Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Mamah sambung


__ADS_3

Mentari pagi menerobos masuk kedalam celah-celah gorden kamar milik Rifal. Valen menggeliat dari tidurnya dia merasakan keram diseluruh tubuhnya akibat tangan kekar memeluknya.


Valen meneguk Saliva nya susah payah saat satu tangan Rifal lolos kedalam bajunya dan memeluknya sementara tangannya yang satu memeluk perutnya.


Valen ingin menghempaskan tangan Rifal karna dia ingin ke kamar mandi, namun Rifal semakin mengeratkan pelukannya kepada Valen.


"Biarin kayak gini dulu," pinta Rifal tanpa membuka matanya. Mata pria itu masih setia terpejam membuat Valen mengurungkan niatnya. Lagian, dia juga tidak punya jadwal pagi.


"Peluk, aku Len," pinta Rifal manja membuat Valen langsung membalas pelukan pria itu.


"Selamat pagi, my husband," kata Valen mencium bibir Rifal singkat lalu kembali memeluk pria itu.


Ciuman dari Valen membuat Rifal membuka matanya, seperti sedang menadapatkan sengatan listrik saja saat Valen mencium bibirnya.


Mata Valen dan Rifal saling bertatapan. "Morning to, my wife," balas Rifal mencium bibir Valen begitu lama.


Dia sampai keterusan karna memegang tengkuk Valen membuat Valen tidak bisa mengimbangi ciuman dari Rifal saat ini.


"Kita mandi dulu, baru sarapan," kata Valen sehingga Rifal melepaskan ciumannya pagi-pagi begini.


"Aku lagi sarapan," kata Rifal ambigu membuat Valen mengerutkan keningnya dalam-dalam.


"Karna aku lagi makan kamu pagi ini," lanjut Rifal membuat Valen mengerti kemana arah perkataan Rifal.


Valen tersenyum kikuk, ternyata otaknya tadi tidak sampai kesana.


Rifal menarik hidung Valen dengan gemas. "Cantik banget sih ibu dari calon anak aku," puji Rifal membuat Valen tertawa kecil dengan penuturan Rifal.


"Aku yakin, kalau anaknya perempuan dia bakalan cantik kayak kamu. Kalau anaknya cowok dia bakalan tampan seperti Daddy-nya ini," kata Rifal dengan bangga membuat Valen menggelengkan kepalanya.


Namun apa yang Rifal katakan memang benar, apa lagi Valen cantik dia tampan, tentu saja akan memperbaiki keturunannya.


Apalagi Valen adalah perempuan blasteran, tentu saja anaknya kelak semakin tambah perfect jika sudah lahir di dunia ini.


"Aku buat sarapan dulu yah?" kata Valen meminta persetujuan dari Rifal karna pria itu masih memeluknya erat.

__ADS_1


"Entar aja," balas Rifal.


"Entar kamu lapar, apa lagi 'kan kamu mau ke kantor," kata Valen membuat Rifal menatap istrinya itu.


"Entar aku suruh Nando bawa sarapan," kata Rifal membuat Valen mengangguk pasrah saja dengan apa yang dikatakan oleh Rifal.


"Makan siang nanti, kamu bawain ke kantor aku," kata Rifal dengan santai sembari melepaskan pelukannya lalu memperbaiki anak rambut Valen.


Valen tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Rifal. "Ini pertama kalinya loh kamu nyuruh aku bawain kamu makan siang. Biasanya kamu kan makan direstoran," kata Valen mengejek kearah Rifal.


Tentu saja perkataan Valen membuat Rifal tertawa. "Ini udah beda, aku mau kamu bawain aku makan siang," kata Rifal mencubit pipi Valen dengan gemas. "Apa lagi 'kan jadwal kamu kerumah sakit malam hari," sambungnya.


"Jadi kamu mau 'kan?" tanya Rifal memastikan kepada Valen.


"Iya, aku mau," ucap Valen membuat Rifal tersenyum. "Tapi dengan satu syarat," lanjutnya membuat senyuman diwajah Rifal luntur. Dia takut Valen akan mengajukan syarat yang aneh-aneh apa lagi dia sedang ngidam.


"Syaratnya jangan susah-susah," kata Rifal kepada Valen. Dia tidak mau jika perempuan dihadapannya ini memberikan syarat yang membuatnya kesusahan. Seperti yang Nando katakan, jika orang ngidam selalu saja hal aneh dan tidak masuk akal dia perintahkan kepada kita.


"Lepasin pelukannya, karna aku mau mandi dulu," kata Valen.


"Jadi itu syaratnya?" Rifal mencoba memastikan kepada Valen.


Valen ingin beranjak dari tempat tidur namun tangannya langsung dicekal oleh Rifal sehingga Valen langsung terjatuh di dadah bidang milik Rifal.


Cup


Rifal tersenyum simpul saat dia berhasil mencium Valen dengan keadaan seperti ini, dengan Valen yang berada diatasnya karna tindakannya tadi.


Valen dan Rifal saling bertatapan, Valen meneguk Saliva nya susah payah membuat Rifal tersenyum simpul kearah Valen yang berada diatasnya.


"Katanya mau mandi," goda Rifal sehingga Valen langsung berdiri membuat Rifal tertawa kecil.


"Dasar modus," ketus Valen setelah berhasil menginjakkan kakinya di lantai kamar.


"Nggak apa-apa modus asal sama istri sendiri," balas Rifal membuat senyuman diwajah Valen tidak pernah luntur.

__ADS_1


***


Sesuai dengan janjinya, Daniel akan membawa Agrif untuk jalan-jalan pagi ini. Terlihat anak tampan itu sudah memakai tas ransel kecilnya berisikan makanan kesukaannya.


Sementara barangnya yang lain telah masuk kedalam mobil.


"Hari ini kita mau kemana, pah?" tanya anak itu setelah masuk kedalam mobil dengan Daniel siap mengemudikan mobilnya.


"Taman bermain," kata Daniel membuat Agrif bersorak riah saat Daniel mengatakan akan pergi ke taman bermain.


Daniel melajukan mobilnya untuk segera ke taman bermain bersama dengan Agrif.


"Pah," panggil Agrif kepada Daniel.


Daniel melirik kearah Agrif. "Kenapa?" tanya Daniel kepada putranya.


"Papah nggak niat cari mamah baru untuk, Agrif?" tanya anak itu polos membuat Daniel tertawa kearah putranya. Anaknya itu berkata seperti hal itu sangat gampang dilakukan oleh Daniel.


Sebenarnya, Daniel bisa mendapatkan perempuan untuk menjadi istrinya namun dia tidak mau salah pilih. Dia mencari istri untuk mengurus Agrif kelak dan memberikan kasih sayang yang tulus untuk Agrif.


Jaman sekarang, sangat susah untuk mencari ibu sambung yang benar-benar tulus tidak memandang harta.


Daniel mengusap rambut Agrif, dia berterimakasih banyak kepada almarhum istrinya memberikan anak untuk Daniel sebelum dia benar-benar pergi dari dunia ini. Meskipun saat itu dia belum mencintai almarhum istrinya namun dia bersyukur karna dirinya dia bisa bersama dengan Agrif saat ini.


Menikah tanpa cinta tapi mereka berdua dikarunia anak setampan Agrif.


"Kok papah cuman ketawa sih," kata anak itu membuat Daniel menggelengkan kepalanya.


"Tunggu yah, sampai papah benar-benar menemukan mamah sambung untuk kamu yang tulus menyayangi kamu," kata Daniel.


"Tapi kapan?" tanya anak itu polos , seperti sedang menuntut mainan saja yang sangat gampang dikabulkan oleh Daniel.


"Agrif mau main sama mamah baru kalau papah udah nikah," sambungnya sembari meminum susunya yang berada di dot.


"Secepatnya papah bakalan cari, kamu tinggal berdoa," kata Daniel dan dibalas anggukan lucu oleh Agrif.

__ADS_1


Daniel kembali fokus menyetir, dengan perkataan Agrif yang masih tersimpan didalam otaknya. Usia Agrif yang masih anak-anak sangat membutuhkan kasih sayang.


Namun, Daniel juga tidak mau gegabah sehingga salah mencari istri untuk kedepannya. Daniel berjanji, akan mencari mamah sambung untuk putranya secepatnya.


__ADS_2