
Nando sudah kembali apartemennya atas izin Valen, jika menunggu izin dari Rifal maka Rifal akan menahan dirinya selama beberapa hari ini.
Nando menghembuskan nafas berat, saat ini ia sudah berada di apartemennya.
Dia menatap penjuru kamarnya di penuhi dengan gambar wanita-wanita yang berbeda-beda.
Nando berjalan melepaskan semua foto itu dan mengeluarkannya dari dalam kamarnya, foto wanita yang sangat gemar ia koleksi sudah ia cabut dengan wajah masam.
Hanya ada satu foto yang tidak ia buang, yaitu foto diatas meja kerjanya. Foto itu adalah fotonya berdua dengan Lea saat ia menyiapkan kejutan untuk Valen saat itu.
Nando keluar dari kamarnya membawa foto-foto yang akan ia buang. Atau perlu membakarnya.
Nando membuang foto-foto itu di dalam tempat sampah. Ia merogoh saku celananya mengeluarkan korek api.
Dia menyalakan korek api itu lalu ia membakar foto yang berada di tempat sampah.
Nando menarik nafasnya. ''Saya sudah tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun, setelah patah hati yang menghampiri diriku sendiri.''
Nando melenggang pergi, lalu berjalan menuju apartemennya untuk tidur. Ia membutuhkan tidur untuk menangkan pikiranya.
Ia sudah tau jika Nathan dan Lea akan segera menikah, membuatnya terenyah. Sudah tidak ada kesempatan baginya untuk mendapatkan Lea karna gadis itu akan menikah dengan Nathan.
Nando masih normal, dia tidak akan merusak acara pernikahan itu dengan berbagai cara. Karna ini semua keinginan Lea sendiri menikah dengan Nathan.
__ADS_1
Air mata Nando jatuh, ahk, ini pertama kalinya ia menangisi seorang wanita yang tanpa sengaja masuk dalam hidupnya.
Biasanya, wanita yang akan menangisi dirinya karna ia meninggalkan wanita itu. Namun sekarang ia yang menangis karna di tinggalkan oleh seorang gadis.
''Ahk, mungkin ini karma. Bukan mungkin lagi, tapi sudah pasti ini karma.'' Nando menggelengkan kepalanya seraya membuka kulkas untuk memasak intel, kata Rifal.
Mungkin ini semua doa para wanita yang ia sakiti dan membuat wanita menangis karna ia tinggalkan.r
Dia tersenyum tipis mengingat bagaimana sosok wanita mengejar dirinya karna ketampanan dan uang pastinya.
Percuma saja tampan kalau tidak berduit, karna Fernando mempunyai keduanya membuatnya di kejar oleh wanita-wanita cantik dan sexy.
Berbagai sumpah serapah saat itu Nando dengarkan dari berbagi macam wanita.
“Kenapa kau memutuskan ku!”
“Semogah saja kau akan di tinggakan wanita yang kau sukai!”
“Fernando jangan tinggalkan Aku. Aku mencintaimu!”
“Semogah saja kau akan seperti di posisi kami di campakkan!”
“Aku bersumpah kau akan menangis seperti aku! Setelah kau sungguh-sungguh jatuh cinta!”
__ADS_1
Nando meneguk air dingin yang ia keluarkan dari kulkas. Ia menggeleng mengingat semua sumpah serapah dari wanita yang ia kencangi lalu ia campakkan begitu saja.
''Karma itu nyata,'' gumamnya masih tidak percaya jika ia akan menuai semua sumpah yang di berikan padanya.
''Aku Fernando, tidak akan ingin jatuh cinta lagi.''
''Ini yang aku tidak suka, kan, jatuh cinta pertama!'' decak Nando.
''Lapar!''
Keluh pria itu, niatnya membuka kulkas tadi itu mencari makanan yang bisa ia kelola untuk mengisi perutnya.
Bisa saja ia memesan makanan, namun ia sengaja mencari kesibukan agar pikiranya tidak terara kepada Lea terus yang akan menikah.
Nando mengeluarkan tiga sosis dari dalam kulkas, lalu mengambil Mie atas lemari.
Pria itu mengambil teflon lalu menyalakan kompor dan memasukkan minyak kedalam teflon.
Ia memasukkan tiga sosis itu kedalam minyak. Nando mengecilkan apinya lalu membuka bungkus Mie menuangkan Mie nya kedalam mangkuk.
Hanya membutuhkan sepuluh menit, makanan instan yang ia buat sudah terhidang diatas meja makan.
''Makan sendiri,'' gumanya lalu memakan sosis goreng yang sudah ia hiasi dengan saos.
__ADS_1
Nando makan dengan lahap, meski hanya makan-makanan yang instan saja ia tetap menikmati makananya.