dan Tegar sedang bermain bola, satu lawan satu dengan Dyta sebagai penonton menghitung berada jumlah gol yang di cetak oleh Farel dan Tegar.
Keringat bercucuran di pelipis milik Tegar dan juga Farel, sementara Dyta sibuk memperhatikan cara bermain Tegar dan Farel untuk dia tiru nantinya.
__ADS_1
Dyta terus saja bertepuk tangan dengan riah karna Permainan yang sangat seruh antara Tagar dan Juga Farel.
Kedua anak tampan itu sama-sama menyukai permainan bola.