Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Permintaan


__ADS_3

Kevin sudah duduk di ruangan keluarga, sementara Rara masih berpelukan dengan Alvi di kursi sofa.


Dia seperti anak kecil memeluk Alvi begitu erat, rasanya cobaan yang dia lalui selama sebulan ini membuat mentalnya jatuh dan membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya.


Alvi mengusap rambut Rara yang masih setia menangis, “sayang, kamu udah Telfon suami kamu?” Tanya Alvi memastikan kepada Rara.


Rara mendongakkan kepalnya menatap wajah cantik orang tuanya di usianya yang sudah tidak muda lagi.


“Udah, Bund. Kak Eza udah kesini,” jawabnya dan dibalas anggukan kepala oleh Alvi.


Rara melepaskan pelukanya dari Alvi lalu melihat kearah Kevin. Posisi Rara saat ini berada di tengah-tengah orang tuanya.


“Yah,” panggil Rara sehingga Kevin langsung melirik kearah putrinya itu.


Rara langsung memeluk Kevin, membuat Kevin membalas pelukan putrinya itu. “Harusnya hal besar seperti ini jangan kalian sembunyikan,” ucap Kevin membuat Rara semakin terisak dalam pelukan Kevin.


Dari lantai atas, Kayla bisa melihat kedatangan kedua mertuanya, dia berharap kedatangan mertuanya itu bisa membantu suaminya. Kalau Elga tidak bisa keluar dari penjara setidaknya hukuman Elga di ringankan.


13 tahun lamanya bukanlah waktu singkat. 13 tahun lamanya kedua anaknya akan tumbuh menjadi seorang gadis tanpa seorang ayah.


Pintu utama terbuka, muncullah sosok pria dengan rahang tegasnya, sorot matanya yang tajam, alisnya yang hitam legam serta wajahnya yang dingin berjalan kearah Rara menggunakan setelan jas kantornya.


Rara yang melihat kedatangan suaminya langsung saja mengusap air matanya. Frezan langsung menyalami tangan mertuanya itu, yaitu Kevin dan juga Alvi.


Setelah menyalami kedua tangan mertuanya, Frezan langsung duduk di hadapan kedua mertuanya.


“Ra,” panggil Frezan kepada Rara.


Rara yang sudah paham dengan perkataan Frezan langsung saja duduk di samping Frezan sehingga mereka berdua duduk berhadapan dengan Alvi dan juga Kevin.


Rara menggenggam tangan Frezan dengan erat, seakan-akan tidak ingin melepaskan tangan suaminya itu.

__ADS_1


Frezan yang sudah tau maksud kedatangan mertuanya tidak perlu bertanya lagi.


“Kenapa kamu harus menyembunyikan hal sebesar ini, Frezan?” Kevin bertanya dengan suara rendah namun sangat tegas kepada menantunya itu.


“Maafkan Frezan, Yah,” Frezan hanya menjawabnya dengan kata maaf kepada Kevin.


“Ayah tau, jika orang yang di hajar Elga adalah orang kepercyaan kamu, tapi setidaknya jangan sembunyikan hal sebesar ini kepada Ayah,” lanjut Kevin lagi kepada menantunya itu.


Kevin tersenyum kecil. “Kamu pikir 13 tahun lamanya itu singkat? Mana mungkin seorang orang tua tidak memikirkan putra kandungannya sendiri di runding masalah,” kata Kevin lagi.


Sementara Frezan masih terdiam, waktu itu Rara ingin mengatakan kepada orang tuanya untuk datang di pengadilan namun mencegahnya dengan alasan jangan sampai Kevin membiarkan Elga lolos begitu saja tanpa harus di hukum, biar Elga menjadi jerah.


“Frezan cuman mau kasi pelajaran sama Elga, biar nggak semenah-menah dengan orang lain,” jawab Frezan dengan mantap.


Namun tetap saja Frezan yang salah karna menyembunyikan hal besar ini kepada kedua mertuanya.


Sementara Alvi mengusap air matanya, “apa kamu tidak kasihan dengan Elga? Kamu kan tau jika Elga itu kembaran istri kamu,” ujar Rara membuat Frezan mendongakkan kepalanya kearah Alvi.


“Frezan udah janji sama diri Eza sendiri, kalau Daniel sadar hukuman Elga akan ringan,” kata Frezan. “Frezan sendiri yang akan memastikan itu,” lanjutnya dengan serius.


“Tapi bagaimana jika Daniel sudah tidak bangun? Apakah kamu akan membiarkan Elga di penjara 13 tahun lamanya? Apa kamu tidak memikirkan kedua anaknya,” timpal Alvi dengan isakan kecil.


Sementara Kayla yang mendengar percakapan orang dari lantai atas menitihkan air matanya sembari mengusap perutnya. Andai dia tau, bukan hanya dua anak yang di tinggalkan Elga tetapi tiga.


Belum ada yang mengetahui jika saat ini Kayla sedang mengandung anak ketiganya tanpa sepengetahuan orang-orang.


Satu minggu yang lalu dia ke kerumah sakit, dan saat itu yang menanganinya adalah dokter kandungan karna dia menjelaskan apa yang dia rasakan.


Mual-mual dan kepalanya biasa sakit, satu bulan belakangan ini dia merasakannya. Kayla sempat terkejut saat Dokte mengatakan jika kandungan milik Kayla sudah berjalan empat bulan, dan baru satu bulan ini dia merasakan mual dan sakit kepala.


Kayla tidak tau, harus seperti apa hidup 13 tahun lamanya tanpa suaminya.

__ADS_1


“Kasihan Dyra dan Dyta,” lanjut Alvi membuat Kayla langsung masuk kedalam kamar.


Dia belum siap memberitahukan kehamilannya kepada siapa-siapa. Kayla sempat ingin mengatakan kepada Frezan dan juga Rara jika dia hamil agar Frezan bisa membantu suaminya dari hukuman ini.


Namun saat mendengar percakapkan mereka membuat Kayla mengurungkan niatnya untuk memberitahukan Rara dan juga Frezan.


Frezan hanya diam saja saat Alvi mengatakan kata seperti itu. “Ayah harap kamu meringankan hukuman untuk Elga,” kata Kevin.


Kevin tidak meminta Frezan untuk membebaskan Elga dari penjara dengan apa yang putranya perbuat, hanya saja Kevin meminta agar hukuman Elga di ringankan.


Frezan menghembuskan nafasnya berat. “Seperti apa yang Eza katakan tadi, Yah. Frezan bakalan ringanin hukuman Elga kalau Daniel udah sadar,” final Frezan tanpa harus di ganggu gugat lagi.


“Kak Eza,” panggil Rara. Rara ingin membantu kedua orang tuanya untuk bicara namun melihat tatapan mata suaminya membuat dia mengurungkan niatnya.


“Kita sama-sama tunggu kabar Daniel saja,” kata Frezan lagi lalu pamit kepada kedua mertuanya untuk naik keatas kamar.


Alvi langsung saja menangis dalam pelukan Kevin, dia tidak kuat jika putranya itu benar-benar di tahan 13 tahun lamanya di penjara.


Alvi sangat kasihan kepada Kayla dan juga kedua anaknya 13 tahun tanpa Elga. Tentunya mereka bertiga menginginkan belaian kasih sayang dari Elga.


Bagaimanapun Alvi adalah seorang perempuan, dia tau bagaimana sakitnya jika berada di posisi Kayla dengan anak mereka masih kecil.


Untung saja dia tidak tau jika menantunya itu tengah mengandung.


“Bund,” panggil Rara.


“Kamu naik keatas, Ra. Sama suami kamu, Semogah saja kamu bisa membujuk Frezan,” kata Alvi penuh harap kepada Rara.


Rara tidak mengangguk ataupun menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa berjanji kepada Alvi jika dia bisa membujuk Frezan karna dia sudah tau bagaiamana Frezan sebenarnya.


Sementara Kevin memejamkan matanya sembari memeluk Alvi yang menangis terseduh-seduh, melihat itu Rara tidak tega, dia langsung naik ke lantai atas untuk membicarakan hal ini kepada suaminya.

__ADS_1


Pokoknya dia harus mengusahakannya agar dia tidak melihat kesedihan orang tuanya, dengan berlinang air mata Rara langsung membuka pintu kamarnya bersama dengan Frezan.


__ADS_2