Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Pelamaran


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Hari ini adalah hari dimana hari yang di nanti-nanti oleh Lea dan juga Nathan.


Dua mobil mewah datang kerumah Lea. Mobil pertama ada mobil Nathan yang didalam ada Farel, Tegar dan Dyta.


Di mobil kedua ada mobil Frezan. Frezan mengemudi dengan Rara berada di sampingnya. Di belakang ada Kayla menggendong Revan dengan anteng, karna anak itu tidur. Di sebelah Kayla ada Dyra dan juga Hasya.


Mereka semua turun dari mobil membawa sesuatu, tentu saja hadiah dari mereka untuk Lea.


Kayla membawa baju tidur untuk Lea, yang sudah ia bungkus secantik mungkin dua hari yang lalu.


Sementara Dyta membawa sepatu hak tinggi. Dyra membawa perlengkapan make up untuk Lea.


Hasya membawa mukenah dan juga sajadah.


Tegar membawa kue dan buah-buatan sementara Farel membawa pelengkapan wanita. Sementara Rara membawa uang pelamaran untuk Lea.


Frezan? Dia tengah berdiskusi bersama dengan Nathan.


Jumlahnya tidak banyak, mamah Novi bahkan menyuruh mereka tida usah membawa uang untuk pelamaran anaknya, ia hanya meminta mereka menerima Lea dengan baik.


Tapi mereka tetap saja membawa uang seratus lima puluh juta untuk pelamaran hari ini.


Tok…


Tok…


Tok…


“Lea!” panggil Mamah Novi.


Sehingga Rosa langsung membukakan pintu kamar untuk Novi. Ia sengaja menutup pintu kamar karna Raka dan Riki selalu masuk dan menggoda Lea.


“Kelurga pria sudah sampai.”


“Ok tante. Kita selesaikan dulu sanggul rambut Lea.”


Novi menganguk mengiyakan ucapan Rosa, dia tersenyum melihat Lea begitu cantik menggunakan gaun berwarna biru yang nampak mewah.


Lea mendongakkan kepalanya, jujur saja ia sangat gugup. Tanganya terasa dingin, baru acara lamaran ia sudah segugup ini.


“Mah,” panggil Lea.


“Seseorang akan datang mengikat dirimu, nak, dan akan membawa dirimu.” Novi berkata dengan bahagia, namun matanya mengeluarkan bulir air mata.


“Sudah selesai.” Rosa berdecak kagum melihat Lea menggunakan gaun berwarna biru yang ia rancang. Serta make up tipis menempel pada wajah Lea membuat gadis 20 tahun ini sangat cantik.


“Kamu cantik sekali,” puji Novi melihat anaknya sangat cantik.


“Mah!” panggil Raka dan Riki.

__ADS_1


“Dokter Nathan sama yang lainya udah di depan.”


“Mamah tinggal dulu.” Lea mengangguk membiarkan Novi prgi.


Lea tidak tau harus berkata apa. Rasanya mulutnya seperti terkunci, dia sangat gugup. Padahal ini baru acara pelamaran.


“Jangan gugup. Lea. Kau sangat cantik menggunakan Make up tipis serta gaun cantik ini.” Rosa memberikan pujian kepada Lea membuat gadis itu mengangguk.


“Makasih.”


Lea duduk diatas tempat tidurnya. Seraya menunggu mamahnya untuk menyuruhnya keluar.


Sudah satu minggu ini Lea dan Nathan tidak bertemu, atas perintah Novi. Mesti ada larangan di istiadat di keluarga Lea sehingga melarang Lea dan Nathan bertemu satu minggu ini.


Satu minggu ini Lea merindukan Nathan. Mereka berdua hanya bisa bertukar kabar melalui pesan singkat, karna Nathan sibuk di rumah sakit. Dan malamanya mereka akan melakukan video call hingga pagi.


Hanya ponsel mereka yang tembus pagi. Sementara Nathan dan Lea tertidur, mereka slep call selama mereka tidak bertemu.


Rosa dan kedua anggotanya sudah keluar dari kamar Lea, untuk menyambut kedatangan keluarga Nathan.


Acara lamaran ini hanya di hadiri oleh beberapa orang saja, hanya kelurga mereka saja.


“Apa om Rifal udah tau kalau Lea bakalan nikah? Apa om Rifal akan datang? Andai saja dokter Valen masih ada, Lea yakin mereka akan datang. Apa lagi kami bertetangga.


Nathan beserta rombongan sudah masuk kedalam rumah sederhana milik Novi. Para tamu hanya duduk dibawa beralaskan karpet bulu yang sudah Novi beli untuk acara Lea nanti.


Sudah ada dekor sederhana di dalam rumah Novi. Dekor itu untuk pengambilan foto Nathan dan Lea saat melamar Lea menggunakan cincin.


Novi sempat ingin menolak uang seratus lima puluh juta yang di serahkan Rara sebagai uang pelamaran. Namun Rara terus-terusan memaksa Novi sehingga Novi mengambil uang sebanyak itu.


“Kasih sayang untuk anak saya saja sudah lebih dari cukup.” Novi mengusap air matanya.


“Tenang tante, kami di sini akan menyayangi Lea seperti adik dan anak kami sendiri,” sahut Kayla.


Dia tau bagaimana kekhawatiran seorang ibu saat ingin menyerahkan anak gadis mereka.


Sementara anak-anak mereka sudah makan kue di meja luar, mereka bertemu dengan Raka dan Riki membuat suasana anak kecil itu semakin hidup.


Sementara Nathan sedari tadi melirik kearah kamar Lea. Dia menunggu gadis yang satu minggu ini ia rindukan.


“Sabar,” bisik Frezan di telinga Nathan membuat Nathan terkejut.


Novi berdiri untuk memanggil Lea keluar, karna acara pemasangan cincin sudah akan di mulai.


Ceklek


Novi membuka pintu melihat anak gadisnya itu menatap dirinya. Novi tersenyum kearah Lea.


“Ayok keluar, tidak lama lagi acaranya akan di mulai.” Novi mengulurkan tanganya kepada Lea dan di sambut oleh Lea.

__ADS_1


Dapat Novi rasakan, tangan anaknya itu nampak dingin.


Lea keluar kamar di gandeng oleh Novi dan juga Rosa.


Nathan tidak berkedip melihat kecantikan Lea yang sangat sempurna. Make up tipis yang ia kenakan menutupi wajahnya yang seperti bayi.


Dia sangat sempurna di mata Nathan, di tambah lagi gaun yang di kenakan Lea sangat cantik dan pas di tubuh gadis itu.


“Cantik sekali,” gumam Nathan.


Frezan menyuruh Nathan untuk menghampiri Lea, karna gadis itu sudah berada di dekor sederhana menunggu Nathan datang dan memasangkan dirinya cincin.


Mereka semua berdiri menyaksikan, Nathan dan Lea berhadapan satu sama lain.


Tak lupa pula moment ini mereka abadikan dengan menyewa fotografer untuk memotret setiap momen di sini.


“Kamu cantik sekali, Lea,” puji Nathan dengan tulus melihat wajah Lea dari dekat sangat cantik.


Apa lagi rambutnya tersanggul indah membuat Nathan semakin terpesona dengan penampilan Lea di acara pelamaran ini.


“Makasih, dok. Tapi Lea gugup,” ucap gadis itu.


Jujur saja, Nathan juga gugup namun dia berusaha menutupi kegugupannya itu. Bagaimanapun hal ini merupakan hal pertama bagi dirinya dan juga Lea.


“Tidak usah gugup, yang hadir hanya beberapa orang saja. Yang kamu gugupin nanti itu acara pernikahan kita. Yang hadir ratusan orang bahkan ribuan.”


Lea meneguk salivanya susah payah.


“Pasang cincinnya,” bisik Frezan yang tidak jauh dari Nathan.


Nathan mengeluarkan cincin yang pernah ia beli bersama dengan Lea di toko perhiasan.


“Ulurkan tangan mu,” perintah Nathan.


Lea langsung mengulurkan tanganya kedepan. Cincin di jari sebelahnya masih ada, pemberian dari Nando.


Nathan melarang dirinya untuk melapaskan cincin itu. Sehingga Lea menurut jika Nathan tidak marah padanya.


Perlahan-lahan Nathan memasukkan cincin berlian itu di jari manis Lea dengan pelan.


Suara tepuk tangan meriah untuk Nathan dan Lea. Setelah cincin itu masuk didalam jari manis Lea.


Lea menangis membuat Nathan langsung mengusap air matanya dengan gercep.


Mereka mengambil beberapa foto dengan berfoto bersama.


Lea nampak bahagia di kelilingi kelurga Nathan yang baik.


Dari balkon kamar, Valen hanya bisa mendengar dari atas suara riuh dari rumah Lea.

__ADS_1


“Sampai kapan aku menutup diri?” tanya Valen seorang diri.


“Kita akan datang diacara pernikahan Nathan dan Lea.” Suara Rifal dari belakang membuat Valen membalikkan tubuhnya.


__ADS_2