Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Tempat kejadian


__ADS_3

Bali


Pukul 12:30 Aska dan Rina tiba di Bandara Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Pria dan wanita yang usianya sudah tidak terbilang mudah lagi turun dari pesawat.


Rina, menitihkan air matanya saat sudah menginjak Bali. Tempat ini adalah tempat dimana anak dan menantunya liburan.


Aska menggandeng tangan dari saat perjalanan ke bali hingga turun dari pesawat. Dia masih menggandeng tangan istrinya sampai masuk kedalam mobil yang menjemput mereka.


Rina menyandarkan kepalanya di bahu kekar Aska. ''Mommy udah janji tadi, jangan nangis kalau udah sampai di Bali,'' peringat Aska membuat Rina menatap suaminya itu.


''Hati orang tua mana yang tidak sakit, saat mengetahui musibah yang di alami anaknya.'' Air mata Rina tumpah didalam mobil membuat Aska langsung memeluk erat Rina.


''Aku yang melahirkanya, jadi aku bisa merasakan sakitnya seperti apa.'' lirih Rina. ''Aku melakukan sekuat tenaga untuk melahirkan anak kita, dan kamu melarang ku untuk menangis, kamu jahat Aska.'' rintih Rina memukul dadah bidang milik Aska.


Aska semakin mengeratkan pelukanya. ‘’Rasa sakit kehilangan anak kita yang kedua belum sembuh hingga saat ini. Tapi Tuhan kembali memberikan kita ujian melalui anak kita hiksss!'' Rina semakin menangis dalam dekapan Aska.


''Aki tidak mau sampai kehilangan anak ku yang kedua kalinya, Aska!'' Suara Rina sudah parau akibat menangis dari semalam sampai sekatang.


''Rasa sakit kehilangan Tegar saja belum sembuh!''


‘’Tenanglah, Rina.'' Aska mengusap punggung istrinya itu.


Dia memang sakit kehilangan anaknya, namun Rina lebih merasakan sakit ini. Karna dia yang melahirkan anaknya, dia yang mengandung, dia mempertaruhkan nyawanya hanya untuk membawa anak mereka ke dunia ini.


''Aku tidak bisa tenang, Aska!'' Rina terus-menerus menangis didalam mobil. Supir yang ingin membawa mereka menuju pantai, lokasi tempat kejadian menjadi ibah mendengar isakan tangis Rina.


Pantai Sanur Bali


Pantai itu adalah nama pantai di mana Rifal dan Valen menikmati hari pertama mereka liburan di Bali menaiki jetski.


Sehingga pantai Sanur Bali juga, yang membuat mereka terpisah. Mereka semua berharap Valen dan Rifal akan baik-baik saja dan Semogah saja mereka di temukan dalam keadaan selamat.


Pengunjung pantai menjadi samgat ibah, saat mengetahui Valen tengah hamil, semua pengujung pantai turut prihatin atas kejadian yang di alami mereka.

__ADS_1


Apa lagi sesama mereka kemarin menaiki jetski tidak menyangka, jika marabahaya akan mendatangi mereka. Dia yang menyaksikan Valen dan Rifal menaikmati jetski dengan tawa bahagia.


Mereka berteriak dengan mengucapkan kata cinta, mereka semua berpikir. Cinta Valen dan Rifal abadi.


Rina masih terisak dalam dekapan Aska. Supir akan mengantar mereka menuju pantai Sanur Bali. Tempat Valen dan Rifal menghilang akibat ombak yang tiba-tiba saja datang.


Sekitar tiga puluh menit, mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di pantai Sanur Bali. Tidak ada pengunjung pantai saat ini hanya ada tim basarnas dan pihak kepolisian.


Aryo, yang merupakan kerabat Aska melihat mobil yang mengantar Aska ke sini langsung berjalan menuju mobil tersebut.


Aryo merupakan polisi yang ikut serta mencari Valen dan Rifal di pantai Sanur Bali ini.


Aryo langsung menjabat tangan Aska saat pria itu turun dari mobil. ''Bagaiamna, Yo? Apakah anak dan menantu ku sudah ketemu?'' Tanya Aska dengan penuh harap.


''Sampai saat ini, kami belum menemukan anak dan menantumu,'' balas Aryo dengan suara prihatin kepada rekannya.


Rina semakin terisak membuat Aska membawa kembali Rina dalam dekapanya. ‘’Bagaiamna ini, Aska? Anak dan menantu kita belum ketemu,'' tangis Rina dengan suara paraunya.


''Aku yakin, mereka berdua akan ketemu dalam keadaan selamat.'' Aska menyakinkan istrinya, karna dia juga merasakan jika anak dan menantunya akan baik-baik saja.


Untung saja Aska dengan sigap menahan tubuh Rina. ''Saya bawa Rina dulu, Yo,'' pamit Aska menggendong Rina dengan gaya bridal style.


Aryo mengangguk mengiyakan perkataan Aska, seraya menatap punggung kokoh Aska yang menggendong istrinya menuju penginapan yang dekat dari sini.


Huft


Aryo menghembuskan nafas berat, sebagai seorang ayah dia tau bagaiamana rasanya kehilangan anak. Apa lagi dia tau, jika beberap tahun yang lalu Rina dan Aska sudah kehilangan anak kedua mereka.


Dan sekarang, mereka diberikan ujian lagi melalui anak mereka.


Aryo melihat kearah dimana seseorang sedang berkumpul. Dia langsung kesana dengan rasa penasaran. Semogah saja ada kabar baik dari tim basarnas yang terjun langsung mencari Rifal dan Valen.


‘’Bagaimana?'' Tanya Aryo dengan tegas kepada tim basarnas.

__ADS_1


‘’Alhamdulillah pak, kami menemukan salah satunya, dia laki-laki. Beliau terdampar di pinggiran pantai pasir putih di sekitar sini. Padahal lokasi tadi beberapa kali kami telusuri dan tidak melihat apa-apa di sana. Dan terakhir kalinya kami periksa, kami sudah melihatnya dalam keadaan telentang. Mungkin ini doa mereka semuanya untuk korban. Sehingga kami langsung melihat korban.'' Salah satu tim basarnas menjelaskan kepada Aryo.


Tim basarnas tadi di buat terkejut dengan keadaan Rifal yang telentang di pinggir pantai pasir putih Sanur, padahal mereka semua mengunjungi tempat tadi, dan tidak melihat apa-apa di sana.


''Bagaiamana kondisinya?'' Tanya Aryo dengan tidak sabaran.


''Kondisinya masih hidup pak, hanya saja kondisinya sangat lemah. Tim kami sudah membawanya kerumah sakit. Untuk memberikan pertolongan pertama.'' Tuturnya membuat Aryo bernafas legah. Setidaknya anak rekannya itu sudah ketemu, dalam kondisi lemah.


‘’Bagaiaman dengan istrinya? Apa belum ada info dari tim kalian?'' Tanya Aryo lagi.


''Sampai sekarang, kami masih mencari.''


Aryo mengangguk. ‘’Kabari saya untuk info selanjutnya,'' ucap Aryo. ''Dirumah sakit mana Rifal di bawa?''


''BhaktiVedanta Medical Sanur,'' jawabnya kepada Aryo.


‘’Baiklah, Terimaksih!'' Aryo menepuk pundaknya lalu berlalu pergi.


Rifal di bawa ke rumah sakit Bhakti Vedanta medical Sanur, rumah sakit yang tidak jauh dari tempat kejadian.


Aryo langsung menelfon Aska.


Drt...


Aska yang sedang berdiri di dekat jendela seraya berpikir langsung di kejutkan dengan suara deringan ponselnya. Sementara kondisi Rina masih pingsan.


Kata dokter, Rina baik-baik saja. Hanya saja istrinya itu tidak bisa membuka matanya karna pikirannya yang membuat matanya sangat sulit terbuka.


Aska melihat nama yang tertera menelfonya, Aryo.


''Semogah saja ada kabar baik,'' harap Aska seraya menggeser tombol hijau.


''Halo, Yo. Bagaiamna? Apakah ada berita baik?'' Aska langsung to the point kepada Aryo.

__ADS_1


''Anakmu sudah di temukan, Aska. Sekarang dia telah di bawa kerumah sakit dekat sini. Karna kondisinya sangat lemah.'' tutur Aryo di seberang Telfon.


Aska langsung mengucapkan kata syukur. ''Bagaiamana dengan menantu ku, Yo? Kau tau, dia sedang mengandung.''


__ADS_2