Kita Masih Lanjut

Kita Masih Lanjut
Perkelahian


__ADS_3

Dyta dan Farel sudah masuk kedalam rumah hantu. Sementara Elga pergi membeli minuman sehingga dia meninggalkan Dyta di depan pintu rumah hantu. Sementara Farel sedang membeli sesuatu untuk Dyta.


Elga sampai lupa, jika dia hanya seorang diri yang menjaga Dyta dan juga Farel.


Dyta hanya duduk di depan pintu masuk rumah hantu, sembari melihat sekelilingnya. Banyak teman sekolahnya dia lihat di pasar malam namun dia tidak bertukar sapa karna tidak akrab.


Hingga ekor matanya menangkap sosok anak laki-laki tampan sedang bergandengan tangan gadis remaja membuat Dyta langsung berdiri dari duduknya lalu berjalan menghampiri sosok anak laki-laki itu.


“Kak Agrif!” panggilnya membuat langkah kaki Lea dan juga Agrif terhenti.


Mereka berdua membalikkan badanya melihat kearah belakang. “Dyta,” beo Agrif melihat teman yang baru dia kenal kemarin ada di sini.


Dyta langsung mendekati Agrif. Lea yang melihat Dyta langsung mencubit pipih anak itu yang sangat tembem.


“Kakak cantik, perkenalkan ini Dyta, temanya Agrif,” kata Agrif memperkenalkan Dyta kepada Lea. “Agrif kemarin main basket sama Dyta, dia jago,” lanjutnya membuat Lea tersenyum bahagia.


Akhirnya Agrif mempunyai teman baru, setelah tidak pernah bertemu Zia saat di taman. Lea masih ingat pertemuan antara Zia dan Agrif saat di taman, dan di situ jugalah Lea mengenal Daniel melalui Agrif.


“Adik cantik ke pasar malam sama siapa? Kok sendiri?” Tanya Lea kepada Dyta sembari mensejajarkan tingginya dengan anak berambut keriting itu.


“Dyta datang sama keluarga Dyta,” kata anak itu membuat Lea menganguk.


“Terus, keluarganya mana?”


“Papah lagi beli minuman, kalau mamah lagi naik bianglala,” kata anak itu dengan lucu membuat Lea sangat menyukai Dyta karna dia sangat fasih dalam berbicara.


Mereka bertiga berbincang-bincang, lebih tepatnya lagi Agrif yang sangat kagum kepada Dyta karna masih kecil sudah tau teknis bermain bola basket membuat Agrif jadi insecure kepada sosok anak kecil berambut keriting itu.


Sehingga dia berteman dengan Dyta, dan Dyta mengajar Agrif bermain, meskipun Agrif pandai main bola basket namun menurutnya tingkat ilmu Dyta lebih diatas darinya.


“Kamu nggak apa-apa kan di sini nunggu keluarga kamu? Soalnya kakak sama Agrif mau cari papahnya Agrif,” kata Lea karna mempunyai firasat yang buruk hari ini.


Dyta menganguk. “Nggak apa-apa. Dyta bakalan nyusul papah,” kata Dyta.


“Aku duluan yah, Ta,” pamit Farel sembari melambaikan tanganya, jangan lupa di sertai senyumanya yang manis kepada Dyta, membuat Dyta semakin terpesona dengan teman barunya itu, karna Agrif sangat baik kepadanya.


Dyta juga melambaikan tanganya kepada Agrif yang sudah menjauh darinya, sebenarnya Lea tidak enak meninggalkan Dyta namun dia harus mencari Daniel.

__ADS_1


Sementara Elga langsung mencari Dyta di depan pintu rumah hantu, dengan membawa minuman. Dia kaget karna tidak melihat Dyta berada di sini dan juga tidak melihat Farel.


“Farel, Dyta mana?” Tanya Elga saat melihat Farel berjalan kearahnya tapi hanya seorang diri saja.


“Bukanya Dyta ikut om tadi beli minum?” kata Farel sembari memegang ikat rambut yang sudah dia beli.


Elga langsung menjatuhkan minumanya, wajahnya menjadi khawatir karna anaknya tidak ada di sini, tempat seluas ini bagaimana bisa dia mencari Dyta.


“Dyta!” teriak Elga sehingga pasang mata mengarah kepada Elga yang sedang berteriak.


“Sayang, kamu di mana!”


Sementara Farel langsung menyimpan ikat rambut untuk Dyta ke dalam kantong celananya.


“Ayok om, kita cari Dyta di sebelah sana!” AjakFarel dan Elga pun mengikuti Farel.


Elga langsung mengarahkan pandanganya keseluruhan penjuru, dan apa yang dia lihat, dia hanya melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.


Matanya menggelap, bahkan nafasnya naik turun melihat pemandangan di hadapannya, dari jarak jauh Elga bisa melihat Kayla tertawa terbahak-bahak dengan sosok pria yang sangat Elga larang bertemu dengan Kayla.


Nafasnya naik turun. Bahkan Elga kehilangan jejak Farel untuk mencari Dyta. Dengan langkah cepat Elga langsung menghampiri Kayla dengan matanya sangat tajam serta seruh nafasnya begitu jelas.


Bugh


Rara dan Kayla langsung melotokan matanya saat Elga datang tiba-tiba menggebrak meja dan memukul Daniel.


Bugh!


Bugh!


Daniel langsung tersungkur di bawah tanah, sementara orang-orang langsung berlarian pergi karna takut melihat Elga menghajar Daniel.


Daniel tidak bisa melawan karna mendapatkan serangan mendadak dari Elga.


“Bang Elga udah!” Histeris Rara melihat Elga membabi buta menghajar Daniel.


“Bang Elga berhenti hiks….hiks….Bang El berhenti!” Tangis Rara langsung pecah malam ini, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana saudara kembarnya itu menghajar Daniel dengan membabi buta.

__ADS_1


Sementara Kayla langsung menutup mulutnya dengan tanganya, air matanya jatuh begitu saja saat melihat Elga masih menghajar Daniel, sementara Daniel sudah tidak bergerak namun Elga masih menghajar Daniel.


“ELGA STOP!” jerit Kayla melihat Elga.


“Laki-laki kurang ajar, berani-beraninya lo ketemu sama istri gue!” Mata Elga menggelap, dia tidak berpikir lagi jika yang dia hajar sudah tidak bergeming lagi.


Bahkan teriakan Kayla dan Rara dia anggap angin lalu.


Banyak orang berkerumun, dan ada juga yang sudah menghubungi polisi dan ambulans.


Rara langsung jatuh pingsan, sehingga Tegar menangis dalam pelukan Rara karna melihat Rara sudah jatuh pingsan. Bagaimana tidak jika Elga tidak berhenti menghajar Daniel yang sudah tidak berdaya.


Orang-orang terdekat langsung membawa Rara dan di ikuti oleh Tegar dengan isakan tangis.


Sementara Kayla tidak berhenti menangis histeris melihat Elga menghara membabi buta, bahkan mulutnya menjadi kakuh.


“El,” tangis Kayla.


Tidak ada yang berani meleraikan Elga, mereka takut jika pria itu balik menghajarnya.


“Kakak cantik di sana ada apa, kok rame!“ tunjuk Agrif di depan melihat banyak kerumunan orang.


Lea melihat kearah sana, banyak sekali orang berkerumun membuat Lea menjadi penasaran.


“Kakak cantik Ayok kita kesana. Siapa tau aja papah ada di sana,” ajak Agrif.


“Yaudah Ayok,” kata Lea lalu menggandeng tangan Agrif.


“Permisi-permisi!”


Lea langsung menerobos kerumunan orang-orang. Lea langsung menutup mulutnya saat melihat adegan di hadapannya, di mana sosok pria sedang menghar pria yang sudah tidak berdayah.


Baju Elga sudah di penuhi dengan darah, Lea sangat kenal baju yang di kenakan Daniel.


“Papah!” teriak Agrif saat melihat mata Daniel meliriknya sembari tersenyum dengan tidak berdaya. Tentu saja Agrif langsung berteriak karna melihat senyuman Daniel melihat kearahnya.


Agrif melihat wajah yang menghar Daniel membuatnya semakin menangis.

__ADS_1


“Papah. Dia mau membunuh papah!” Tangis Agrif membuat Lea langsung menutup wajah Agrif agar tidak melihat tontonan kekerasan ini.


Polisi dan ambulance datang secara bersamaan sehingga polisi langsung membawa Elga dan membawa Daniel ke mobil untuk segera di larikan di rumah sakit.


__ADS_2