Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Kejutan dari Valen


__ADS_3

Rifal dari bawah sana menyungkirkan senyuman penuh makna, beberapa tamu undangan sudah mengucapkan selamat kepada Nathan dan Lea saat ini.


Rifal meneguk minuman yang berada di tanganya, dengan matanya masih fokus kedepan.


Rara menghampiri Rifal. Rifal termasuk tamu VVIP namun belum naik ke atas mengucapkan selamat kepada mereka berdua.


''Kak Rifal,'' panggil Rara.


Rifal menyimpan gelas minumanya diatas meja, lalu beralih menatap Rara dengan senyuman hangat menghiasi bibirnya.


''Kak Rifal nggak ngucapin selamat untuk mereka berdua?'' tanya Rara karna sedari tadi Rifal belum juga berdiri dari sini.


''Terus kemana Valen? Aku pikir ia akan datang. Kak Rifal sendiri, kan, yang bilang.''


Rifal melihat kearah pintu masuk, sehingga Rara juga melihat kearah pintu yang di lihat Rifal.


''Dalam hitungan ketiga, wanita cantik yang aku sayangi dan cintai akan muncul.'' Rifal tersenyum bahagia.


''1.''


Takk


Rifal mulai menghitung dari angka satu sampai tiga.


''2.''


Takk


Rifal tersenyum penuh arti, mendengar suara sandal istirnya yang terdengar.


''3.''


Takk


Seluruh tamu undangan langsung melihat kearah pintu, mereka melihat wanita cantik yang mengenakan dres berwarna coklat, serta sepatu hak tinggi, rambut panjangnya ia biarkan tergerai indah.


Ia tersenyum kearah Lea yang menatapnya tanpa berkedip dari atas.


''VALEN!!''


Tamu undangan seketika heboh, kecuali Rara, Kayla dan Rifal yang sudah mengetahuinya. Rara juga takjub dengan kecantikan sahabatnya itu.


Ia tidak tau, jika Valen akan menyiapkan ini semuanya untuk pernikahan Lea dan Nathan. Seluruh manusia menatap Valen tanpa berkedip termasuk Nathan dan Lea, pikiran mereka masih dejavu melihat kehadiran Valen kembali.


Frezan hanya tersenyum tipis, sekarang ia tau mengapa saat itu Rara dan Kayla lama di ruma Rifal, ternyata ini alasanya.


Bisikan-bisikan tamu undangan terdengar, tentu saja mereka kenal dengan Valen. Ia sempat heboh di kabarkan hilang dan hari ini ia muncul.


Rifal memperbaiki jasnya tidak kusut, lalu berjalan dengan tegak dengan senyuman menghiasi bibirnya menuju Valen.

__ADS_1


Lea belum mengeluarkan suara, mulutnya kakuh. Ia tidak tau, harus berucap apa. Dia seperti mimpi di siang bolong jika ini sebuah mimpi.


Rifal dan Valen menjadi tamu undangan yang sangat memikat saat ini.


Rifal mengulurkan tanganya kepada Valen, jangan lupa Rifal tersenyum jenaka kearah istrinya itu.


Valen menyambut tangan Rifal, lalu mereka bergandengan tangan dengan anggun menuju ke atas, Rifal dan Valen sukses menjadi pusat perhatian di pernikahan Lea dan Nathan.


''Kamu jadi pusat perhatian, sayang,'' ucap Nathan tanpa mengalihkan pandanganya dari depan, berjalan dengan tegak bersama istrinya.


Valen tertawa. ''Mungkin mereka terkejut dengan kehadiran aku di sini. Karna mereka semua pikir, jika aku sudah tidak ada,'' balas Valen dan dibalas anggukan setuju oleh Rifal.


Valen dan Rifal semakin mendekat, membuat jantung Lea semakin berdetak tak karuan, matanya memerah saat Valen semakin dekat denganya.


''Selamat menempuh hidup baru, gadis kecil yang merupakan tetanggan favoritku.'' Valen tersenyum kearah Lea.


Dapat Valen lihat, Lea menampung air matanya.


''Ini beneran dokter Valen?'' tanya Lea dengan suara bergetar.


Valen mengangguk dengan senyuman. ''Iya, ini aku.''


''Lea boleh peluk dokter Valen? Lea kangen banget.'' Tanpa menunggu jawaban dari dokter Valen, Lea langsung memeluk Valen dengan erat.


Air matanya membanjiri wajahnya yang cantik, sementara Nathan belum bergeming melihat Lea dan Valen berpelukan.


Valen mengusap punggung Lea, ''jangan menangis, Lea. Make up kamu akan luntur.''


‘’Jangan menangis,'' ucap Lea masih setia memperbaiki make up Lea yang luntur karna air mata.


Valen juga menitihkan air matanya, ia tidak menyangka jika gadis di hadapnya sudah menikah, dengan usianya masih muda.


Nasibnya hampir sama, namun jalanya bebebeda.


‘’Jangan menangis,'' perintah Valen membuat Lea mengangguk kecil dengan apa yang barusan Valen katakan.


Lea dan Valen kembali berpelukan.


Valen memegang pundak Lea, ''jadi istri yang sholeha.''


‘’Ikutkan sholehotnya juga,'' timpal Rifal yang mendapatkan polotan mata dari Valen.


''Kenapa dokter Valen baru kesini, padahal Lea selalu nungguin dokter Nathan sejak Lea praktek di rumah sakit, karna bantuan dokter Valen.'' Lea menjelaskan seraya mengusap air matanya.


''Kejutan untuk kamu,'' ucap Valen.


''Aku ucapin selamat menempuh hidup baru juga, untuk dokter Nathan.'' Bagaimanapun Valen dan Nathan rekan kerja di rumah sakit.


Rifal tau, jika Nathan tidak akan berpaling dari Lea saat melihat istirnya, karna Rifal bisa melihat dari tatapan seseorang jika ia benar-benar tulus mencintai pasanganya.

__ADS_1


Hanya saja, kejutan ini untuk Lea. Rifal tau benar, bagaiamana Lea saat mengetahui Valen menghilang. Sekalian juga, Rifal ingin menciptakan keirian untuk Nathan. Jika cintanya dengan Valen selalu tumbuh.


Nathan mengangguk. ''Terimaksih,'' ujar Nathan.


‘’Selamat Lea, kamu sudah menjadi istri kecil untuk sosok Dokter Nathan,‘’ucap Rifal santai. ''Jika ada keinginan mu tidak di penuhi oleh dokter Nathan. Kamu tinggal Telfon Om Rifal sama dokter Nathan.'' canda Rifal membuat Valen langsung mencubit pinggang suaminya.


''Aku cuman bercanda sayang.''


Lea tertawa.


‘’Dokter Nathan selalu baik sama Lea kok,'' Lea melirik Nathan.


Sehingga mereka berdua saling bertatapan membuat Nathan tersenyum.


Nathan mengambil tangan Lea, dia tidak ingin hanya di panas-panasi saja oleh Rifal.


Ia mendekatkan wajahnya dengan Lea, membuat gadis itu Deg-degan.


Persetan dengan tamu undangan! Lagian mereka juga sudah halal, soal tindakannya yang ini dia akan mengenangnya sepanjang masa.


Cup


Prok


Prok


Prok


Tepuk tangan menggemah saat Nathan Mencium Lea.


Nathan mencium bibir Lea di depan Rifal dan Valen membuat Valen memalingkan wajahnya. Dia yang menjadi salah tingkah karna tindakan Nathan kepada Lea.


Nathan melepaskan tautan bibirnya lalu mencium punggung tangan Lea membuat gadis itu tak berkedip.


Jantungnya berpacuh begitu cepat, secepat rasa cinta yang tumbuh saat ia pertama kali melihat dokter Nathan.


Ini tindakan Nathan yang pertama kalinya mencium bibirnya, apa lagi di depan banyak orang begini.


Rifal tersenyum tipis, ia tau jika Nathan sengaja melakukan ini, dengan lancangnya pria itu mencium Lea di depan mereka semua.


Lea memperbaiki posisinya, pikiranya campur aduk. Pipihnya bersemuh merah, karna tindakan Nathan tadi.


Jujur saja, Lea menginginkan lebih saat Nathan mencium bibirnya, entah sensasi apa yang ia rasakan saat Nathan mencium bibirnya.


Yang ia rasakan kenyamanan saat Nathan mencium bibirnya, ia juga baru pertama kalinya merasakan hal ini, di cium di bibirnya.


Tanpa sadar, gadis itu memegang bibirnya.


''Ehem.'' Valen berdehem membuat Lea menjadi kikuk.

__ADS_1


''Kak Nando mana? Dia nggak datang?'' tanya Lea.


‘’Aku di sini!'' Suara dari arah belakang membuat rifal tersenyum jenaka kembali.


__ADS_2