
Rifal yang mendapatkan respon seperti itu dari Lea memutar bola matanya malas. Entahlah, Rifal tidak tau sejak kapan anak itu menyukai sosok Nathan.
Jika mengatakan kata tampan, bisa jadi sih jika gadis itu menyukai Nathan dari segi ketampanan. Apa lagi Nathan sudah matang, dimana teman masa SMA-Nya sudah menikah sementara dirinya belum melepaskan masa lajangnya.
Nathan menurut Rifal baik, hanya saja Rifal membenci Nathan jika berdekatan dengan Valen. Seakan-akan dia mempunyai dendam pribadi dengan Nathan, padahal tidak sama sekali.
Ternyata cemburu bisa membuat kita menjadi seperti Rifal, yah.
"Tampan yang mana, saya atau dokter Nathan?" tanya Nando kepada Lea bersamaan dengan dia menghentikan mobilnya didepan gerbang kampus Lea.
Tentu saja Nando tau kampus yang ditempati Lea kuliah, salah satu kampus terbaik di Jakarta yang penghuninya anak orang kaya dan juga pintar-pintar.
Lea melirik Nando dengan lekat membuat Nando jadi salting ditatap dengan tatapan polos gadis dihadapannya. Biasanya Nando yang mendapatkan tatapan menggoda dari wanita hanya biasa saja karna baginya sudah terbiasa.
Tapi ini, tatapan polos dari Lea mampu membuatnya jadi kikuk seperti ini, itu semua tidak luput dari penglihatan Rifal.
"Gantengan dokter Nathan sih, tapi kak Nando manis, mukanya nggak ngebosenin kalau dilihat," kata Lea jujur membuat bulu kuduk Nando meremang.
Jika biasanya para wanita mengatakannya tampan, lain dengan gadis dihadapannya mengatakan dirinya ini manis.
"Tapi sama-sama tampan kok, kalau kak Nando 'kan ada manis-manisnya," lanjut Lea lagi.
"Hmm....Karna kamu udah puji saya. Saya akan membukakan kamu pintu," kata Nando lalu keluar dari mobil membuat mulut Rifal sedikit terbuka.
Benar-benar asistenya itu akan menjadi Casanova!
Sesuai dengan apa yang Nando katakan, dia membukakan pintu mobil untuk Lea sehingga mahasiswa yang melihat Nando memberikan pujian kepada pria itu.
"Oh my god!" Kania langsung membuka mulutnya saat melihat wajah Nando yang manis, benar kata Lea jika pria itu manis.
"Manis banget!" lanjut Kania masih memperhatikan Nando.
Kania membulatkan matanya saat melihat sosok Lea turun dari mobil yang dibukakan oleh Nando.
__ADS_1
"Apa-apaan ini! Apa ini Sugar Daddy, Lea?" Kania masih tidak percaya, dia pikir Lea menjadi simpanan om-om tua. Ternyata dia salah, karna dia melihat pria matang itu sangat tampan!
"Ini harus gue sampain terlebih dahulu sama Gossip Queen," kata Kania memotret Lea dan juga Nando.
"Makasih kak, Nan!" kata Lea dengan tawa kecilnya. Dia seperti ratu diperlakukan seperti ini oleh Nando. Bahkan ini yang pertama kalinya Lea rasakan.
"Sama-sama, manis!" balas Nando mengedipkan matanya kearah Lea itu semua tidak luput dari penglihatan Kania.
Bahkan Kania yang diam-diam memotret dan memvideo Lea menutup mulutnya tidak percaya jika Nando mengedipkan mata nakalnya kearah Lea.
Nando pamit kepada Lea untuk segera ke restoran, dia yakin mereka sudah terlambat karena terlalu banyak membuang waktu. Dan pastinya Nando yakin, jika saat ini Rifal memberikannya sumpah serapah.
Tok....Tok
Nando yang ingin menjalankan mobilnya tidak jadi, karna kaca mobil dekat Rifal di ketuk oleh seseorang. Rifal menurunkan kaca mobilnya dengan menggunakan kacamata hitam karna saking banyaknya mahasiswa.
Handpone yang dipegang oleh Kania langsung jatuh begitu saja saat melihat Rifal menggunakan kacamata hitam .
"Oh my God. Makhluk tuhan semuanya tampan!" Kania tentu saja tertegun melihat ketampanan milik Rifal. Apa lagi pria itu mengenakan kacamata hitam.
Kania kembali memotret kedekatan Lea dan Rifal. "Parah banget sih Lea. Muka polos kelakuan Dajjal. Mana sugar Daddy tampan-tampan semua lagi," menolog Kania memotret Lea dan Rifal.
"Mana keduanya akur lagi, hebat banget cara mainnya, sih Lea," puji Kania kepada Lea.
Ini akan menjadi berita heboh yang akan dibuat oleh gossip Queen Dikampus ini.
Lea cengengesan kearah Rifal. "Om Rifal, pinjam duit 50an, Lea lupa bawa uang," kata Lea kepada Rifal sementara Kania masih setia memvideo Lea.
"Kasi duit, Nan!" perintah Rifal. Sehingga Nando memberikan uang merah satu lembar kepada Rifal untuk diberikan oleh Lea.
"Jangan boros, jadi anak muda," kata Rifal datar memberikan uang kepada Lea. Dia serasa menjadi seorang ayah dengan tingkah Lea seperti ini.
Tapi Rifal suka, karna dia sudah menganggap Lea seperti keluarganya sendiri, apa lagi Lea dekat dengan Valen.
__ADS_1
Dan yang paling tidak bisa Rifal lupakan dari gadis itu yang sudah memberitahukan jika Valen tengah hamil. Meski saat itu dia sudah tau dari Elga, dia sempat ragu hingga berita yang diberikan Lea membuatnya yakin.
Nando sampai menggelengkan kepalanya, ternyata yang mengetuk kaca mobil adalah Lea.
"Pintar banget sih, Lea!" kata Kania menggelengkan kepalanya memvideo Lea dan Rifal. Dimana Rifal memberikan uang kepada Lea.
"Makasih, om!" kata Lea dan dibalas anggukan kepala oleh Rifal.
Nando langsung menjalankan mobilnya sesuai dengan perintah Rifal, karna mereka sudah telat saat ini juga.
Sementara Lea langsung pergi untuk segera masuk kedalam kelas, sudah dipastikan jika dirinya tengah telat saat ini.
Sementara Kania langsung pergi untuk segera menghampiri gengnya dikantin kampus guna memperlihatkan gosip ini kepada sahabatnya dikantin. Kania yakin, jika sahabatnya itu akan kaget seperti dirinya saat melihat video Lea diantar oleh dua pria tampan.
Rifal menyandarkan kepalanya dikursi mobil, dia memejamkan matanya sembari mengingat kejadian tadi bersama dengan Valen.
Dia menyungkirkan senyum tipisnya.
"Saya yakin, kamu mencintai istri kamu 'kan, Fal?" tanya Nando lebih tepatnya lagi sebuah pernyataan untuk Rifal.
Rifal membuka matanya, dari kaca spion dia bisa melihat Nando.
"Pertahankan selagi masih bisa," nasehat Nando. "asal kamu tau, mempertahankan jauh lebih baik daripada mencari yang baru lagi," lanjutnya dengan serius.
Huft
Hembusan nafas kasar keluar dari mulut Rifal.
"Setelah anak gue lahir, gue sama Valen bakalan cerai," kata Rifal dengan mengucapakan kata cerai begitu pelan.
Nando tertawa kecil, padahal saat ini Rifal tengah serius. Tapi, Nando malah balik bertanya.
"Cerita kamu ini, persis dengan sinetron yang pernah aku nonton, Fal. Banyak drama, bilangnya setelah anak mereka lahir, mereka akan pisah. Tapi nyatanya mereka bertahan sampai tua," kata Nando mengingat sinetron yang pernah dia nonton.
__ADS_1
"Ck, ini kisah nyata. Bukan serial tv, yang dimana alurnya dapat sutradara atur dengan takdir mereka!" balas Rifal membuat Nando tersenyum kecil. Itu semua tidak luput dari penglihatan Rifal dari balik kaca spion.
"Jika sutradara bisa mengatur takdir pemain, maka kamu bisa mengubah takdir rumah tangga kamu jauh lebih baik lagi, maka ubahlah dari sekarang dari pada memulai dengan orang baru," kata Nando dengan sangat-sangat bijak.