Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
SAHH


__ADS_3

''Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah.''


''Bagaimana para saksi?''


''SAH!!!!''


''Alhamdulillah!''


Suara teriakan sah begitu jelas membuat Nathan menitihkan air matanya terharu, ia tidak menyangka akan melewati ini semua.


Ceklek…


Pintu kamar hotel yang di tempati Lea sekarang di buka oleh Novi, ia menghampiri putrinya yang masih duduk diatas tepi ranjang di temani dengan Rosa dan dua penata rias pas pelamaran kemarin.


''Lea,” panggil Novi dengan senyuman mengambang di wajahnya, namun matanya memancarkan kesedihan. ''Kamu udah sah jadi istri dokter Nathan, nak.''


Deg


Mendengar hal itu membuat jantung Lea berdetak kencang, dalam satu tarikan nafas Nathan, ia mengucapkan kata sakral membuat status keduanya menjadi pasangan suami istri.


Lea begitu cantik, gaun pengantin yang ia kenakan sangat mewah, bahkan sangat mewah.


Rambutnya di sanggul begitu indah, dengan make up yang begitu cantik di wajahnya.


''Lea.''


Suara itu adalah suara milik Kayla dan Rara, mereka kesini untuk menjemput Lea untuk segera turun ke bawa, ada suaminya yang menunggu dirinya.


Lea berdiri lalu memeluk Novi begitu erat, isakan kecil keluar dari mulutnya membuat Novi menggeleng kecil.


''Jangan menangis, sayang. Nanti make up nya luntur,'' ujar Novi agar anaknya itu tidak menagis.


Kayla dan Rara maju.


''Ayok turun,'' ajak Kayla dan Rara.


Lea mengangguk kecil, bahkan Rara dan Kayla takjub dengan kecantikan Lea bagai pari purna, dia sangat cantik, pasti Nathan akan berkali-kali jatuh dalam pesona Lea.


Kayla dan Rara menggandeng Lea untuk segera turun, sementara Novi memilih didalam kamar.


Saat hatinya mulai tenang sedikit, ia akan turun. Para tamu undangan dibawa sudah menunggu Lea, mereka ingin mengucapkan kata selamat dan juga mengambil gambar dengan kedua pengantin baru.


Kayla dan Rara menuruni anak tangga dengan menggandeng Lea, di ikuti oleh dayang-dayang di belakang mereka yang menggunakan baju persatuan.


Jalan terbuka untuk ketiga wanita cantik itu, mereka berjalan menuju keatas untuk mengantar Lea, dimana Nathan sudah menunggu istrinya itu.


Lea menggenggam erat tangan Rara dan Kayla. Ia menjadi gugup saat ini, jantungnya serasa ingin copot saja.

__ADS_1


''Tenang, Lea,'' nasehat Rara agar Lea tenang.


Mereka tau, momen seperti ini merupakan momen yang menegangkan, mengharukan dan momen Kebahagian.


''Lea takut,'' cicit Lea membuat Kayla tertawa kecil.


''Tidak usah takut, Lea. Yang seharusnya lo takutin itu bukan ini, tapi acara sebentar malam,'' bisik Kayla yang masih di dengar oleh Rara.


''Kay,'' tegur Rara.


Ia tau, jika sahabatnya itu sedang menakut-nakuti Kayla. Mereka masih berjalan dengan anggun untuk mengantar pengantin Nathan ke atas.


''Emangnya acara apa entar malam kak, Kay?'' tanya Lea polos membuat Rara juga ingin tertawa saat ini juga.


Dulu ia pernah di posisi Lea, di takut-takuti oleh Valen yang sudah lebih dulu menikah dan merasakan namanya kenikmatan dari suami.


‘’Belah duren,'' bisik Kayla membuat Lea tidak mengerti dengan ucapan Kayla.


Mereka mengobrol, hingga tidak terasa mereka sudah sampai, dimana Nathan menunggu Lea.


Nathan menjulurkan tangannya kedepan membuat Lea mendongakkan kepalanya.


Deg


Matanya dengan mata Nathan bertemu, Nathan begitu sangat tampan hari ini, mengenakan setelan jas dengan berwarna senada dengan gaun pengantin yang ia kenakan.


Dengan jantung bak di pompa, Lea menyambut uluran tangan Lea.


Dingin


Kata itu langsung terisi didalam hati Nathan, saat tanganya dan Lea sudah bersentuhan, tangan Lea begitu dingin menandakan gadis itu sedang tidak stabil dengan kondisi saat ini.


''Lea,'' panggil Nathan.


''Iya, dok,'' jawab Lea.


''Kamu tidak perlu gugup, ada aku di sini. Kita hanya perlu menyalami tamu undangan seperlunya saja, baru istirahat. Jika kita meladeni mereka semua, kamu akan kelelahan.''


Lea bisa melihat kebawa, begitu banyaknya tamu undangan. Nathan menggenggam erat tangan Lea.


''Kamu udah jadi istri aku, Lea. Begitupun sebaliknya,'' ucap Nathan dan dibalas anggukan kepala oleh Lea.


''Iya, dok.''


Tamu undangan naik satu persatu memberikan selamat kepada kedua pengantin tersebut, baru ada beberapa tamu undangan yang memberikan selamat, Lea sudah lelah meladeni mereka.


Ia capek berdiri dan tersenyum, bayangkan ada ribuan orang yang datang. Benar kata Nathan, mereka hanya akan menyambut beberapa saja lalu mereka istirahat.

__ADS_1


Rara dan Frezan beserta Kayla dan anak-anak mereka naik ketas untuk menberikan selamat kepada adik, dan iparnya itu. Frezan menggendong Hasya sementara Rara menggandeng tangan Farel dan juga Tegar.


''Ingat, Nath. Kau sudah berkeluarga. Tanggung jawabmu semakin berat menjadi suami,'' ucap Frezan menepuk pundak adiknya itu.


''Hadiah untuk mu,'' ucap Frezan memberikan kunci kepada Nathan.


Nathan langsung memeluk Frezan dengan erat.


''Makasih, Za. Hadiah darimu sangat berharga!'' seruh Nathan bahagia.


Nathan menoel pipih Hasya yang berada di gendongan Frezan.


''Hanya kuncinya saja, rumahanya kau yang bayar,'' canda Frezan membuat Rara tertawa sementara Nathan hanya mengedikkan bahunya saja.


‘’Selamat untukmu juga, Lea. Kau sudah menjadi bagian keluarga kami,'' ucap Nathan.


Lea tersenyum seraya membalas. ‘’Makasih om.''


Nathan dan Rara saling berpandangan saat Lea mengatakan Om kepada Frezan. Tidak masalah bagi Frezan, untuk anak-anak seperti Lea.


''Selamat yah, Nath. Kamu harus jaga istri kamu, penuhi keinginanya selama kamu mampu, jadian suami idaman untuk istri kamu,'' ucap Rara seraya tersenyum.


''Iya, Ra.''


''Dan untuk kamu, Lea. Jadilah istri penurut jika ada yang di katakan suami, berbakti lah kepada suami mu, maka dia akan memberikan seluruh hidupnya untukmu.''


Rara berkata dengan bijak membuat Frezan menyungkirkan senyuman bangga kepada istri kecilnya itu.


Lea mengucapkan Terimaksih karna Rara menasihati nya, lalu keduanya berpelukan.


Kayla juga memberikan ucapan selamat menempuh hidup baru untuk Nathan dan Lea. Lea juga berpelukan dengan Kayla. Tak lupa pula Kayla menasihati keduanya untuk tetap setia dengan kondisi apapun.


Banyak pelajaran kesatian dan kesabaran yang mereka petik dari Kayla.


''Selamat, bang Nathan udah nikah.'' Farel langsung memeluk Nathan membuat Nathan terkekeh dengan Farel saat ini.


Tangannya bergerak mengusap rambut hitam legam adiknya itu.


''Bang Nathan tetap sayang, kan, sama Farel meski bang Nathan udah punya istri?''


''Tentu saja, Rel.''


Tegar juga ikutan memeluk Nathan, membuat Nathan gemas dengan adik dan juga keponakanya itu.


Mereka langsung menyuruh fotografer untuk memotret mereka. Tegar, Farel dan Frezan di sebelah sana dekat Nathan, sementara Kayla di samping sana berdekatan dengan Lea dan Rara.


Hasya, Dyta dan Dyra di depan Nathan dan Lea. Kayla tentu saja tidak lepas dari Revan.

__ADS_1


__ADS_2